All posts by jamaah_shalahuddin

31Mar/17

Racun-Racun Hati #2

oleh : Ust. Rudi Hudzaifah, S.Pd.I dalam i-Lecture Kamis Sore

1. Lisan

Racun hati yang berasal dari lisan ada tiga, yaitu ghibah, namimah (mengadu domba), dan pujian.

Memuji seseorang merupakan hal yang seringkali kita lakukan. Namun perlu kita ketahui bahwa saat memuji seseorang hendaknya harus berhati-hati, jangan terlalu berlebihan karena hal itu dapat menjerumuskan orang lain ke dalam perasaan sombong.

Seperi saat Rasulullah SAW. mendengar seorang muslim memuji saudaranya dengan sangat berlebihan, beliau pun berkata “Celaka engkau ! engkau sedang menggorok leher saudaramu.” (HR Bukhori). read more

30Mar/17

HARI FILM NASIONAL :

diilustrasikan oleh Bagus Faza Mujtaba

Keberadaan film di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sejak saat masa penjajahan. Tepatnya bermula sekitar tahun 1926. Sejarah dari dunia perfilman Indonesia terbilang cukup panjang dan berliku selain bersaing dengan film asing.  Kualitas sebuah film juga mempengaruhi minat penonton. Tahun 1980-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan bagi dunia perfilman Indonesia karena pada tahun ini banyak film tanah air yang berkualitas memenuhi beberapa bioskop lokal. Namun memasuki tahun 1990-an Indonesia mengalami sedikit kemunduran di bidang film karena banyaknya produksi film dengan konten dewasa dan industri film barat juga mulai memasuki bioskop-bioskop di tanah air. Tapi disela-sela persaingan film-film tersebut, beberapa film dengan konten petualangan anak-anak dan percintaan remaja pun muncul dan cukup membawa angin segar pada dunia perfilman. Seiring berjalannya waktu, minat penonton berubah dan membuat para sineas atau film maker berlomba membuat sebuah film dengan konten yang positif agar dapat merangkul semua kalangan. Genre keluarga, remaja, dan adaptasi dari sebuah novel menjadi andalan para sutradara. Bahkan beberapa industri film kini mulai memproduksi film dengan konsep islami sebagai sarana dakwah walaupun masih banyak rintangan dan tantangan dalam pembuatan dan promosinya. read more

29Mar/17

Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam

Dahsyat. Sebuah kata yang mewakili betapa besarnya fitnah yang dialami oleh umat akhir zaman sekarang ini. Kenikmatan yang menipu, kenikmatan yang melalaikan dan segala tipu daya yang berasal dari syaithan menyerbu manusia. Seakan-akan itu sebuah kenikmatan pada awalnya, akan tetapi akan berubah kesengsaraan di akhirnya. Itulah fitnah Duhaima’1, fitnah yang datang setelah fitnah ahlas dan fitnah sara’. Dalam buku Huru-Hara Irak, Syiria dan Mesir karya ustadz Abu Fatiah Al-Adnani dijelaskan ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai perbedaaan wujud dan kapan terjadinya fitnah tersebut. Ada pendapat ulama yang mengenai media massa yang meracuni akal pikir para pemuda Islam sekarang ini dan tidak luput juga pendapat mengenai konspirasi dibalik perang melawan terorisme global, yang memperkuat hegemoni kaum zionis internasional. Ada pendapat menarik yang membuat kita tercengang yaitu bentuk lain dalam fitnah tersebut ialah paham demokrasi yang hampir dari seluruh sendi-sendi masyarakat dipaksa untuk menganut paham tersebut. read more

29Mar/17

Islam dan Nasionalisme

Pendahuluan

Pada akhir tahun 2016 lalu , bangsa Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi yang terjadi di beberapa kota Indonesia seperti Yogyakarta, Padang, Bandung dan sebagainya. Aksi ini bermunculan ketika video Basuki Tjahya Purnama yang sedang berpidato di Kepulauan Seribu menjadi viral di sosial media. Dalam video tersebut yang diunggah oleh saudara Buni Yani pada tanggal 6 Oktober 2016 terlihat bahwa saat berpidato calon gubernur DKI Jakarta ini menyebut kata-kata yang berpotensi menimbulkan reaksi umat Islam karena dianggap sebuah penistaan terhadap alquran. Basuki Tjahya Purnama atau biasa disapa Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tentang umat Islam dilarang mengangkat nasrani dan yahudi sebagai pemimpin, kasus tersebut diproses oleh Polri hingga akhirnya puncak aksi umat Islam terjadi pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411 yang berawal di Masjid Istiqlal kemudian mobilisasi ke Istana Negara, aksi ini diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh Indonesia . Massa aksi memberi waktu 2 minggu kepada pihak berwajib agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, batas waktu yang diberikan ternayata tidak memberi progres dari kasus penistaan sehingga aksi yang lebih besar terjadi pada 2 Desember 2016 dengan massa aksi sekitar 7 juta orang berkumpul memenuhi lapangan Monas hingga sepanjang jalan disekitarnya (news.liputan6.com, 2016). read more

27Mar/17

Aplikasi Tak Bisa Dihindari

[Dalam kegiatan Diskusi Koran Kajian Strategis]

Diskusi Koran pada kali ini sedikit berbeda dengan diskusi koran pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, pada kali ini diskusi dialihkan pada hari Jum’at (24/3) untuk menghindari teman-teman yang tengah sibuk mempersiapkan UTS. Hujan yang menyiram daerah Sleman dan sekitarnya tidak menyurutkan semangat kehadiran peserta yang mengikuti diskusi koran pada malam ini, bahkan peserta diskusi koran membludak dibanding dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Tema pada diskusi koran kali ini adalah “Aplikasi Tak Bisa Dihindari”, Mungkin ada dari kita yang tidak memahami tentang substansi tema kali ini, pada tema kali ini akan membahas mengenai polemik antara transportasi konvensional dengan transportaasi berbasis daring. Diskusi dibuka pukul 21.00 oleh Moderator dan berjalan dengan menarik. read more

26Mar/17

Ulama dan Integritas Komunalnya

Kala itu, di sebuah masjid besar di Kota Yogyakarta dipenuhi massa pengajian yang datang dari berbagai daerah. Kenapa mereka hadir. Mereka hadir tidak dengan tangan, hati dan pikiran kosong. Tapi mereka hadir membawa ghirah (semangat) Quran, pikiran jernih dan tentu sedang memenuhi panggilan hati untuk menyimak sekelumit nasehat dari Ulamanya. Karena Al Quran telah dinistakan, katanya. Sehingga layak mereka semua yang hadir disebut-sebut telah merasakan nikmat kuntum khoiro ummah, nikmat kamu adalah sebaik-baik umat. Apakah kita tak mau. Tak mau dilabel demikian. Caranya cukup dengan cara beramar makruf dan nahi munkar. Itu saja. read more

23Mar/17

Transisi Demografi, Pendidikan dan HAM

oleh : Risyad Muhammad R (Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin)

Perubahan struktur kependudukan semakin lama kian tak terkendali. Pasalnya, seperti yang disebutkan oleh Om Blaker (1947) bahwa ada lima tahapan transisi demografi yang akan terjadi dalam sebuah negara/wilayah, posisi Indonesia sudah berada pada tahap tiga. Dalam tahap ini, angka kelahiran dan kematian di Indonesia sudah cenderung menurun. Yogyakarta adalah salah satu kota yg dapat dijadikan contoh dengan angka TFR yang rendah yakni antara 1,6 dan 1,8 saja. read more

19Mar/17

Rihlah Ceria Jama’ah Shalahuddin #1

Rihlah JS

(19/03) Alhamdulillah pada hari Minggu, 19 Maret 2017 terlaksana Kegiatan Rihlah Jama’ah Shalahuddin. Kegiatan Rihlah ini dihadiri setidaknya 30 orang anggota Jamaa’ah Shalahuddin, mulai dari angkatan 2013 s.d 2016. Kegiatan yang dilaksanakan di Telaga Putri Kaliurang ini diawali dengan berkumpul di Sekretariat Jama’ah Shalahuddin untuk mengikuti kajian rutin ahad pagi di Masjid Kampus UGM. Sekitar pukul 08.00 WIB, seluruh peserta mulai berangkat menuju Kaliurang, dan sampai di lokasi Rihlah pada pukul 09.00 WIB. read more

27Feb/17

Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim

Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim

Organisasi mahasiswa muslim selalu menarik perhatian untuk dibahas. Ikut bergabung di dalamnya merupakan salah satu penerapan gerakan dakwah Islam sebagaimana sesuai dengan dalil QS. As-Shaff, 61: 4 yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bagunan yang tersusun kokoh.” Artinya, sesuatu yang tersusun rapi dan sistematis akan menghasilkan hasil yang lebih baik, begitupun dalam dakwah. Sampai saat ini pula telah banyak tokoh besar negara yang lahir dari gerakan Islam, terkhusus tokoh-tokoh besar Republik Indonesia. read more

05Jan/17

Pernikahan Bukan Hanya Sekedar Menyatukan Dua Rasa

Bukan Sekedar Menyatukan 2 Rasa, Melainkan Menyatukan 2 Rasa Untuk Visi yang Mengangkasa

Perjalanan kehidupan di muka bumi adalah perjalanan tentang mimpi, cinta dan kasih sayang antar manusia ,alam dan Tuhan. Cinta adalah sebuah ciptaan karya Tuhan yang tidak nampak oleh mata namun memiliki peran dan pengaruh yang besar dalam kehidupan realita. Berawal dari sebuah indahnya kasih sayang maka akan memunculkan inspirasi dan motivasi karya dalam diri seseorang. Perjalanan tapakan kaki seorang insan di atas bumi Allah tidak akan pernah mampu untuk lepas dari kehidupan sosial untuk saling berbagi. read more