28Okt/18

Dunia Shafeera Chapter 4: Kekuatan Baru

Dunia Shafeera: Chapter 4

Perempuan mana yang ingin berada di posisiku saat ini? Aku yakin, tidak ada satupun yang mau. Aku tidak tahu lagi harus dibawa kemana arus hubunganku bersama suamiku setelah insiden-insiden yang telah berlalu. Bak berusaha untuk menyatukan kembali ornamen gelas yang telah pecah, hancur berkeping-keping hingga menjadi butiran kaca. Berdarah-darah, dengan hasil yang tidak akan pernah jelas.

Untuk kedua orang tua kami, kami bertahan. Alasan yang sama sekali tidak masuk akal, tetapi itulah satu-satunya hal yang menjaga rumah tangga kami dari keruntuhan. Semakin hari, rasanya semuanya semakin berat. Sekedar saling tatap saja menjadi beban yang tidak bisa kami pikul. Semakin jelas bagiku, bahwa pernikahan bukanlah dan tidak sepatutnya menjadi sesuatu yang dianggap remeh; seremeh sekedar memilih ia yang menyenangkan hatimu, atau hati orang tuamu. Parameternya harus lebih absolut dari itu, sebab pasanganmu sungguh menentukan baik atau tidaknya hidupmu. read more

26Okt/18

Dunia Shafeera Chapter 3: Sejuta Luka

Dunia Shafeera: Chapter 3

Semenjak hari itu, suasana di dalam rumah mulai berubah. Satu tahun berlalu dengan begitu lama dan menjenuhkan sejak pengungkapan isi hatiku kala itu. Semakin hari, semakin banyak ketidaksesuaian antara diriku dan dirinya yang semakin terasa. Pola pikirku dan pola pikirnya bagaikan dua kutub magnet identik yang tidak akan pernah bertemu. Basa-basi yang sederhana tetapi esensial dalam menjaga kelanggengan hubungan menjadi semakin langka di bawah atap kami. Ini adalah sesuatu yang meresahkan, dan walaupun sebenarnya ada segelintir rasa di dalam diriku yang mendorongku untuk pergi saja dari kediaman ini, aku tidak ingin melepas janji suci di hadapan Allah yang telah terikrar dengan begitu saja. read more

22Okt/18

Dunia Shafeera Chapter 2: Impian yang Tertolak

Dunia Shafeera: Chapter 2

Hari baru. Hari yang baru di tempat yang masih terasa asing bagiku. Telah 2 bulan terlewat sejak terikrarnya janji suci bahwa aku adalah istrinya, dan dia adalah suamiku. Harus aku akui, tidak semuanya seburuk yang aku bayangkan. Setidaknya dia mencukupiku, dan aku pun mencukupinya. Rumah ini adalah rumah mereka yang memiliki harta berlebih, setiap orang yang memasukinya pasti betah dan ingin berlama-lama. Berbeda dengan diriku dan hatiku, yang masih merasa bahwa tempat ini bukanlah milikku.

Setiap pagi ia bangun dan langsung bergegas ke tempat kerja. Bersiap, berbersih, berbenah. Sebagai istri aku hanyalah seorang fasilitator, dan dia yang mempersiapkan dirinya sendiri. Ia tak banyak bicara, tetapi setelah 2 bulan aku mulai hafal dengan ritmenya. read more

18Okt/18

Dunia Shafeera Chapter 1: Akad Tanpa Harap

Dunia Shafeera: Chapter 1

Permulaan. Apakah permulaan selalu berawal dari hal-hal yang baik? Yang kutahu, permulaan itu seperti bagaimana waktu pagi bertandang. Semburatnya yang memancarkan rona keceriaan berpadu padan dengan kehangatan. Dalam harap yang tiada pernah senyap. Dalam sekumpulan detik yang terus berbisik. Berbisik kepada seorang diri ini, yang tak akan mampu menampik sekawanan realita, yang kini tengah membentang sepanjang sisa usia. Lagi dan lagi, ia terus saja mengusik. Baru saja perjumpaan dan perpisahan telah bersepakat. Sedang ‘ketakutan’ tengah tertengadah sembari mendambakan sang ‘keberanian’ akan menjemputnya. read more

17Okt/18

Melihat Kebhinekaan dalam Jama’ah Shalahuddin

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani

Pengantar

Jama’ah Shalahuddin (JS) merupakan lembaga dakwah kampus (LDK) intra kampus tingkat universitas yang diakui secara legal oleh Universitas Gadjah Mada. Suasana multikultural terasa kental di organisasi ini, sebab anggotanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, secara sadar JS meletakkan kemajemukan menjadi modal dasar organisasi yang dicantumkan dalam pasal D. Modal Dasar Gerak Dakwah Jama’ah Shalahuddin (Jamaah Shalahuddin, 2015).

Menariknya, selain keberagaman asal suku dan budaya, dalam tubuh Jamaah Shalahuddin juga terdapat berbagai corak pemikiran Islam yang berbeda-beda dari tiap-tiap anggotanya. Hal ini dapat disebabkan, tidak sedikit anggota JS yang bergabung dengan organisasi mahasiwa baik ke-Islaman maupun umum esktra kampus UGM.  Perbedaan corak pemikiran ini dapat didasari oleh pandangan fiqih hingga implementasi syariah yang berbeda. Sehingga, mempunyai konsekuesi logis menimbulkan perbedaan pendapat dalam memandang titik penyelesaian masalah. Pada essai kali ini saya akan fokus pada keragaman corak pemikiran Islam di tubuh JS dan bagaimana JS menghadapinya. read more