Vektor Kehidupan

Oleh Yarabisa Yanuar

Departemen Pelayanan dan Syiar

 

Grafik vektor gaya menunjukan beberapa gaya yang bekerja terhadap suatu titik tertentu dan akan menghasilkan sebuah resultan gaya, yaitu jumlah dari berbagai gaya yang bekerja pada titik tadi. Vektor adalah besaran yang memiliki arah, sehingga titik tersebut akan bergerak sesuai resultan gaya yang bekerja pada arah tertentu pula.

 

Perhatikan bahwa sesungguhnya yang terjadi pada titik tersebut sama dengan yang terjadi pada kehidupan manusia. Jika dalam grafik vektor terdiri dari sumbu x dan sumbu y, maka vektor kehidupan juga terdiri dari 2 sumbu, yaitu sumbu x sebagai fungsi waktu, dan sumbu y sebagai besarnya usaha yang seorang muslim lakukan. Besarnya usaha terbagi menjadi usaha positif (amal sholih) dan usaha negatif (perbuatan dosa) sebagaimana sumbu y terdiri dari y positif dan y negatif, tetapi sumbu x negatif tidak digunakan karena dalam kehidupan, waktu tidak pernah bernilai negatif.

 

Sebagaimana dalam sebuah grafik yang terdiri dari 4 kuadran, kehidupan juga memiliki kuadran, tetapi hanya berjumlah 2 buah. Grafik vektor kehidupan adalah usaha dan waktu, dan kehidupan hanya memiliki 2 tempat akhir. Bagi seorang muslim tentu tempat tinggal terakhir manusia adalah surga dan neraka. Yang perlu ditekankan adalah berapa batas waktunya?

 

Banyak manusia, bahkan seorang muslim seolah tertutup matanya mengenai kapan waktu kehidupan ini berakhir. Dan kita semua tahu bahwa setelah kehidupan di dunia ada kehidupan akhirat dengan waktu tak hingga. Tentu jika dibandingkan dengan kehidupan di dunia perbandingannya sangat jauh. Dunia adalah setitik waktu dan akhirat adalah waktu yang tak hingga.

 

Di sinilah grafik vektor akan membuka mata kita semua bahwa waktu kita di dunia ini adalah amat sedikit. Selain itu ada dua kuadran yang akan manusia tempati nantinya, kuadran surga atau kuadran neraka.

 

Berikut gambar grafik vektor kehidupan:

 

 

Selanjutnya resultan dalam sebuah vektor gaya akan ditentukan oleh besarnya gaya dan sudut yang dibentuk oleh vektor gaya terhadap sumbu x atau y sehingga resultan tersebut akan mengantarkan titik kecil tadi ke suatu kuadran. Begitu juga dalam vektor kehidupan, besarnya usaha positif dan negatif akan menentukan besar sudut terhadap fungsi waktu. Usaha tersebut akan menghasilkan resultan yang menghantarkan setitik kehidupan di dunia ke kuadran surga atau neraka.

 

Poin penting dalam vektor kehidupan adalah besar dan arah gaya vektor kehidupan yang hanya dapat ditentukan saat berada di titik kecil kehidupan dunia. Dari setitik vektor gaya dalam kehidupan itulah akan menentukan jalannya resultan kehidupan manusia setelah titik kecil di dunia yang berlangsung selama waktu t = tak hingga.  Demikianlah vektor kehidupan menjelaskan bahwasannya besar dan arah usaha dalam waktu yang amat singkat di kehidupan dunia akan menentukan tempat akhir manusia selama t = tak hingga, yakni masa kehidupan akhirat. Di manakah kita nanti di masa t= tak hingga, kuadran surga ataukah kuadran neraka?

Allah mengingatkan orang beriman untuk mencari bekal akhirat dalam QS Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 

Mencari bekal adalah menghasilkan sebesar-besarnya usaha positif saat berada di titik kehidupan dunia sehingga vektor kehidupan akan berjalan ke kuadran surga. Jika terlibat usaha-usaha negatif (perbuatan-perbuatan dosa) tentunya akan menurunkan besar sudut usaha positif terhadap fungsi waktu sehingga ketika usaha negatif tersebut lebih besar akan menghantarkan ke kuadran neraka. Dengan catatan bahwa tauhid adalah penentu yang lebih utama, apakah grafik kehidupan kita di masa kehidupan akhirat akan selamanya berada di kuadran neraka atau tidak?

 

            “… dan sebaik-baik bekal adalah taqwa…” [QS Al-Baqarah :197].

Sebaik baiknya usaha adalah taqwa, dalam setitik kehidupan dunia ini mari kita terus tingkatkan usaha positif kita sebagai penentu perjalanan kehidupan akhirat kita nanti dengan waktu = tak hingga.

 

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *