All posts by Jama'ah Shalahuddin UGM

09Feb/19

Dari Penggembalaan Kambing Menuju Kepemimpinan Umat

Oleh: Setia Budi Sumandra

A. Pendahuluan

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing.” Lalu para sahabat beliau bertanya: “Demikian juga engkau?” Beliau menjawab: “Ya, aku dahulu menggembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qiraath.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Rasulullah SAW dan para Rasul yang lain merupakan pemimpin-pemimpin umat yang sudah terbukti berhasil memimpin umatnya dengan seni kepemimpinan yang sampai saat ini tetap menyisakan pengaruh dan keagungan nama mereka. Di balik kepemimpinan gemilang mereka, tentunya terdapat proses untuk mencapai seni kepemimpinan yang luar biasa tersebut. Proses ini dibekali oleh Allah dengan pekerjaan mulia yang zaman saat ini banyak ditinggalkan manusia milenial karena dianggap ndeso. Pekerjaan tersebut adalah menggembala kambing. read more

09Feb/19

Delima : Buah Segar yang Disebut Dalam Al-Qur’an

Oleh: Brenda Hayuning Zaenardi

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah.” (Q.S. Sad [38] : 27)

Dan Dia lah yang menurunkan hujan dari langit lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu segala jenis tumbuh-tumbuhan, kemudian Kami keluarkan daripadanya tanaman yang menghijau, Kami keluarkan pula dari tanaman itu butir-butir (buah) yang bergugus-gugus; dan dari pohon-pohon tamar (kurma), dari mayang-mayangnya (Kami keluarkan) tandan-tandan buah yang mudah dicapai dan dipetik; dan (Kami jadikan) kebun-kebun dari anggur dan zaitun serta buah delima, yang bersamaan (bentuk, rupa dan rasanya) dan yang tidak bersamaan. Perhatikanlah kamu kepada buahnya apabila ia berbuah, dan ketika masaknya. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang menunjukkan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang beriman. ” (Q.S. Al-An’am [6] : 141) read more

09Feb/19

Kurma dalam Perspektif Qur’an, Hadits, dan Sains

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

Pendahuluan

“Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Kurma memiliki nama latin phoenix dactylifera, merupakan buah jadul (6.000-4.000 SM) yang sampai zaman modern ini masih laris dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada orang yang pulang dari berhaji tetapi tidak membawa oleh-oleh buah kurma. Bahkan saya juga belum pernah mendengar pada tiap bulan Ramadhan, bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak pernah memakan buah kurma dari awal sampai akhir Ramadhan. Teman-teman saya yang non-muslim pun banyak yang mengkonsumsi kurma ketika bulan Ramadhan. Begitulah buah kurma, jadul tetapi tetap mantul dan dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 4 pada awal pembukaan artikel ini. Artinya, kalau ada orang yang tidak bisa mengambil pelajaran yang mengantarkan dirinya kepada kebesaran Allah dari buah kurma, maka ada yang salah dalam proses berfikir dari orang tersebut. read more

09Feb/19

Gemah Ripah Loh Jinawi: Potensi di Balik Bayang-Bayang Kapitalisasi di Indonesia

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

A. Pendahuluan

“Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan” (Q.S An-Naml: 48)

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Dulu, waktu kita di sekolah dasar, guru-guru di sekolah sering memberitahu bahwa Indonesia adalah negara yang istimewa. Ia bagai Zamrud Khatulistiwa yang terletak strategis di persimpangan benua Asia dan Australia. Indonesia adalah negara agraris dan maritim sekaligus. Tidak kalah dengan itu, budaya gotong royong masyarakat Indonesia juga mampu menghadirkan keamanan dan ketentraman tersendiri bagi negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya ini. Maka tidak heran, jika dahulu dalam bahasa Jawa, Indonesia dikenal sebagai negeri gemah ripah loh jinawi (tentram dan makmur serta subur tanahnya). Akan tetapi, jika kita melihatnya ke dalam konteks hari ini, untuk siapakah ketenteraman dan kemakmuran tersebut? read more

05Feb/19

Dunia Shafeera Chapter Part 6.2: Kesempatan

Akhir Kisah: Kesempatan

“Assalamu ‘alaykum,” ucapku sembari membuka pintu mobil itu. “Wa ‘alaykumussalam,” jawabnya. Entah mengapa, di momen ini, ada yang berbeda dari gelagatnya. Selama ini, di saat ia memasuki rumah setelah melewati hari yang membuatnya penat, aku dapat menilai dari ekspresinya bahwa tidak semestinya ia aku ganggu. Namun di detik ini, ia terasa begitu berbeda; tetap diam seperti biasanya, tetapi dengan aura yang memancarkan penerimaan atas diriku. Rasa-rasanya, di dalam mobil ini, aku mampu untuk menjadi diriku sendiri tanpa membuatnya menolak kehadiranku. read more