Monthly Archives: Januari 2012

LDK Jama’ah Shalahuddin 1433H : “Menyambung Mata Rantai Dakwah”

js

“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah di atas ilmu (hujjah yang nyata). Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’.” (QS. Yusuf : 108)

Dakwah adalah pekerjaan besar. Cita-citanya sangat tinggi. Tujuannya sangat mulia. Perjalanannya pun sangat panjang. Jama’ah Shalahuddin sebagai salah satu Lembaga Dakwah Kampus yang memiliki visi tegaknya kalimat Tauhid pun tengah mengambil peran dalam perjalan dakwah ini. Setelah melangsungkan musyawarah akbar selama tiga belas hari ditambah dengan kerja dewan formatur selama kurang lebih satu pekan, akhirnya terbentuklah struktur dakwah kampus yang baru.

Kami Tunggu Kedatangan Kalian !

jihad

Kini, ditengah-tengah terpuruknya umat Islam di bumi ini, dan kemunduran umat ini kita saksikan di setiap langkah kaki kita berpijak. Benar kata Rasulullah SAW, suatu saat nanti Islam di akhir zaman diantara orang-orang kafir bagaikan makanan yang berada disebuah wadah yang diperebutkan oleh orang-orang yang kelaparan. Dan begitu juga umat Islam sendiri bagaikan buih dilautan, banyak tetapi tidak berdaya. Di bumi jihad palestina kita menyaksiakn sendiri bagaimana kaum kafir zionis la’natullah ‘alaihim jami’an yang penduduknya hanya segelintir orang mampu menyiksa, merampas dan membunuh di tengah-tengah bangsa arab yang mayoritas kaum Muslimin.

Rich Da’i, Poor Da’i

dakwah2

“Nahnu Du’at Qobla kulli syai’in (kita adalah da’i sebelum menjadi apapun)”


Ungkapan diatas sering kita dengar dan mungkin selalu disampaikan oleh para aktivis dakwah dalam meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa profesi mula seorang muslim menjadi apapun adalah bertugas menyampaikan risalah dakwah Rasulullah SAW kepada umat islam.

Sebagai agent of change, seorang Da’i tidak terlepas oleh dinamika kehidupan, baik dari kehidupan personal maupun secara kolektif. Salah satu yang harus kita pahami dalam menjalankannya adalah kebutuhan seorang Da’i dalam Iqthisody-nya (kewirausahaan).

Berbicara tentang amal ke-ekonomian, seorang da’i memutar dalam dua perspektif yaitu penting atau tidak penting amal iqthisody (kewirausahaan) ini dalam membangun dakwah itu sendiri.

Belajar dari Mushab Bin Umair : Sang Mujahid Gagah Berani

aurora

Siapa yang tak mengenal sosoknya diwaktu muda, penampilan sewaktu mudanya yang tampan dan rupawan, dan dibesarkan dalam keadaan yang serba kecukupan dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Tak mengherankan jikalau ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan bintang di tempat-tempat pertemuan, dialah Mushab Bin Umair.

Kisahnya menjemput Hidayah Keislaman, diawali ketika ia mendengar tentang Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang kala itu mendakwahkan dirinya sebagai Rasulullah dan mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah yang Esa. Setelah mendengar Rasulullah sering mengadakan pertemuan dengan para sahabatnya di rumah Arqam bin Abil Arqam, ia pun menyempatkan diri mengikuti majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Al Qur’an. Wahyu yang kala itu dibacakan oleh Rasulullah didengar oleh Mush’ab hingga merasuki hatinya dan menjadi jalan hidayah Allah kepadanya.

Cara Menulis di Web JS

Ini adalah website resmi Jama’ah Shalahuddin DK UGM yang dikunjungi sekitar 1500 pengunjung/hari. Ingin tulisan kamu dimuat di website Jama’ah Shalahuddin UGM (http://js.ugm.ac.id) ? Kamu bisa mengirimkannya ke

email : jamaah_shalahuddin@ugm.ac.id dengan Subject : “Kirim Tulisan Web JS”. File di-attach file disertai dengan biodata singkat pengirim. Setelah terkirim, kamu bisa melakukan konfirmasi ke atau ke Eka: 087822443470

Selanjutnya tulisan yang masuk akan dilakukan review sebelum diterbitkan atau tidak. Tulisan memungkinkan untuk dilakukan pengeditan oleh admin. Adapun ketentuan untuk format dan content adalah sebagai berikut: read more

X