“Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Oleh Fajar Hamid -Tim Gelanggang 2012-

 

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam seperti salat, i’tikaf, maupun ibadah-ibadah lainnya. Secara bahasa masjid berasal dari kata يسجد – سجد (sajada-yasjudu) yang arti sujud. Dan kata المسجد termasuk pengembangan dari kata يسجد–سجد. Sebagai tempat ibadah ada etika-etika yang harus diterapkan di dalam masjid. Seperti salat tahiyatul masjid. Salat ini merupakan wujud penghormatan kepada masjid yang dilakukan sebanyak dua rakaat. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).

Terkait masalah salat tahiyatul masjid tersebut, ada satu pertanyaan menggelitik yang pernah diajukan seorang jamaah kepada Tim Gelanggang. “Mas, kalau di sini itu ada salat tahiyatul Gelanggang ga?”, dan Tim Gelanggang hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan tersebut.

Seperti yang kita ketahui perwajahan Gelanggang sangat beragam dan dimiliki oleh semua UKM. Bang Aad—sapaan akrab Ustadz Andriano—pun memberikan julukan “Masjid Imajinatif” bagi Gelanggang karena keberagaman wajah itu. Bagi anak-anak UKM Futsal, Gelanggang—tepatnya Hall Gelanggang—bagaikan lapangan futsal. Sementara bagi UKM Kesenian Hall Gelanggang menjadi panggung pertunjukkan mereka. Namun, di sisi lain wajah dari Gelanggang adalah masjid. Kenapa? Karena selain Gelanggang menjadi tempat salat Jumat, Gelanggang pernah menjadi pusat seluruh aktivitas keislaman. Tepatnya sebelum UGM memiliki Masjid Kampus. Mulai dari salat Tarawih, kajian sampai salat Jumat. Dan yang menjadi aktor utama bergantinya Gelanggang menjadi masjid adalah Jama’ah Shalahuddin. Kejadian unik lainnya di Gelanggang yaitu saat salat Jumat berbarengan dengan natal. Suatu kejadian yang mungkin tidak pernah terjadi di masjid-masjid lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X