19Mar/18

Dakwah dan Literasi

Oleh: Rifda Hanin Vidyadhara H (Departemen Pelayanan dan Syiar JS 1439 H)

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS 3: 104)

Terjemahan dari kutipan ayat Al-Quran di atas, kiranya sudah dapat menjelaskan dengan baik, betapa perlunya bagi kita untuk mengambil peran dalam kegiatan dakwah sekecil apapun itu. Karena menurut pepatah, bagaimanapun juga, tiap-tiap kita hakikatnya adalah da’i sebelum menjadi apapun di dunia ini. Bentuk dakwah yang paling sederhana –misalnya bagi mereka yang pandai berbicara, menguasai public speaking, dan memahami tentang isu-isu keagamaan adalah dengan berceramah dalam suatu kajian atau berorasi dihadapan publik. Namun, bagaimana halnya jika dakwah tidak disederhanakan ke dalam makna sesempit itu saja? Bagaimana jika dakwah tidak hanya identik dengan ceramah dan berbicara saja? Bagaimana jika ada alternatif lain selain berbicara yang sama-sama mampu menghujamkan makna kepada siapa saja yang mau memahaminya? Karena sekali lagi, bagaimanapun juga, dakwah adalah seni tentang mengajak sebanyak-banyaknya orang agar berbuat dan menebar kebaikan di muka bumi –tentu dengan apapun cara-cara yang Ia ridhoi. read more

14Mar/18

1924, Runtuhnya Khilafah, dan Pentingnya Membangun Gerakan Islam Alternatif

Oleh: Ahmad Naufal Azizi, Akbar Abdul Rokhim, Gilang Wahyu Basyari, Jorghi Arbiansyah, Muhammad Miftah Jauhar, Muhammad Daffa Syauqi A

Sebab Hancurnya Turki Utsmani

Turki Utsmani merupakan benteng terakhir umat Islam dalam bingkai Khilafah sebelum ‘diruntuhkan’ oleh Mustafa Kemal Ataturk pada 3 Maret 1924 silam. Kehancurkan Kekhalifahan Turki Utsmani ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal maupun eksternal. Disisi lain, beragam propaganda yang dilancarkan oleh negara-negara Eropa dan kenyataan bahwa saat kejadian berlangsung terjadi perang dunia pertama semakin membuat proses runtuhnya khilafah semakin cepat dari perkiraan. Keruntuhan ini tentulah bukan merupakan proses yang terjadi dalam waktu semalam, namun merupakan kumpulan dari rangkaian peristiwa yang saling ‘mendukung’ dan berkaitan satu sama lain. read more

14Mar/18

#NoHijabDay: Sebuah Penjelasan

Oleh: Yuliyanti Hasanah (Departemen Kajian Strategis)

(Departemen Kajian Strategis JS UGM 1439 H)

Salah satu isu yang akhir-akhir ini geger di media sosial selain “Kartu Kuning Jokowi” ialah hashtag #NoHijabDay di twitter. Gerakan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Iran yang mewajibkan perempuan memakai hijab tanpa terkecuali (bahkan non muslim sekalipun). Berdasarkan artikel yang dimuat limilaties.net tentang The Personal, The Political, and The Public: Performing Hijab in Iran”, kebijakan Pemerintah Iran dalam mewajibkan hijab ini diawali ketika Revolusi 1979 dengan jatuhnya rezim monarki Pahlavi yang melarang pemakaian hijab dan terpilihnya Ayatollah Khomeini sebagai pemimpin baru yang membuat peraturan wajib hijab kembali. Pada 8 Maret 1979, sehari setelah peraturan tersebut diresmikan, ribuan perempuan turun ke Jalan Teheran menuntut Khomeini bahwa peraturan terhadap perempuan yang menolak berhijab tidak ada bedanya dengan memaksa perempuan menanggalkan hijab seperti yang dilakukan Pahlavi. read more

14Mar/18

RILIS: Sikap dan Solidaritas Untuk Ghouta

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”
(HR Muslim no 2669 dan Ahmad II/252, 352)

Kronologi
Duka terulang lagi, seperti di Aleppo beberapa waktu lalu. Duka menjadi latar yang benar-benar sedang terjadi di Ghouta Timur. Lewat sejumlah gambar yang direkam penduduk dan tim medis di sana, Ghouta menunjukkan imaji yang mengoyak hati siapapun yang menyimaknya. Gambar jasad keluarga dengan lima anak dikeluarkan dari balik runtuhan. Si bayi yang digendong berlarian menjauh dari runtuhan. Anak-anak yang terbaring lemas di ranjang ambulance dengan wajah penuh luka. Serta gambar-gambar kehancuran masif pasca-serangan udara yang jatuh di Ghouta Timur satu minggu terakhir.[1] read more

14Mar/18

Struktur Pengurus Jama’ah Shalahuddin UGM 1439 H

Ketua Umum : Kiki Dwi Setiabudi (F. ISIPOL – Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2016)

Sekretaris Umum : Ahmad Fauzaan Joelva Jusuf (F. Ekonomika dan Bisnis – Ilmu Ekonomi 2016)
Bidang Informasi dan Kesekretariatan : Irva Visnu Frandana (Sekolah Vokasi – Penilaian Properti 2015)

Bendahara Umum : Firda Inten Rasyidah (F. Ekonomika dan Bisnis – Akuntansi 2015)
Bendahara 2 : Nina Ichrah Yaduni (Sekolah Vokasi – Bahasa Jepang 2015)
Bidang Shariah Enterpreneurship (Shar-E) : Dzikrullah Umam (F. ISIPOL – Sosiologi 2015) read more