26Sep/16

Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Oleh Habib Haidar
Tim Gelanggang Jamaah Shalahuddin

Pernahkah Anda mendengar soal Bahan Berbahaya Beracun, atau yang biasa disingkat dengan B3? Atau Anda juga pernah mendengar soal Ateisme? Apabila belum, barangkali kita perlu lebih banyak berdiskusi lebih lanjut. Mari kita sejenak berliterasi madani.

Kesadaran akan menjaga kebersihan menjadi sangat penting bagi kita sebagai umat manusia. Identifikasi B3 patut kita sadari dan antisipasi. Terkadang dalam hal yang sederhana pun kita lalai, seperti sisa obat-obatan yang sudah tidak terpakai, akan tetapi dibuang begitu saja. Akibatnya, sisa obat-obatan tersebut akan mencemari lingkungan kita. Ada dua solusi yang ditawarkan di sini untuk persoalan lingkungan, antara lain: read more

23Sep/16

Muslimahs Role as Peacemakers (2): Women and Terrorism

Oleh Raka Nur Wijayanto

Sekretaris Umum Jama’ah Shalahuddin

“So throughout history, women have participated in violent uprisings, performing strategic, supportive and even combat roles in a wide range of violent movements. Today, as Sjoberg, et al (2011:2) have noted, “women’s active involvement in militant and terrorist organizations – as support personnel, as logistics personnel, as kinetic resources, as attackers, kidnappers and hijackers and as martyrs – has grown substantially and become a matter of public attention and record across the globe.”. While this has become problematic and has generated questions about the frequency, importance, uniqueness and meaning of women’s terrorist activities, it is becoming very clear that the relationship between women, gender and terrorism cannot be ignored any longer. Questions about the motivations of the women who become active in these organizations are been raised –do they participate on strictly religious, political or personal reasons and which of these are more important as guiding and motivating their decisions?” read more

17Sep/16

Apa yang Sudah Kita Tinggalkan untuk Anak Cucu Kita?

Oleh Yarabisa Yanuar
Departemen Pelayanan dan Syi’ar
Jama’ah Shalahuddin UGM

Akhir zaman semakin larut, dunia semakin menjauh meninggalkan kita, dan akhirat semakin dekat mengejar kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan utusan terakhir kepada manusia akhir zaman pun kini jaraknya sudah semakin jauh dari kehidupan kita. Akhir zaman akan terus berjalan, tetapi apa yang sudah kita wariskan untuk generasi kita selanjutnya? Mari sejenak kita renungkan sebuah firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini: read more

11Sep/16

Tole, Mitos Kaum Muslimin dan Idul Adha

Oleh Fakhirah Inayaturrobbani
Departemen Kajian Strategi Jamaah Shalahuddin

“Le, sini, mari duduk sejenak, Pakdhe kangen sekaligus punya cerita. Sambil kita nikmati sayup-sayup angin semilir di musim yang aneh ini, yang sejenak hujan deras sejenak kemudian panas menyengat.” Tole, sebutan sayang untuk anak laki-laki dalam Bahasa Jawa. Anak laki-laki yang dimaksud itu pun mengangguk paham. Tanpa banyak bicara mulai mendekati pakdhe-nya tersebut.

“Sudah jamak didengar di telinga kita ya, Le. ‘Ah, kaum muslimin tidak akan pernah bersatu, terlalu banyak fraksinya (seperti partai saja), terlalu banyak alirannya, di Indonesia saja banyaknya minta ampun, belum di luar negeri’.” Pakdhe mulai bercerita. Anak laki-laki yang dipanggil tole itu pun mendengarkan dengan takzim setiap kata yang terlontar dari pakdhe-nya. read more

08Sep/16

Muslim yang Membaca

Oleh Fakhirah Inayaturrobbani

Departemen Kajian Strategis Jamaah Shalahuddin UGM

“Khairu jaliisin fii al-zamaani kitabun”

Indonesia merupakan negeri dengan populasi Muslim terbesar di dunia [1]. Ironisnya, riset yang dilakukan Unesco pada tahun 2014 lalu mengungkapkan bahwa hanya satu dari seribu orang Indonesia gemar membaca [2]. Hal ini menunjukkan mayoritas orang Indonesia, mau tidak mau termasuk muslimnya, jarang membaca. Selaras dengan hal itu, riset bertajuk The Worlds Most Literate Nations yang dilansir oleh Central Connecticut State University 2016 juga menempatkan Indonesia pada posisi ke-60 dari 61 negara [3]. Posisi yang lagi-lagi kurang membanggakan. read more