All posts by jamaah_shalahuddin

23Mei/15

UGM Bersimpati, Aksi Solidaritas Untuk Rohingya

UGM Bersimpati, Aksi Solidaritas Untuk Rohingya

[JS News] Jumat, 22 Mei 2015, Jamaah Shalahuddin UGM menggelar dialog akbar bertajuk solidaritas untuk Rohingya. Dialog ini dilaksanakan untuk menanggapi isu muslim Rohingya yang terusir dari kampung halamannya di Myanmar.

Dialog akbar dilaksanakan usai shalat Jumat di masjid kampus UGM, menghadirkan ustadz Ridwan Hamidi, Lc, M.A. M.PI (Inisiator Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN)  dan Syuhelmaidi Syukur (Ketua Komite Nasional Solidaritas Untuk Rohingya, Senior President  ACT Indonesia) dan dimoderatori oleh Ahmad Rizky Mardhatillah Umar, S.IP (Researcher at ASEAN Studies Center UGM). Dialog dimulai dengan pemutaran video dari ACT yang menceritakan tentang keadaan muslim Rohingya. read more

20Mei/15

Solidaritas Untuk Rohingya

Dialog Akbar Menggalang Solidaritas Untuk Rohingya

rohingya `4

Fenomena terdamparnya para pencari suaka di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali membuka ingatan masyarakat Indonesia akan kerasnya kehidupan di negara-negara yang sedang dalam keadaan berkonflik. Para pencari suaka yang kebanyakan berasal dari etnis Rohingya, salah satu etnis minoritas di Myanmar, mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pemerintahan setempat. Tidak hanya itu, etnis Rohingya juga mengalami kekerasan struktural dari etnis mayoritas Myanmar yang beragama Budha. Konflik vertikal antara pemerintahan Myanmar dengan etnis minoritas Rohingya telah eksis sejak kemerdekaan Myanmar di tahun 1948. Pemerintah Myanmar menganggap etnis Rohingya merupakan imigran ilegal yang tidak pantas bermukim di teritorial Myanmar. Dengan adanya kebijakan demikian, pemerintah Rohingya berusaha mengusir mereka secara pelan-pelan dan tidak memberikan hak-hak dasar kepada mereka. Kini, konflik tersebut tereskalasi hingga pada tahapan yang tidak terbayangkan sebelumnya, dibuktikan dengan dipilihnya sebuah opsi oleh ribuan warga Rohingya untuk mempertaruhkan nyawanya di lautan Hindia demi menemukan kehidupan yang lebih baik di negara tetangga, salah satunya Indonesia. read more

17Mei/15

“HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ”

HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Peristiwa yang mengiringi Isra’dan Mi’raj.

Raut muka bersih nan bercahaya itu tampak berduka. Senyum yang terukir di wajahnya tak mampu menyembunyikan hatinya yang gundah. Pria dengan cahaya kenabian itu masuk ke dalam rumah mengucap salam, di dalam putrinya menyambut sang ayah dengan mata berkaca-kaca. Di atas kepalanya masih ada sisa-sisa tanah yang ditaburkan oleh orang tak waras di jalanan. Orang itu menghadang jalannya, kemudian menaburkan tanah diatas kepala pria mulia ini. read more

15Mei/15

Jati Diri UGM Sebagai Jati Diri Jamaah Shalahuddin oleh Fajar Hamid

JATI DIRI UGM SEBAGAI JATI DIRI JAMAAH SHALAHUDDIN

Oleh: Fajar Hamid

Jamaah Shalahuddin merupakan bagian dari Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu, peranannya pun harus merepresentasikan jati diri UGM. Surat Keputusan Majelis Wali Amanah (MWA) UGM Nomor 19/SK/MWA/2006 tentang Jati Diri dan Visi UGM telah menentukan lima jati diri UGM, yaitu Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Kebudayaan. Setiap jati diri yang tertuang dalam surat keputusan tersebut memiliki makna yang luar biasa. Sudah barang tentu, ketika berbicara tentang Jamaah Shalahuddin, jati diri UGM harus disesuaikan dengan kondisi Jamaah Shalahuddin saat awal berdiri sampai sekarang. read more

15Mei/15

Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Oleh Najmi Wahyughifary

(Kajian Strategis JS UGM 1435 H/2015 M)

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. (QS al-Hujurât [49]: 10).

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum Mukmin adalah dalam hal dîn dan kehormatan, bukan dalam nasab. Karena itu, persaudaraan dalam dîn lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan dalam nasab. Sebab, persaudaraan nasab dapat terputus dengan perbedaan dîn, sedangkan persaudaraan dîn tidak pernah terputus dengan perbedaan nasab.

Lebih jauh, Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslim untuk bersatu. Allah SWT berfirman: read more