25Des/18

Geguyon Mring Gugon Tuhon (2): Intelektual dan Persatuan

Oleh: Raka Nur Wijayanto (FISIPOL 2013, Sekretaris Umum Jama’ah Shalahuddin UGM 1437 H)

“No doubt, unity is something to be desired, to be striven for,

but it cannot be willed by mere declarations.” (Theodore Bikel)

Mengeja Problematika

Lima tahun lalu, pada awal-awal keikutsertaan penulis di Jama’ah Shalahuddin, penulis pernah mengikuti acara Deklarasi Masyarakat Pecinta Sunnah di Masjid Kampus UGM yang salah satunya diinisiasi oleh Jama’ah Shalahuddin. Deklarasi ini bertujuan untuk menyatukan golongan-golongan umat Islam untuk cinta terhadap sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ. Namun, beberapa hari kemudian muncul penolakan dari sebagian pihak. KMNU UGM mengklarifikasi pencatutan nama lembaga mereka dan membantah keikutsertaaan mereka dalam deklarasi tersebut.[1] Pegiat Forum Persatuan Umat Beragama (FPUB) kecewa terhadap seminar dalam deklarasi tersebut karena kampus sebagai pusat komunitas intelektual seharusnya menyadari isu yang bertendensi anti terhadap golongan tertentu mudah menyulut konflik yang lebih luas yang membahayakan keutuhan bangsa.[2] Aktivis Jaringan Gusdurian Yogyakarta juga mengkritisi acara tersebut, menganggap bahwa seharusnya masyarakat dipancing dengan cara koeksistensi (mengenal, memahami, dan mau hidup bersama) dibanding melebarkan jurang perbedaan.[3] read more

18Des/18

Analisis CSR: MPM Muhammadiyah dan Pembangunan Sosial Pedesaan

Oleh: Kiki Dwi Setiabudi (FISIPOL UGM 2016)

Tanggung jawab dalam persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk perusahaan. Tanggung jawab persoalan sosial pada perusahaan atau dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada konsep bahwa perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, yakni  dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dalam memberikan kebaikan dan perbaikan bagi pemberdayaan dan pembangunan masyarakat, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. read more

16Des/18

Geguyon Mring Gugon Tuhon (1): Intelektual dan Independensi

Oleh: Raka Nur Wijayanto

“Unlike a drop of water which loses its identity when it joins the ocean, we don’t lose our being in the society in which we live. Our life is independent. We aren’t born for the development of the society alone, but for the development of ourselves. (B. R. Ambedkar)

Menertawai Indoktrinasi

Bagi penulis, Jama’ah Shalahuddin seperti buah manggis. Mencicipinya pertama kali terasa manis, tetapi seketika berubah pahit jika telah menggigit bijinya. Pada awalnya, penulis merasa senang mengikuti keseharian di Jama’ah Shalahuddin setelah mendapatkan pengetahuan dari kakak-kakak tingkat terkait komitmen dan konsistennya lembaga ini di jalan kebaikan. Namun, tidak ada produk hasil kreativitas manusia yang tanpa cacat dan tanpa celah. Bak meningginya mentari yang menyingkap lebih banyak gelap, penulis mulai menyadari beragam ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realitas. Salah satunya tentang konsep independensi yang didengungkan oleh para sesepuh, baik secara historis, struktural, maupun fungsional. read more

08Des/18

Dunia Shafeera Chapter 5: Pengungkapan

Dunia Shafeera: Chapter 5

Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku menelepon Ibu, kerap kali, ialah yang meneleponku. Bukannya aku benci berbicara dengannya… hanya saja, aku tidak ingin Ibu menyadari ketidakharmonisanku dan suamiku melalui pertukaran informasi yang terlalu banyak. Aku tidak ingin membuatnya khawatir. Oleh karena itu, aku menahan diri dari berkabar kepada Ibu, kecuali bila ia mempersoalkan diriku yang akhir-akhir waktu jarang meneleponnya. Sore itu, ponselku kembali berdering, memampangkan dengan jelas bahwa yang sedang berusaha untuk menghubungiku adalah Ibu. Sambil mempersiapkan mental serta jawaban-jawaban yang sudah seharusnya aku berikan atas pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan terlontar, aku pun mengangkatnya. read more