All posts by jamaah_shalahuddin

17Apr/18

JS Menulis #7 FGM: A Matter of Belief, Issue, or Tradition?

By: Rohmatul Ummah

(Kadept Kemuslimahan JS)

More than 200 million girls and women alive today have been cut in 30 countries in Africa, the Middle East and Asia where FGM is concentrated.[1]

What does FGM Stand for?

FGM or Female Genital Mutilation comprises all procedures involving partial or total removal of the female external genitalia or other injury to the female genital organs for non-medical reasons as defined by the World Health Organization (WHO). Female Genital Mutilation happens primarily in Africa, in particular in North-Eastern, Eastern and Western Africa. However, it also takes place in the Middle East, in South-East Asia –and also among immigrants in Europe. According to estimates by the World Health Organization (WHO) 200 million women are affected by FGM worldwide. In Europe, the number of mutilated women or girls and women threatened by FGM amounts up to 1,000,000. Nearly half of the FGM cases represented in official statistics occur in Egypt and Ethiopia; Sudan also records high prevalence of the practice.[2] There are four main types of FGM: read more

07Apr/18

JS Menulis #6: Konsekuensi Berjama’ah

Oleh:  Mirza Fathiarizki Taher

(Departemen Kajian Strategis)

Seruan untuk shalat berjama’ah telah sering digaungkan di banyak masjid dan musholla di Indonesia. Iming-imingnya jelas, pahala 27 kali lipat dibandingkan dengan 1 pahala shalat sendirian. Sayangnya, saya kira, setidaknya kebanyakan orang di sekitar saya, belum memahami harga yang harus dibayar untuk tambahan ‘26 kali pahala’ itu. Tentunya ada banyak sekali perbedaan yang sangat penting yang menjadikan shalat berjama’ah sangat berharga, apabila dilakukan dengan benar. read more

02Apr/18

JS Menulis #5: The Great Firewall of China and Islam

Oleh: Muhammad Daffa Syauqi Ariandana

(Departemen Kajian Strategis)

Once known for its role in hindering the Mongols invasion in 14th Century to prevent their advance to Yellow River, the Great Wall of China has been infamously known as one of the most symbolic representation of the country’s policy in defending their sovereignty and interests against foreign counterparts. Apparently this ‘ancient’ compherension could also be used as euphemism in their contemporary policies both in domestic and international areas as the ‘wall’ mentioned are being ‘digitalized’. Indeed the term of The Great Firewall of China is now being used as the protective measures and regulation by the Chinese government to control the ‘unwanted’ contents being spread throughout the country and also played an important role in implementing the trade protectionism policy to protect local industry as part of Golden Shield Project introduced in the early years of 21st Century[1], an instrumental project in digital security interests within China. read more

02Apr/18

JS Menulis #4: Berbahagialah, Allegra!

Oleh: Ahmad Naufal Azizi

(Departemen Kajian Strategis)

Untukmu, laki-laki jagoanku, Allegra

Sayangku, maaf karena telah merahasiakan catatan ini sejak lama. Aku memang merahasiakannya dan tidak pernah mau menceritakannya, bahkan kepada Ayahmu sendiri. Catatan ini ada dua berpasangan, satu potongan lainnya sudah kuberikan kepada kakakmu, Nukila 3 tahun yang lalu. catatan ini spesial kuberikan diulang tahunnya yang ke-21 dulu. Aku tahu, meskipun Nukila tak pernah memberitahuku, catatan itu selalu ia simpan disudut buku hariannya dan menjadi pengingat yang baik untuk mengawali setiap langkah paginya, tentu saja, untuk menjadi apa yang memang seharusnya ia menjadi. Allegra, kamu tau kenapa catatan ini istimewa dan sangat berarti bagiku? Hal itu tak lain karena catatan ini sudah kutulis sejak usia kita berbilangan yang sama seperti denganmu hari ini. Catatan yang kamu baca ini sudah kutulis sejak aku berulang tahun yang ke-21, 25 tahun yang lalu. read more

19Mar/18

JS Menulis #3: Dakwah dan Literasi

Oleh: Rifda Hanin Vidyadhara H

(Departemen Pelayanan dan Syiar JS 1439 H)

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS 3: 104)

Terjemahan dari kutipan ayat Al-Quran di atas, kiranya sudah dapat menjelaskan dengan baik, betapa perlunya bagi kita untuk mengambil peran dalam kegiatan dakwah sekecil apapun itu. Karena menurut pepatah, bagaimanapun juga, tiap-tiap kita hakikatnya adalah da’i sebelum menjadi apapun di dunia ini. Bentuk dakwah yang paling sederhana –misalnya bagi mereka yang pandai berbicara, menguasai public speaking, dan memahami tentang isu-isu keagamaan adalah dengan berceramah dalam suatu kajian atau berorasi dihadapan publik. Namun, bagaimana halnya jika dakwah tidak disederhanakan ke dalam makna sesempit itu saja? Bagaimana jika dakwah tidak hanya identik dengan ceramah dan berbicara saja? Bagaimana jika ada alternatif lain selain berbicara yang sama-sama mampu menghujamkan makna kepada siapa saja yang mau memahaminya? Karena sekali lagi, bagaimanapun juga, dakwah adalah seni tentang mengajak sebanyak-banyaknya orang agar berbuat dan menebar kebaikan di muka bumi –tentu dengan apapun cara-cara yang Ia ridhoi. read more

