Kolaborasi Cinta Surga

Oleh: Sri Mawar Aprilyanti dan Juli Fathonah (staf BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an)

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25).

“Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera. Disana mereka duduk bersandar di atas dipan, mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas kepala mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya. Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal. Kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka). Didalam surga itu mereka disuguhi segelas minuman bercampur jahe zanjabil. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat (keadaan) di sana(surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci)”
(QS. Al Insan [76]: 11-21)

MasyaAllaah ..
Romantisnya Allah kepada mereka yang berbuat kebajikan lagi bersabar.

Sang hati takjub dengan kata-kata manis-Nya dan sang mata kini mengekspresikan kehendak sang hati.
Mata berbinar dengan tajam, begitu jernihnya Allah menggambarkan surga yang menyebabkan hati dipenuhi gairah untuk mencapai kedamaian surga.

Namun, mata pun tak dapat memungkiri, dengan berkaca-kaca ia sadar sang tuannya masih menunda untuk meraih surga-Nya.
Mata dan hati berjalan seiras. Hati kembali merasa rindu yang menggebu-gebu dan mata pun mengekspresikan rindu itu, rindu untuk melihat wajah Allah tanpa hijab.

Kadangkala hati, mata, lisan, dan anggota tubuh lain berjalan tak seiras dengan tuannya. Hati yang menjadi sang pengemudi jiwa berironi dengan nafsu yang selalu bersemangat untuk menjadi nakhoda.
Di sinilah, kita harus menguatkan azam. Azam untuk menggapai surga dan berjumpa dengan-Nya.
Lalu, adakah lagi yang lebih dirindukan daripada surga?
Adakah yang lebih kita butuhkan daripada cinta-Nya?
Dan ada pulakah yang lebih indah selain dari memandang-Nya?

Allah memberikan semacam kisi-kisi kepada kita, yakni berimanlah kepada-Nya dan berbuat kebajikan.
Tentu konteksnya sangatlah luas.
Tapi yang perlu kita garis bawahi adalah mempertahankan keimanan kita kepada-Nya dan berbuat kebajikan menurut versi yang Allah suka.

Maka segeralah menjadi jiwa terbaik menurut versi-Nya.
Segeralah tertatih untuk mencintai-Nya.
Segeralah bersimpuh meraih cinta-Nya.
Segeralah untuk rela memberikan nyawa sebagaimana Thalhah merelakan Allah mengambil darahnya demi keridhaan Allah dalam Perang Uhud-nya.

Saudaraku…

Mengutip perkataan dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim dalam karyanya yang berjudul “Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan”, beliau mengatakan kurang lebih seperti ini :

Hari ini kita semua sedang dicekam kerinduan untuk merasakan bau surga. Ketika detik demi detik perjalanan dunia ini penuh hingar bingar yang bisa mengelabui mata batin kita, rasanya kita semakin butuh tali pegangan agar langkah kita tak salah arah.
Salah satu pintunya adalah dengan menggandeng tangan saudara kita untuk menuju surga. Kita gandeng tangannya dengan lembut namun erat, dan dengan saling mengingatkan dengan tutur kata Qaulan Tsaqiilaa, kalimat yang berbobot dan menghujam jiwa.

Saudaraku….
Maukah kita berjuang bersama untuk bisa mencintai-Nya dengan setulus-tulusnya?
Maukah kita berjuang bersama untuk bisa menggapai surga-Nya yang penuh dengan keindahan tiada duanya?
Maukah kita berjuang bersama untuk bisa memandang-Nya tanpa hijab yang penuh dengan kenikmatan tiada tandingnya?
Dan maukah kita berjuang bersama untuk bisa menebar kebaikan seluas-luasnya di muka bumi ini dengan penuh keikhlasan tiada tepinya?

Saudaraku….
Kami ingin mengajakmu untuk menyatukan frekuensi dalam menggapai keridhoan-Nya.
Kami ingin mengajakmu untuk berjuang bersama dalam menggapai cinta-Nya.
Kami ingin mengajakmu untuk berjuang bersama di jalan cinta-Nya.
Kami ingin mengajakmu untuk berkolaborasi dalam menggapai surga-Nya.
Dan kami ingin mengajakmu untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam ketaatan.

Bersediakah engkau, wahai saudaraku?

 

~Salam Kolaborasi Cinta Surga
Mawar & Juli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.