28Jan/10

Letupan Wirausaha Tanpa Batas

kerjasama

Kabar gembira bagi para mahasiswa yang mempedulikan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah akhirnya mencanangkan program kredit usaha untuk para sarjana. Para mahasiswa yang baru saja lulus, dapat meperoleh modal usaha dengan syarat ijazah kelulusan sebagai jaminannya. Ini merupakan suatu langkah positif pemerintah yang perlu diapresiasi dan ditindaklanjuti oleh para mahasiswa. Karena, masalah kemiskinan tidak akan terselesaikan tanpa diimbangi dengan bertambahnya jumlah pengusaha baru. Para mahasiswa yang terkenal dengan letupan-letupan idealismenya perlu menyikapi masalah kemiskinan ini dengan menjadi pengusaha sebagai alternatif solusi pewujudan cita-cita Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum. Ada beberapa potensi manfaat yang dapat dihasilkan ketika program ini dapat berjalan dengan baik.

17Jan/10

Noda Kemaksiatan

nodamaksiat

Sebuah renungan bagi kita yang terlalu sering bermaksiat kepada Allah ‘azza wa jalla dibanding ta’at kepadaNya. Pernahkah kita berfikir ketika kita melewati tempat penimbunan sampah, kita pasti mencium bau yang tidak sedap, kemudian secara reflex kita menutup hidung dengan tangan atau sapu tangan. Jika ada dari kita yang mengatakan, “Saya tidak mencium bau yang tidak sedap itu” maka, orang yang mendengarnya akan mengatakan bahwa hidung anda sedang tidak sehat, bisa jadi mungkin terkena flu atau penyakit lainnya.

17Jan/10

Pengurus Baru Jamaah Shalahuddin 1431 Hijriyah

js

Setelah hampir 8 hari dewan formatur Jamaah Shalahuddin melakukan syuro, akhirnya pada hari selasa, 11 Januari 2010 terbentuk struktur kepengurusan Jamaah Shalahuddin 1431 Hijriyah yang baru. Ada sedikit warna berbeda dalam struktur kepengurusan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya adalah dengan dimasukkannya pusat komunikasi Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Intra Kampus (Puskom FSLDIK). Juga dimunculkannya kembali tim ekonomi serta tim FSLDK yang pada tahun sebelumnya sempat ditiadakan. Tim FSLDK ini sebelumnya tergabung ke dalam Departemen Ekstern. Adapun tim ekonomi merupakan pengganti Badan Usaha Mandiri. Divisi media yang sempat tergabung bersama ivisi pengkajian dan pewacanaan di dalam Departemen Media dan Opini akhirnya dipisah.