Longmarch Muslimah Yogyakarta Peringati IHSD Ke-11

[JS News] Ahad, 6 September 2015, Jama’ah Shalahuddin UGM bekerjasama dengan Kemuslimahan Stiper Surya Global dan muslimah FSLDK wilayah Yogyakarta, mengadakan longmarch dan aksi dalam rangka memperingati IHSD (International Hijab Solidarity Day) ke-11. Longmarch dan aksi diikuti oleh sekitar 150 muslimah dari berbagai bidang kemuslimahan Lembaga Dakwah Kampus di Yogyakarta.

IHSD atau International Hijab Solidarity Day merupakan hari peringatan solidaritas hijab internasional. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol – simbol keagamaan, sehingga menimbulkan banyak protes dari kalangan kaum muslim. Dari protes tersebut lahirlah Konferensi London pada 4 September 2004. Konferensi dihadiri oleh berbagai kalangan dan ulama di seluruh dunia, salah satunya adalah Syeikh Yusuf Al Qardawi.

Longmarch dan aksi peringatan IHSD ke-11 diawali dengan gathering dan persiapan peserta di Gelanggang Mahasiswa UGM pukul 08.00. Sambutan diberikan oleh ketua FSLDK regional Yogyakarta, Jamhari. Selanjutnya dilakukan pengarahan teknis lapangan oleh Penanggung Jawab Komisi C (Kemuslimahan) regional Yogyakarta, Mizani Akhsani.

Longmarch dimulai dari Bunderan UGM sekitar pukul 09.00. Alur longmarch meliputi Bunderan UGM-Mirota Kampus-Toko Buku Gramedia-Bunderan UGM. Titik aksi utama berada di Bunderan UGM. Suasana Bunderan UGM berubah menjadi serba pink oleh warna dresscode peserta longmarch dan aksi. Selama longmarch dan aksi berlangsung dilakukan pula pembagian amunisi berupa jilbab, bunga, stiker dan surat cinta oleh peserta kepada setiap mahasiswa, pedagang, pejalan kaki, dan pengendara motor yang berlalu lalang di sekitar Bunderan UGM.

Aksi kali ini bertemakan “Dakwah Profesi Muslimah”. Sesuai tema yang diangkat, terlihat beberapa muslimah mengenakan busana dan perlengkapan yang menunjukkan berbagai profesi seperti dokter, perawat, petani, mahasiswa, murid, guru, dll. Selain itu, longmarch dimeriahkan dengan spanduk dan poster propaganda berupa ajakan untuk berhijab syar’i dan bagaimana menjadi seorang muslimah yang sesuai dengan ajaran islam. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah adanya keberanian tiga peserta aksi yang menggunakan dandanan dan busana “pocong” dengan membawa poster bertuliskan sindiran “Sampai Kafan Menutupi auratmu???” berdiri di atas pusat Bunderan UGM.

Orasi oleh seorang mahasiswi Fisipol UGM dan mahasiswi Stiper Surya Global pun mewarnai keramaian aksi. Orasi berisi tentang ajakan kepada muslimah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kewajiban menutup aurat serta menjadi pribadi muslimah yang berkarakter, karena muslimah memiliki peran yang begitu penting dan mendasar dalam mendidik generasi bangsa.

Longmarch dan aksi peringatan IHSD ke-11 ditutup dengan penerbangan puluhan balon gas yang membawa poster bertuliskan “asyiknya berhijab” dan “Indonesia Bebas Berhijab”. Makna yang tersimpan dari puncak acara ini adalah harapan dan tuntutan para muslimah untuk memperjuangkan hak semua profesi muslimah negeri ini untuk diberikan kebebasan berhijab termasuk bagi TNI muslimah.

Peringatan IHSD ke-11 ini sejatinya bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada muslimah dalam memaknai kewajiban berhijab syar’i sesuai yang diatur dalam QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

~Show Your Talent, through the characters and intellectual, Muslimah Mewarnai Dunia~

 

(Amin Septianingsih– PSD Muslimah JS UGM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *