​2 Mei dan Segala yang Tak Lagi Seru

Oleh: Ahmad Naufal Azizi
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM
2 Mei akan tetap seperti ini.

Ia datang sebentar, membeberkan wacana pendidikan yang lebih baik, boleh jadi muncul aksi di satu-dua tempat, lantas kemudian pergi -hilang tanpa ada pemaknaan berarti.
Tahun depan?

2 Mei boleh jadi datang lagi. Ya tentu dengan rutinitas sama seperti hari ini. Bahkan, ketika dunia hendak kiamat sekalipun, 2 Mei akan tetap jadi hiburan simbolik belaka. Sampai kapanpun, ketika kepentingan pendidikan masih berdasar sekat almamater dan kepentingan organisasi masing-masing, sampai saat itu pula perjuangan akan pendidikan yang lebih baik akan berakhir mengecewakan.
2 Mei akan tetap seperti ini.

Sampai kapanpun, sampai akhirnya yang mendaku aktivis kampus tidak lagi mengkooptasi kepentingan pendidikan untuk meninggikan marwah organisasinya dengan kepedulian simbolik. Hingga mereka yang mendaku aktivis benar-benar sadar dan insaf, bahwa kepedulian haruslah didasari atas dasar pemahaman atas masalah yang terjadi, bukan pada pengharapan atas penghargaan yang akan diraih.
Urusan pendidikan harus diletakkan sebagai permasahalan dasar bagi siapa saja yang pernah mengenyam bangku sekolah.
Urusan pendidikan tidak bicara tentang batas usia, warna almamater, gelar pendidikan, maupun organisasi apa yang membuat kita bergerak peduli.
Urusan pendidikan, juga tidak berbicara tentang profit apa yang akan kita dapatkan setelah berjuang melawan ketidakadilan.
Urusan pendidikan adalah urusan anak cucu kita nanti. Pendidikan yang akan mereka dapatkan besok hari, kemudahan dalam mengakses ilmu pengetahuan, kesempatan pendidikan yang merata, hilangnya beban tanggungan berat orang tua, dan seulas simpul senyum bahagia mereka adalah kita yang menentukan hari ini. Bukankah Tuhan bersama mereka yang berusaha?
Halo kawan, mungkin kita tidak pernah bertemu dalam dunia nyata, tapi maukah kamu, untuk urusan ini saja. Untuk besok dan hari-hari seterusnya, mencoba meletakkan ego kita masing-masing, meletakkan embel-embel organisasi kita masing-masing, bahkan, meletakkan almamater sekolah kita masing-masing.
Urusan ini akan sangat panjang, bahkan aku tak tau akan berakhir sampai kapan. Tapi, setelah ini, maukah kita peduli? karena #resahmu juga #resahku

Untuk Tuhan, Negara, dan Pendidikan yang Berkeadilan
#resahmuresahku 

#resahkuresahmu 

#2mei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *