28Agu/18

Islamophobia dan Bagaimana Seharusnya Kita Melawan

Oleh: Wardah Hafidz Mei Safaroh (Kajian Strategis)

Pasca terjadinya tragedi WTC 11 September 2001 silam yang merobohkan gedung kembar paling modern pada masa itu, Islam menjadi agama yang dituduh melakukan serangkaian aksi teror tersebut. Islam menjadi bagian dari isu penting yang diperbincangkan dunia di awal abad millenial. Berawal dari peristiwa WTC, pelabelan terhadap Islamsebagai agama “teroris”, “ekstrimis”, “intoleran”, dan lain-lain yang serupa mulai bermunculan.Ajaran Islam dipandang bahkan dituduh menjadi penyebab dari munculnya tindak kekerasan yang diklaim dilakukan oleh beberapa oknum kelompok Islam yang tidak bertanggungjawab. Munculnya Islamophobia, perasaan anti dan takut terhadap Islam, menjadi begitu terasa di negara-negara Amerika dan Eropa setelah tragedi WTC.Di Jerman misalnya, setidaknya ada 950 kejadian serangan kepada sejumlah umat muslim dan masjid sepanjang tahun 2017. Lalu di Spanyol, dilaporkan ada 500 kejadian yang menyasar masjid bahkan diantaranya termasuk perempuan dan anak-anak (VIVA, Maret 2018). Sementara itu di Inggris, sebanyak 80 persen umat Islam disana mengakusudah pernah menjadi korban dari isu-isu Islamophobia. Sepertiga di antaranya mengeluhkan atas diskriminasi yang sering terjadi di bandara-bandaraKerajaan Inggris (Republika, September 2014). read more