30Des/11

Gelanggang Mahasiswa : “Shalat Jumat bersama Rektor dan Aktivis terdahulu”

jumatan1

Siang itu, ada hal yang membuat beda dengan suasana Gelanggang Mahasiswa UGM. Siang yang cerah disertai sedikit mendung membuat suasana hati menjadi sejuk nan damai. Orang-orang berbondong-bondong menuju lapangan basket Gelanggang Mahasiswa. Ada apa gerangan ? Ternyata, hari itu (Jumat, 30 Desember 2011) Jama’ah Shalahuddin UGM mengadakan shalat Jumat di Gelanggang Mahasiswa. Bisa dikatakan, shalat Jumat ini merupakan shalat Jumat pertama kalinya di gelanggang mahasiswa setelah berpuluh-puluh tahun lamanya vakum. Tahukah kamu ? Berpuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1976 Jamaah Shalahuddin UGM berdiri sebagai Lembaga Dakwah Kampus UGM. Saat itu pula, gelanggang sebagai pusat pergerakan mahasiswa termasuk Jama’ah Shalahuddin sendiri menjadikan tempat ini menjadi pusat pergerakan keislaman kampus biru ini. Mulai dari acara pengajian-pengajian, shalat Jumat, peringatan hari raya, shalat tarawih, dsb. Bak rerumputan di musim hujam, peserta selalu membanjiri setiap acara Jama’ah Shalahuddin di gelanggang mahasiswa pada masa itu.

27Des/11

Musyawarah Akbar JS : Pemimpin Baru untuk Generasi yang Baru

js

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (An-Nisa : 09)

Roda kepemimpinan Dakwah Kampus telah bergulir, pergantian kepengurusan adalah suatu keniscayaan. Seperti yang tercantum dalam petikan ayat Al-Quran di atas, salah satu indikator generasi dikatakan berhasil adalah mereka yang bisa mengkader generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

18Des/11

Hari Pertama Musyawarah Akbar Jama’ah Shalahuddin

js

Bangsa yang besar tak lepas dari perencanaan yang rapi dan besar pula. Ahad tadi (18/12), Jama’ah Shalahuddin UGM mengadakan Musyawarah Akbar (MuSyak) sebagai bagian dari perencanaan yang besar tersebut. Musyawarah ini diselenggarakan di Ruang Audio Visual FEB UGM dari pukul 9.00 hingga 15.00 WIB. Acara dihadiri oleh pengurus Jamaah Shalahuddin yang sekarang aktif, perwakilan dari Sie Kerohaniaan Islam (SKI) Fakultas beserta para tamu undangan yang hadir dan dipandu oleh Sdr. Megantara Vilanda selaku anggota Presidium Pimpinan Majelis Permusyawaratan Akbar (PPMPA). Hadir pula anggota PPMA yang lain yaitu Sdr. Aqil Wilda. A dan Sdr. Sofiet Isa Mashuri.

11Des/11

Jalan yang Indah, Fitrah Kehidupan

jalan_indah

Ketentraman dan keindahan sudah menjadi fitrah kehidupan yang menjelma sebagai dambaan setiap insan. Seseorang rela mengorbankan apapun untuk meraihnya. Jalan yang ditempuh pun bermacam-macam, ada yang berangapan dengan mencari kekayaan, maka ketentraman hidup akan dengan sendiri diraihnya, ada yang mencapainya dengan jalan popularitas dan ada pula yang merengkuhnya melui perjalanan spiritual yang panjang. Agama dijadikannya sebagai tempat sandaran dalam setiap sendi kehidupan, Tuhan sebagai satu-satunya tempat berlabuh atas segala keluh.

“Oh God! If you save me, I’ll work for you”, itulah salah satu teriakan ekspresi untuk mencari hakikat hidup oleh Cat Steven, seorang penyanyi terkemuka asal inggris sekitar akhir tahun 60’an. Pada tahun 1975 dia berlibur ke Malibu, Calofornia. Saat itu dia terseret ombak besar, dengan keadaan timbul tenggelamnya antara hidup dan mati, dengan keras ia teriakkan permohonannya kepada Tuhan. Dan akhir kejadiaannya, perlahan-lahan ombak itu mengantarkannya kembali ke tepi pantai, alhasil ia selamat dari misteri yang hampir merenggut nyawanya.

11Des/11

Sebuah Analisis Globalisasi: “(Re)interpretasi Gerakan Islam”

globalization

Dalam KBBI, globalisasi (arus global) diartikan proses masuknya ke ruang lingkup dunia.Agaknya definisi ini masih terlalu umum dan memiliki berbagai definisi turunan, yang bisa jadi salah satu dari definisi turunan tersebut terlampau jauh dari makna induknya. Sehingga diperlukan penelusuran lebih jauh tentang terminology globalisasi ini. Sampai saat ini, asal istilah globalisasi masih menjadi bahan perdebatan. Frank (1998) menyebutkan bahwa istilah globalisasi pertama kali muncul saat terjalinnya perdagangan antara Peradaban Lembah Indus (bagian barat daya India) dengan Sumer (bagian selatan Mesopotamia) 3000 tahun sebelum masehi[1]. Zaman keemasan Islam (750-1255 M) merupakan tahap awal yang juga penting dari globalisasi ini, karena memang pada masa rentang masa itu Islamlah yang memberikan kontribusi terbesar di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya bagi dunia.