15Feb/11

Catatan Hidup Seorang Kader : It’s My Way

bali

Akhir Januari 2011, keluarga saya memperoleh kehormatan untuk menjadi tuan rumah bagi teman-teman organisasi saya – Jamaah Shalahuddin UGM, yang notabene merupakan lembaga dakwah kampus- yang berkunjung ke Bali. Mungkin orang luar akan menaikkan alis bertanya-tanya, untuk apa kader lembaga dakwah kampus pergi ke daerah yang sering dianggap sebagai sarang maksiat ini .Namun tentu saja rangkaian perjalanan kami ini tidak sama dengan perjalanan wisata yang biasa dilakukan oleh rombongan sekolah atau kantor. Memang, bisa dikatakan ini adalah agenda rihlah. Tapi kami berusaha agar apapun yang kami lakukan bisa bernilai ibadah. Jadi yang kami lakukan selama ada di pulau tempat kelahiran saya ini antara lain adalah memperbanyak silaturahim. Selain rumah saya, kami bersilaturahim ke rumah seorang rekan kami yang bertempat tinggal di kabupaten lain. Selain itu kami juga bersilaturahim ke Ustadz, serta ke dua lembaga dakwah kampus yang ada di dua Perguruan Tinggi Negeri yang ada di provinsi ini. Dari kunjungan-kunjungan tersebut, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terontar dari rekan-rekan saya. Entahlah… saya merasa rekan-rekan saya yang merupakan para aktivis dakwah kampus sudah memiliki pendapat awal tentang pulau ini, dan pedapat ini sepertinya banyak yang bersifat negatif. Jadi bisa dimengerti kenapa mereka terkesan terheran-heran ketika di tempat ini pun tetap ada penggerak-penggerak yang berusaha memperjuangkan dien ini.