Ancaman KIK terhadap Identitas “Kampus Kerakyatan” UGM

kik

Selasa, (1/3) sekitar pukul 10.00 WIB, Bunderan UGM dipadati puluhan massa. Mereka berkumpul dalam rangka menyerukan aksi tolak KIK untuk kesekian kalinya. Gerakan Tolak Komersialisasi Kampus beserta simpatisan dan mahasiswa UGM yang juga tidak setuju dengan diberlakukannya KIK itu beraksi dengan membawa spanduk sembari berorasi. Sesekali, mereka meneriakkan kata-kata ‘Tolak,.Tolak,.Tolak KIK’ di sepanjang jalan.

Rute aksi dimulai dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, lalu ke Bunderan Filsafat, melewati Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, dan berakhir di bunderan UGM. Konvoi motor menjadi pilihan jalannya aksi. Dari sana, mereka merapikan barisan untuk kemudian dilanjutkan dengan aksi berjalan kaki dari bunderan UGM menuju halaman gedung rektorat UGM. Spanduk-spanduk yang berisikan ‘Tolak KIK’ dibentangkan lebar-lebar. Sesampainya di depan Gedung Rektorat, mereka kembali berorasi secara bergantian. Satpam-satpam yang mayoritas satpam wanita, dikerahkan menjaga pintu masuk Gedung Rektorat. Namun, aksi mahasiswa yang tidak anarki membuat mereka hanya memantau dan memperhatikan jalannya aksi.

Penolakan KIK didasari oleh ketidakefektifan KIK sebagai alat meminimalisir tindak kriminal dan polusi dalam kampus. Kabar tebaru mengenai kejadian yang dialami Mahasiswa Administrasi Negara UGM dibacok dan diambil motornya secara paksa. Selain itu, satpam juga seringkali lalai mencocokkan nomor plat yang tertera di KIK dengan plat motor si pengendara. “Di manakah peran KIK?”, tanya salah seorang mahasiswa FISIPOL angkatan 2008 yang juga ikut serta dalam aksi ini. Menurutnya, adanya KIK hanya akan mencoreng nama UGM sebagai kampus kerakyatan. Menurutnya, tujuan adanya KIK lebih baik diganti dengan pemasivan peran SKK UGM.

Aksi Tolak KIK seperti ini sudah dilakukan tahun 2010. Lobi langsung dengan Rektor UGM pun sudah dilakukan, tetapi hasilnya tetap saja nihil. “Yang jelas, kami akan bergerak terus sampai SK Rektor tentang KIK dicabut!”, tegas mahasiswa FISIPOL tersebut. Aksi mahasiswa pun ditutup pada pukul 11.00 dengan menyanyikan lagu ‘Darah Juang’ secara bersama-sama di depan Gedung Rektorat UGM dengan khidmat.

By: Indias Nurul Aini P M

Kepala Divisi Media JS1432 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.