Dialog Akbar Menggalang Solidaritas Untuk Rohingya

rohingya `4

Fenomena terdamparnya para pencari suaka di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali membuka ingatan masyarakat Indonesia akan kerasnya kehidupan di negara-negara yang sedang dalam keadaan berkonflik. Para pencari suaka yang kebanyakan berasal dari etnis Rohingya, salah satu etnis minoritas di Myanmar, mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pemerintahan setempat. Tidak hanya itu, etnis Rohingya juga mengalami kekerasan struktural dari etnis mayoritas Myanmar yang beragama Budha. Konflik vertikal antara pemerintahan Myanmar dengan etnis minoritas Rohingya telah eksis sejak kemerdekaan Myanmar di tahun 1948. Pemerintah Myanmar menganggap etnis Rohingya merupakan imigran ilegal yang tidak pantas bermukim di teritorial Myanmar. Dengan adanya kebijakan demikian, pemerintah Rohingya berusaha mengusir mereka secara pelan-pelan dan tidak memberikan hak-hak dasar kepada mereka. Kini, konflik tersebut tereskalasi hingga pada tahapan yang tidak terbayangkan sebelumnya, dibuktikan dengan dipilihnya sebuah opsi oleh ribuan warga Rohingya untuk mempertaruhkan nyawanya di lautan Hindia demi menemukan kehidupan yang lebih baik di negara tetangga, salah satunya Indonesia.

Tragisnya kehidupan masyarakat Rohingya sebagai saudara serumpun bangsa Indonesia, terkhusus saudara seiman masyarakat muslim di Indonesia, seharusnya dapat menyentuh sanubari bangsa Indonesia untuk membantu mereka. Dalam upaya menyinggung kembali permasalahan masyarakat Rohingya serta mencari solusi alternatif bersama, Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada (JS UGM) bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT Indonesia) dan Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN akan mengadakan Dialog Akbar bertemakan “Solidaritas Untuk Rohingya”. Dialog Akbar akan dilaksanakan pada Jum’at, 22 Mei 2015 di Masjid Kampus UGM setelah shalat Jumat hingga sebelum shalat Asar. Dialog Akbar akan diisi oleh beberapa pembicara, yakni Ridwan Hamidi, Lc., M.A, M.PI (Inisiator Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN) dan Syuhelmaidi Syukur (Ketua Komite Nasional Solidaritas Untuk Rohingya dan Senior President ACT Indonesia), serta dimoderatori oleh Ahmad Rizky Mardhatillah Umar (Researcher at ASEAN Studies Center Universitas Gadjah Mada). Dialog akbar ini terbuka untuk umum, baik laki-laki maupun perempuan. Dengan mengangkat hashtag #RohingyaNeedOurHands, Dialog Akbar ini berupaya menyadarkan masyarakat mengenai urgensi bantuan yang dibutuhkan kepada masyarakat Rohingya. Bantuan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia saat ini tidak hanya sekedar bersifat material, melainkan juga bantuan moral. Dalam hal ini, JS UGM akan mengadakan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada pihak yang berwenang untuk kemudian diberikan untuk perbaikan perekonomian masyarakat Rohingya. Selain itu, dalam Dialog Akbar akan diadakan launching “Sahabat Rohingya” untuk mengumpulkan orang-orang yang berminat membantu permasalahan masyarakat Rohingya. Dengan diadakannya Dialog Akbar, diharapkan masyarakat Indonesia bergerak untuk mencarikan solusi demi perdamaian dan stabilitas keamanan, tidak hanya di internal Myanmar maupun pada wilayah regional ASEAN.

Upaya mengangkat permasalahan Rohingya tidak hanya sebatas pada event Dialog Akbar. Pada hari yang sama, JS UGM akan mengutarakan wacana mengenai Rohingya secara praktis. Setelah Dialog Akbar selesai, akan diadakan aksi bersama oleh mahasiswa se-UGM bekerja sama dengan lembaga-lembaga kemahasiswaan. Aksi tersebut memiliki tema “Gadjah Mada Bersimpati” di Bunderan UGM dan dimulai pukul 15.30 WIB. Aksi tersebut dilakukan dengan jas almamater dan mengangkat hashtag #UGMforRohingya. Aksi tersebut diharapkan menjadi representasi pihak UGM dalam menyadarkan pihak-pihak yang berkepentingan serta masyarakat umum mengenai pentingnya memperhatikan tragedi yang dialami oleh masyarakat Rohingya. UGM diharapkan menjadi inisiator dalam mencari solusi-solusi alternatif yang dapat diimplementasikan oleh segenap pihak demi mewujudkan perdamaian.

*Raka Nur Wijayanto -Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.