Racun-Racun Hati #2

oleh : Ust. Rudi Hudzaifah, S.Pd.I dalam i-Lecture Kamis Sore

1. Lisan

Racun hati yang berasal dari lisan ada tiga, yaitu ghibah, namimah (mengadu domba), dan pujian.

Memuji seseorang merupakan hal yang seringkali kita lakukan. Namun perlu kita ketahui bahwa saat memuji seseorang hendaknya harus berhati-hati, jangan terlalu berlebihan karena hal itu dapat menjerumuskan orang lain ke dalam perasaan sombong.

Seperi saat Rasulullah SAW. mendengar seorang muslim memuji saudaranya dengan sangat berlebihan, beliau pun berkata “Celaka engkau ! engkau sedang menggorok leher saudaramu.” (HR Bukhori).

Namun, itu bukan berarti kita tidak boleh memuji orang lain. Hanya saja, dalam memuji sebaiknya dilakukan dengan diam-diam dan tidak langsung pada orangnya.

Saat sedang dipuji seseoranh Abu Bakr, sahabat Rasulullah selalu berdoa 

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al- Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ Al-Ahadits, Jalaluddin As-Suyuthi, 25: 145, Asy-Syamilah)

2. Pandangan

Memandang hal-hal yang dilarang oleh Allah dapat menjadi racun bagi hati manusia. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk _menjaga pandangan.

Seperti Sabda Rasulullah berikut “Pandangan itu adalah anak panah yang beracun dari salah satu anak panah iblis. Barangsiapa yang takut kepada-Ku (Allah SWT), maka akan Aku ganti dalam hatinya lezatnya iman.”

Pandangan yang berlebihan atau sia-sia terhadap lawan jenis bisa mengeraskan hati seseorang dan menghalanginya  untuk mendapatkan ilmu. Jika itu terjadi maka syaithon akan mudah untuk memasuki hati dan akan membuat seseorang mudah terbawa syahwatnya untuk melakukan maksiat.

3. Berlebih-lebihan dalam bergaul

Suka menyendiri maupun bergaul dengan orang lain tidak ada salahnya. Kedua hal tersebut memiliki kelebihan dan mudhorotnya masing-masing. Setidaknya ada 4 kelompok masyarakat yang perlu untuk kita ketahui, yaitu :

Kelompok laksana makanan, yaitu para ulama yang senantiasa akan menebarkan kebaikan dan wajib kita ikuti

Kelompok laksana obat, yaitu para ahli ilmu yang mana kadang kita membutuhkan bantuan mereka.

Kelompk  laksana penyakit, yaitu orang-orang berorientasi pada dunia. Hal ini dapat memberikan dampak yang buruk terdahap diri kita, oleh karena itu kita perlu menjauhinya

Kelompok  laksana racun, yaitu  orang-orang yang senantiasa menjauhi perintah Allah dan mencoba mengajak kita untuk bermaksiat kepada Nya. Untuk golongan ini, kita harus senantiasa menghindari

4. Berlebihan dalam Makan

Hukum dasar makan adalah mubah. Namun bisa berubah tergantung konteksnya. Seperti menjadi Sunnah saat kita berbuka puasa dan wajib saat kelaparan, hendak meninggal

Makan itu adalah sesuatu hal yang baik. Namun, jika berlebihan justru akan menjadi racun.
Seperti pada ungkapan berikut “Apabila lambung dipenuhi dengan makanan, maka akan menjadi mati pikirannya, kemudian anggota badan menjadi lemah dalam beribadah.”
Rasulullah saw. sendiri selalu makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Untuk itu kita kita juga harus mengikuti kebiasaan Rasulullah, terlebih kebiasaan berpuasa karena dapat membersihkan perut  
5. Berlebihan dalam Tidur

Hal ini dikarenakan seseorang yang banyak tidur akan membuat badan lemah. Sedangkan Orang yang lemah badannya tidak bisa maksimal melakukan perintah-perintahNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *