Oleh Taufik Hidayat anggota Gadjah Mada Menghafal Al-Qur’an (GMMQ) 2014

Selasa pagi, 2 Agustus 2016, menjadi salah satu momentum yang tepat untuk misi kebaikan khusus yang teremban oleh para aktivis dakwah kampus. Pada pagi itu, tujuh orang perwakilan dari Jama’ah Shalahuddin berkunjung ke Keluarga Mahasiswa Nahdatul Ulama (KMNU) UGM yang bertempat di Sekretariat KMNU UGM, Jl. Pandega Marta, Kab. Sleman, Prov. D.I.Yogyakarta. Kunjungan ini bermaksud untuk menjalin silaturahim dan mengetahui perkembangan KMNU UGM serta berusaha menjalin kerjasama antara Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM dengan KMNU UGM. Di tempat tersebut, rombongan JS UGM disambut oleh Ferdy Azmal F. (FIB UGM 2014) selaku Ketua Umum KMNU UGM, dan Rilwanu Arroiyyan (SV UGM 2014) selaku Kadep. Kajian dan Amaliyah serta beberapa pengurus yang lain.

Dalam pertemuan itu, JS UGM dengan KMNU UGM saling bercerita sambil sesekali bergurau. Diceritakan kepada rombongan JS UGM bahwa KMNU UGM telah berumur 15 tahun lamanya. KMNU UGM merupakan sebuah komunitas dari para mahasantri yang mempunyai visi dan misi mensyiarkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah di Universitas Gadjah Mada. Jumlah anggota di tahun kepengurusan 2015/2016 setidaknya terdapat 30 orang dengan dibina atau didampingi oleh K.H. Mustafidz, S. Fil. Departemen-departemen KMNU UGM antara lain Kajian & Amaliyah, PSDM, Keputrian, Kewirausahaan, Jaringan, dan Media. Kegiatan-kegiatan KMNU UGM di antaranya diadakan tiap malam jum’at dua minggu sekali dan satu bulan sekali, yakni Gadjah Mada Bersholawat tiap hari jum’at di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, dua minggu sekali ada kajian kitab di Mushola Fakultas Filsafat UGM, berwirausaha melalui penjualan hijab, kunjungan ke pesantren-pesantren, serta di waktu-waktu akhir kepengurusan mengadakan Tabligh Akbar. Sumber Dana KMNU murni didapat dari swadaya pengurus KMNU serta bantuan infaq dari para Kyai.

WhatsApp Image 2016-08-06 at 09.10.10

Tidak lupa kami berbicara mengenai permasalahan di internal lembaga. Jenis masalah yang sering terjadi KMNU UGM ialah masalah pengkaderan seperti kader irisan (kader yang memiliki amanah di dua organisasi) dan sistem kaderisasi. Pelatihan kepemimpinan di KMNU UGM dinamakan AULIA. Pelatihan AULIA terdiri dari dua tingkat, yakni AULIA 1 dan AULIA 2. AULIA 2 diikuti oleh yang lulus AULIA 1. Para lulusan AULIA 2 berhak menjadi Pengurus Harian KMNU UGM. Persoalan kader irisan tersebut sering diselesaikan dengan cara dialog untuk mengetahui kefokusan kader ke arah organisasi yang akan diikuti, supaya amanah maupun tugas bisa diberikan dengan porsi yang tepat antara kader irisan dan kader yang benar-benar fokus di KMNU UGM.

Ketika ditanya soal kerjasama, KMNU UGM menerima dengan tangan terbuka dalam banyak bidang, tentunya setelah adanya pertimbangan dan kesepakatan dari pengurus di masing-masing pihak. Salah satu contoh yang disebutkan ialah penjualan hijab yang ditawarkan KMNU UGM kepada JS UGM.

Pada pertemuan tersebut, ditanyakan soal apa yang menjadi ciri khas metode dakwah KMNU UGM. Ferdy berujar, “Yang menjadi ciri khas KMNU UGM itu kalau organisasi eksternal lain berfokus pada diskusi/dialektika, sementara KMNU UGM berfokus budaya atau cipta rasa karya leluhur; ketika kembali di desa, bisa berbaur dengan masyarakat, dan memberikan manfaat; dan tidak berfokus pada politik.”

2 thoughts on “Memetik Buah Semangat Aktivis Mahasiswa Nahdatul Ulama UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *