20Des/10

Hasil Musyawarah Akbar JS 1431 H

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (An-Nisa : 09)

maskam2

Roda Dakwah Kampus telah bergulir, pergantian kepengurusan adalah suatu keniscayaan. Seperti yang tercantum dalam petikan ayat Al-Quran di atas, salah satu indikator generasi dikatakan berhasil adalah mereka yang bisa mengkader generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Rabu (15/12), Jamaah Shalahuddin sebagai Lembaga Dakwah Kampus UGM mengadakan Musyawarah Akbar yang bertempat di Ruang 8 Fakultas Peternakan UGM. Acara ini dibuka sekitar pukul 16.00 WIB dengan pembacaan tilawah Al-Quran Surat As-Shaff : 1-4 yang menekankan betapa pentingnya para da’i agar berada dalam barisan yang rapi dan kokoh. Selanjutnya hadir Bp. Miftahul Huda (Ketua JS 1425 H) memberikan taujih kepada peserta Musyawarah Akbar sebagai refleksi kepengurusan 1431 H dan pembakar semangat bagi kepengurusan mendatang. Diantaranya Beliau menyampaikan rumus fisika dari tokoh terkemuka Einstein, E = m.c^2. Jika E : energi, m : mahabbah (red : cinta) dan c^2: cita-cita, maka untuk mendapatkan energi penuh, seorang da’i mesti memiliki rasa cinta terhadap dakwah dan menjiwai cita-cita agung yang ada padanya. Tanpa itu maka setiap aktifitas yang dilaksanakan akan terasa hambar, laksana sayur tanpa garam.

13Des/10

Aksi Damai 23 Tahun Intifadha

palestine

Pagi yang cerah menjadi saksi perjuangan mahasiswa muslim yang tergabung dalam Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM dan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Intra Kampus (FSLDIK). Walau dengan jumlah yang tidak banyak, akan tetapi semangat membara tetap ditunjukkan untuk menyuarakan kemerdekaan atas bumi suci Palestina dalam aksi solidaritas pagi itu. Pagi itu bertepatan dengan satu hari setelah momentum hari Intifadha yang jatuh pada tanggal 8 Desember. Peristiwa Intifadha itu sendiri terjadi pada tanggal 8 Desember 1987, 23 tahun yang lalu, di distrik Jabalya, Jalur Gaza. Ketika itu dimulailah perlawanan umat Islam dengan menggunakan alat-alat sederhana apa adanya, seperti batu. Aksi ini di inisiasi oleh Jama’ah Shalahuddin selaku Lembaga Dakwah Kampus yang mendapatkan amanah sebagai Badan Khusus Isu Dunia Islam, sebuah badan yang dibentuk oleh Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturhim LDK dalam mengangkat dan memblow-up isu-isu dunia Islam, termasuk didalamnya ide untuk menyelenggarakan aksi ini.

04Des/10

Tsiqoh : Akhirnya Kau Kembali

vivapalestine

Malam hari itu, kegelisahan kami memuncak. Terasa hari demi hari yang telah kami lalui seakan tidak berarti. Harapan yang selama ini dirangkai, roboh begitu saja. Rasanya seperti tulang punggung ini lepas dari tempatnya. Ketidak-pastian yang terus menerus merundung kami, membuat sebagian dari kami mengalami degradasi semangat. Dan sejak saat itulah, syaitan tengah bermain di antara hati kami. Menyelusup kedalam sanubari dan melemahkan kesolidan yang selama ini terbangun. Seakan-akan tidak ada lagi untuk percaya. Sehingga pertanyaan-pertanyaan liar mengisi penuh kepala ini. Sangkaan-sangkaan pun menguasai diri. Mungkin sepeti itulah penggambaran kondisi kamiketika keberangkatan menuju El-Arish untuk menuju Gaza dalam konvoi Viva Palestina 5 (VP5) yang sudah didepan mata, lagi-lagi harus ditunda.

Diriku dan relawan dari Indonesia lainnya mungkin tidak terlalu merasakan hal sebegitu kecewa dibandingkan dengan relawan yang sudah bergabung dengan konvoi sejak konvoi mulai bergerak dari London, karena kami baru bergabung dengan konvoi ketika rombongan konvoi sampai di Syria. Akan tetapi tetap saja, rasa itu semakin tidak terkelola sehingga berdampak pada hati ini. Dan jujur ku katakan bahwa harapanku ketika itu hancur begitu saja.Speechles. Seakan pesona keindahan kota pelabuhan Lattakia di Syria tak dapat membendung emosi yang meluap-luap.