16Apr/14

DAKWAH KAMPUS (Sebuah Brainstorming)

DAKWAH KAMPUS
Sebuah Brainstorming
Najmi Wahyughifary
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1435 H


JS Editorial

Mendengar istilah ‘ideal’ tentunya yang paling menonjol ialah situasi atau keadaan dimana sebuah instrument ataupun sistem berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang diinginkan.
Pertama memikirkan kata ‘ideal’, beberapa kata terlintas begitu saja di benak: pengkaderan yang sehat, syi’arnya kuat, manajemennya tepat, fikroh dan orientasinya selamat, rekrutmennya semangat, progresnya cepat, dan jaringannya kuat. Namun naif rasanya menyebut ini sebagai ideal. Pasalnya kadar idealisme itu relatif, tergantung pada bahasawannya. Beda persepsi, beda pula kadar idealismenya. Terlebih tulisan ini menyoal dakwah kampus pada tataran konsep, yang secara prinsipil merupakan kerangka tubuh atas pergerakan dakwah di kampus. Jelas perkara yang tak boleh main-main, bukan? Pun begitu, adalah wajib bagi seorang aktivis dakwah kampus untuk memahami konsep dakwah kampus, sehingga ada korelasi antara pemahaman dan pergerakan. read more

16Apr/14

Penataan Peran Wanita dalam Islam serta Dampak dari Perkembangan Pemikiran Feminisme

Penataan Peran Wanita dalam Islam serta Dampak dari Perkembangan Pemikiran Feminisme

Faridah Nur’aini
Kepala Departemen Kemuslimahan Jama’ah Shalahuddin UGM 1435 H

JS Editorial

PENDAHULUAN
Sepanjang sejarah dunia, wanita pernah mengalami nasib yang tak memandang tempat juga zaman, yaitu wanita lebih sering dianggap objek daripada manusia. Peradaban Yunani Kuno membolehkan wanita diperjualbelikan layaknya budak, tidak memiliki hak sipil dan juga hak waris. Begitu pun wanita belum naik kelas di peradaban Romawi. Di India terkenal dengan tradisi Hindu yang bernama Sati, sebuah prosesi membakar diri bagi janda yang ditinggal mati suaminya. Peradaban Cina Kuno juga menempatkan wanita sebagai warga kelas dua. Demikian nasib wanita ditinjau dari segi peradaban. Sama halnya saat masa sebelum Islam datang, masyarakat Arab sangat berduka dengan kelahiran perempuan dan tega membunuh atau menguburkan anak perempuannya hidup-hidup.
Ketika “kabut hitam” menyelimuti wajah wanita, maka cahaya Islam datang dan bersinar meneranginya. Islam menempatkan kedudukan wanita pada proporsi yang mengakui kemanusiaan mereka. Ayat al-qur’an yang pertama kali melihat kesejajaran wanita dengan kaum pria adalah QS. Al-Lail: 3-10. Islam tidak membedakan antara pria dan wanita. Al-qur’an telah menghilangkan diskriminasi gender, tanpa menghilangkan peran kaum pria sebagai qawwamun (Pemimpin bagi kaum wanita). Disini terlihat bahwa agama islam merupakan agama yang mempunyai prinsip-prinsip keadilan gender. Di awal sejarah islam juga sudah mencatat peranan wanita yang sangat signifikan, hal ini bisa kita lihat dari sebuah hadis yang dinisbahkan kepada nabi yang berbunyi:
“Ambilah setengah pengetahuan agama dari al-Humaira (yaitu Aisyah)” read more