14Mar/18

JS Menulis #2: 1924, Runtuhnya Khilafah, dan Pentingnya Membangun Gerakan Islam Alternatif

Oleh: Ahmad Naufal Azizi, Akbar Abdul Rokhim, Gilang Wahyu Basyari, Jorghi Arbiansyah, Muhammad Miftah Jauhar, Muhammad Daffa Syauqi A

Sebab Hancurnya Turki Utsmani

Turki Utsmani merupakan benteng terakhir umat Islam dalam bingkai Khilafah sebelum ‘diruntuhkan’ oleh Mustafa Kemal Ataturk pada 3 Maret 1924 silam. Kehancurkan Kekhalifahan Turki Utsmani ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal maupun eksternal. Disisi lain, beragam propaganda yang dilancarkan oleh negara-negara Eropa dan kenyataan bahwa saat kejadian berlangsung terjadi perang dunia pertama semakin membuat proses runtuhnya khilafah semakin cepat dari perkiraan. Keruntuhan ini tentulah bukan merupakan proses yang terjadi dalam waktu semalam, namun merupakan kumpulan dari rangkaian peristiwa yang saling ‘mendukung’ dan berkaitan satu sama lain. read more

14Mar/18

JS Menulis#1: #NoHijabDay: Sebuah Penjelasan

Oleh: Yuliyanti Hasanah

(Departemen Kajian Strategis JS UGM 1439 H)

Salah satu isu yang akhir-akhir ini geger di media sosial selain “Kartu Kuning Jokowi” ialah hashtag #NoHijabDay di twitter. Gerakan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Iran yang mewajibkan perempuan memakai hijab tanpa terkecuali (bahkan non muslim sekalipun). Berdasarkan artikel yang dimuat limilaties.net tentang The Personal, The Political, and The Public: Performing Hijab in Iran”, kebijakan Pemerintah Iran dalam mewajibkan hijab ini diawali ketika Revolusi 1979 dengan jatuhnya rezim monarki Pahlavi yang melarang pemakaian hijab dan terpilihnya Ayatollah Khomeini sebagai pemimpin baru yang membuat peraturan wajib hijab kembali. Pada 8 Maret 1979, sehari setelah peraturan tersebut diresmikan, ribuan perempuan turun ke Jalan Teheran menuntut Khomeini bahwa peraturan terhadap perempuan yang menolak berhijab tidak ada bedanya dengan memaksa perempuan menanggalkan hijab seperti yang dilakukan Pahlavi. read more

14Mar/18

RILIS: Sikap dan Solidaritas Untuk Ghouta

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”
(HR Muslim no 2669 dan Ahmad II/252, 352)

Kronologi
Duka terulang lagi, seperti di Aleppo beberapa waktu lalu. Duka menjadi latar yang benar-benar sedang terjadi di Ghouta Timur. Lewat sejumlah gambar yang direkam penduduk dan tim medis di sana, Ghouta menunjukkan imaji yang mengoyak hati siapapun yang menyimaknya. Gambar jasad keluarga dengan lima anak dikeluarkan dari balik runtuhan. Si bayi yang digendong berlarian menjauh dari runtuhan. Anak-anak yang terbaring lemas di ranjang ambulance dengan wajah penuh luka. Serta gambar-gambar kehancuran masif pasca-serangan udara yang jatuh di Ghouta Timur satu minggu terakhir.[1] read more

14Mar/18

Struktur Pengurus Jama’ah Shalahuddin UGM 1439 H

Ketua Umum : Kiki Dwi Setiabudi (F. ISIPOL – Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2016)

Sekretaris Umum : Ahmad Fauzaan Joelva Jusuf (F. Ekonomika dan Bisnis – Ilmu Ekonomi 2016)
Bidang Informasi dan Kesekretariatan : Irva Visnu Frandana (Sekolah Vokasi – Penilaian Properti 2015)

Bendahara Umum : Firda Inten Rasyidah (F. Ekonomika dan Bisnis – Akuntansi 2015)
Bendahara 2 : Nina Ichrah Yaduni (Sekolah Vokasi – Bahasa Jepang 2015)
Bidang Shariah Enterpreneurship (Shar-E) : Dzikrullah Umam (F. ISIPOL – Sosiologi 2015) read more

18Feb/18

[ARSIP] Struktur Pengurus 1438 H

Struktur Pengurus Harian Jamaah Shalahuddin UGM 1438 H:

Ketua Umum : Yarabisa Yanuar (TEKNIK – Teknik Mesin 2014)

Sekretaris Umum : Yusuf Maulana (TEKNIK – Teknik Fisika 2014)
Bidang Arsip dan Perpustakaan : Irva Visnu Frandana (SV – Penilaian Properti 2015)

Bendahara Umum :
– Bayu Adi Prasetyo (Sekolah Vokasi – Akuntansi 2014)
– Ani Rohmatillah (Matematika dan Ilmu Pengetahuan – Fisika 2015)

Biro Khusus Kaderisasi:
– Taufik Hidayat (Sekolah Vokasi – Teknik Elektro 2014)
– Yoga Sulistya Winata (Sekolah Vokasi – Akuntansi 2014)
– Baladika Sukma Zufara (Matematika dan Ilmu Pengetahuan – Fisika 2014)
– Syahril Effendi Sitakar (Sekolah Vokasi – Teknik Mesin 2014)
– Giovanny Putri Andini (PSIKOLOGI – Psikologi 2014)
– Fitriana Huda Erfani (Sekolah Vokasi – Kearsipan 2014) read more