Seni Menikmati Ujian Sakit

nikmat-Sakit

Seringkali manusia lalai dengan nikmat Alloh berupa sehat. Manusia sering lalai dengan sesuatu yang tak terasa menempel pada dirinya, termasuk sehat, nikmat yang keberadaannya sering tak dirasakan manusia. Padahal ia (sehat) melekat pada jasad yang aktivitasnya padat merayap. Sampai-sampai baru bisa merasakan nikmatnya tubuh kuat ketika sakit menggantikan sehat. Begitulah hidup, keberadaannya selalu berpasangan, ada sehat maka ada sakit. “sepandai-pandainya tupai melompat, ia pasti akan jatuh juga”. Sekuat-kuatnya manusia, ia tetaplah manusia yang memiliki titik lemah, pada saatnya ia akan jatuh sakit juga. Sakit datang ketika imunitas tubuh menurun sehingga sumber penyakit yang sejatinya sudah menempel di dalam tubuh mudah menyerang dan merusak kekebalan.

Alloh menguji manusia melalui banyak jalan. ujian datang dapat berupa kebaikan, kemaksiatan, keburukan, termasuk keadaan yang tidak menguntungkan yaitu sakit. Ketika sudah mengalami symtop (gejala, misal: tidak enak badan) atau bahkan sudah mengalami sakit hendaknya segera berobat. Berobat merupakan aktivitas naluriah, artinya ini menjadi suatu kebiasaan manusia tanpa pikir panjang. Berobat ini juga salah satu anjuran nabi. Dikisahkan  seorang Arab Badui yang datang menemui Rasul dan bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah kami perlu berobat?. Rasul bersabda, “berobatlah kamu karena sesungguhnya Allah tidak mendatangkan penyakit, kecuali mendatangkan juga obatnya, kecuali satu penyakit yang tidak ada obatnya yaitu Tua.” (H.R Abu Dawud). Jadi, obatilah sakit Anda dan janganlah mencari obat jika Anda mengeluh karena Tua. Jika Anda Tua, Anda tidak akan menjadi muda dengan berobat. 🙂

Dua orang yang sama-sama sedang diuji Alloh dengan kesakitan, akan berbeda nilainya dihadapan Alloh tergantung bagaimana menyikapi ujian (sakit) tersebut. Sebagai seorang muslim, tentu harus mencetak nilai lebih dihadapan Alloh ketika diuji dengan sakit. Sakit yang melanda bukan alasan untuk tetap mendulang pahala. Diperlukan seni tersendiri untuk menikmati dan menyikapi ujian sakit agar sakit tak datang sia-sia.

  1. Ridho & Sabar

Inilah ciri mu’min sejati. Uniknya seorang mukmin terletak disini. Dalam keadaan apapun ia akan sabar dan Ridho dengan segala ketentuan Alloh. Apapun bentuknya. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang menimpanya hanya karena Kehendak Allah saja. Dalam firmannya, Allah menyuruh kita bersabar terhadap segala sesuatu yang menimpa kita,

“… dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, ORANG-ORANG YANG SABAR TERHADAP APA YANG MENIMPA MEREKA, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.” (Q.S Al-Hajj (22): 34-35).

 

Dalam ayat lain, Allah berfirman,

“… dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” (Q.S Al-Baqarah (2): 155-156).

 

Jika setiap musibah termasuk sakit dihadapi dengan ridha dan sabar, maka Allah akan melebur dosa dan kesalahannya. Sebagaimana sabda Nabi, “Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim kecuali Allah akan menghapus dosanya sampai-sampai duri yang mengenainya.” (H.R Bukhari dan Muslim)

 

  1. [Tetap] Husnudzon kepada Allah

Ketika sakit melanda, seorang muslim hendaknya selalu berbaik sangka kepada Allah dan tidak berputus asa untuk senantiasa mengharap pertolongan Allah. Tentu kita sebagai muslim tahu betul bahwa Allah tergantung persangkaan kita (hamba-Nya).

diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata Nabi saw bersabda: Allah berfirman: “Aku tergantung ‘pada persangkaan hamba-Ku”. (H.R Bukhari)

 

Tiga hari sebelum wafatnya Nabi Saw, shabahat Jabir r.a mendengar beliau saw bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang kalian meninggal kecuali ia berbaik sangka kepada Allah Swt.” (H.R Muslim dan Abu Dawud)

 

  1. Mengucapkan perkataan baik

Perkataan yang baik akan menimbulkan perasaan optimis. optimisme akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Sebuah hasil penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang lebih optimis memiliki system daya tahan tubuh yang lebih baik. Taukah kita? Ketika berkata sesuatu itu sama dengan berkata dengan diri kita sendiri. Perkataan kita akan mensugesti diri kita sendiri. Sel-sel di dalam tubuh kita akan bekerja mengarah seperti apa yang ada di dalam pikiran kita. “Your word make you”, begitulah kira-kira istilahnya.

Meskipun sakit, mulut seorang mukmin selalu terjaga dari perkataan-perkataan yang hina seperti melaknat hidup kita sendiri, yang merupakan pemberian Allah ‘Azza wa Jalla. Salah satu yang kurang disukai Allah adalah mengeluh yang berlebihan sehingga mengeluarkan suara karena kesakitannya. Namun, apabila sudah tidak tahan sehingga terpaksa mengeluarkan suara, hendaknya menghindari ucapan-ucapan yang tidak berguna dan mengucapkan perkataan yang dapat mengingatkan pada Allah, seperti Subhaanallaahi (Maha Suci Allah), Astaghfirullaah (Aku mohon ampun kepada Allah), Allaahu Akbar (Allah Maha Besar), dll.

 

  1.  [Tetap] ceria

Suasana hati yang ceria dan perasaan bahagia dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Orang yang bahagia lebih baik dalam memproduksi hormon oksitosin yang dapat merangsang system kekebalan tubuh. Sebaliknya, apabila sering mengalami stress maka tubuh akan lebih banyak memproduksi hormon kortisol yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ceria merupakan suasana yang bersebrangan dengan stress. Jika stress dapat menurunkan system kekebalan yang membuat orang sakit semakin lemah tubuhnya, maka logikanya, keceriaan akan menaikan/memperbaiki system kekebalan yang membantu memulihkan tubuh saat sakit. Inilah hikmah mengapa ketika ada saudara kita yang sakit, maka kita dituntunkan untuk menjenguknya. Saudara kita yang sakit akan merasa terhibur dan terlupakan sejenak rasa sakit yang dideritanya. Bentuk perhatian yang sampai pada si sakit akan memotivasi si sakit untuk segera sembuh.

Wallahu a’lam.

Minuk Kusmia

BKK5 JS 1434H

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.