I-Lecture: Keutamaan-keutamaan bulan puasa (Ahad, 24 April 2015)

Review I-Lecture Jamaah Shalahuddin Ahad Pagi

Waktu                   : Ahad, 24 April 2015

Materi                  : Keutamaan-keutamaan bulan puasa.

Tidak terasa kurang dari sebulan lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan Ramdhan adalah bulan yang mulia, bulan dibukanya pintu-pintu surga. Adapun pada kali ini kita akan membahas mengenai keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan puasa itu sendiri.

Keutamaan berpuasa:

  1. Puasa merupakan ibadah yang balasannya tidak terbatas. Allah berhak melipat gandakan pahala puasa seseorang, karena Allah tidak memberi batasan secara langsung, karena Allah hanya mengatakan bahwa ganjaran dari ibadah adalah langsung dari Allah SWT. Selain itu bagi orang yang menjadi ahli berpuasa jua terdapat pintu khusus dalam surga yaitu Ar-rayan.

 

  1. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan. Seperti yang terdapat dalam hadis Rasulullah SAW:

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

 

  1. Berpuasa pada bulan Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa kecil kita. Seperti hadis Rasulullah SAW

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari [38, 1901, 2014] dan Muslim [760] dari sahabat Abu Hurairahradhiyallahu’anhu)

 

“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim [233])

 

  1. Bau mulut orang yang berpuasa pada saat di surga kelak akan lebih harum daripada baunya parfum. Seperti sabda Rasulullah SAW “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada harumnya minyak kasturi…”

 

  1. Doa orang yang berpuasa akan mustajab hingga dia berbuka.

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 50).

 

Adapun untuk menyempurnakan ibadah puasa kita. Ada perlunya pula kita memperhatikan adab-adab dalam berpuasa, sehingga kita dapat menerima keberkahan yang sempurna dari ibadah kita.

  1. Makan sahur. Karena dalam sahur tersebut terdapat keberkahan.
  2. Mengakhirkan makan sahur. Sahabat Zaid, salah satu orang terdekat Rasulullah SAW, meriwayatkan bahwa saat dia sahur bersama keluarga Rasulullah SAW, jarak waktu antara mereka sahur dengan salat shubuh adalah seperti membaca 50 ayat Al-Qur’an.
  3. Menyegerakan berbuka puasa.
  4. Dianjurkan berbuka dengan kurma. Karena Rasulullah SAW apabila berbuka maka beliau mendahulukan memakan kurma, apabila tidak ada beliau memakan kurma kering, dan apabila tidak ada beliau mendahulukan meminum air putih.
  5. Hendaknya memperbanyak doa kepada Allah SWT, karena doa orang yang berpuasa adalah mustajab.
  6. Tatkala berbuka puasa kita berdoa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW membaca doa makan sebelum berbuka, kemudian membaca doa berbuka puasa setelah memakan kurma.
  7. Saat sedang berpuasa kita sangat dianjurkan untuk menghindari dosa-dosa kecil, terlebih-lebih lagi dosa besar.
  8. Hendaknya kita memperbanyak sedekah. Terutama sekali memberi makan orang yang berpuasa, karena ganjarannya sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut.
  9. Memperbanyak bacaan Al-qur’an di bulan suci Ramadhan. Begitulah amalan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Bahkan, Imam Malik memilih menutup sementara majelis ilmunya pada bulan Ramadhan dan menggantinya dengan membaca Al-Qur’an.
  10. Hendaknya meningkatkan ibadah kita pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apalagi pada sepuluh hari terakhir ini terdapat malam Lailatul Qadr, yaitu malam seribu bulan. Hal yang berbeda terjadi pada masyarakat kita saat ini, dimana pada 10 hari terakhir masyarakat justru sibuk mempersiapkan idul fitri dan melonggarkan ibadahnya.
  11. Hendaknya pada saat berpuasa tidak berlebih-lebihan saat berkumur-kumur.
  12. Hendaknya mengiringi puasa Ramadhan dengan puasa nafilah (tambahan) tujuh hari pada bulan Syawal.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X