Author Archives: jamaah_shalahuddin

Matahariku

pagi

Matahariku

Sebenarnya ku ingin kau selalu menyinari hari-hariku

Tapi aku mengerti kau juga harus pergi

Tuk memberikan kehidupan di belahan yang lain

Dan jiwa yang lain sangat mengharapkan kehadiranmu

Aku tau

Jika kau tak pergi

Maka aku tak akan pernah bisa

Memandang indahnya bintang dan tenangnya cahaya bulan

Merasakan sapuan lembut angin malam

Lalu memejamkan mata tuk menantimu esok hari

Take and Give Dompet Shalahuddin

give-and-take
Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, pada setiap hari minggu ketiga dalam suatu bulan, BSO DOmpet Shalahuddin Jama’ah Shalahuddin melaksanakan kegiatan rutin pada waktu tersebut. Kegiatan tersebut bernama Take and Give, suatu prosesi acara penyerahan beasiswa untuk Penerima Beasiswa DOMPET SHALAHUDDIN. Jumlah Penerima Beasiswa Dompet Shalahuddin ada lebih dari 25 orang, dg rincian 15 siswa SMA dan lebih dri 10 penerima Beasiswa Mahasiswa (terus bertambah).

Tawadhu’

padi

Allah Maha Mulia dan menghendaki agar hamba-hamba-Nya menjadi orang-orang yang mulia, bahwa luasnya kemuliaan mereka tidak merasa lebih tinggi di atas saudara-saudara mereka. Maka saat itu ia merasa bangga terhadap diri sendiri, merasa di atas yang lain, dan merendahkan kedudukan mereka. Dan Allah memberi karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan memberi petunjuk untuk beriman. Maka jika mereka enggan dan memilih kesesatan, maka Dia Maha Kuasa mengganti mereka dengan satu kaum yang mulia dengan iman mereka dan merendahkan diri terhadap saudara-saudara mereka.

Atas Kursi Rotan

rotan

Selepas isyak segera ku kembali ke kontrakan. Jalan- jalan sempit sepanjang gang, redup dengan temaram lampu kuning Kota Semarang. Tak ubah Semarang di zaman Belanda, penjajah yang merontakan rakyat kita. Masjid Ar Rahman berjarak 600 meteran dari kontrakan. Kontrakan mahasiswa tua, betapa tidak hampir semua yang tinggal di sana adalah yang menunggu dengan tenang ujian pendadaran. Begitu juga denganku, rencana bulan mei ujian pendadaran akan datang. Semoga keinginan ini segera terwujud, dan dapat kembali ke dunia sesungguhnya.

Agenda hidupku tidak pernah berucap, bahwa aku akan menjadi mahasiswa IAIN seperti saat ini. Apalagi IAIN Walisongo, terlebih Jurusan Tarbiyah. Melihat sejarah yang telah ku lewati masa lalu. Keonaran dalam tingkah laku semasa remaja SMA membuat ngiris untuk mengingatnya. Meski masih dimaklumi namun kadang membikin hati menangis pedih bak teriris. Masa kelam penuh penyesalan kini.

Dan Gunung Bertasbih Kepada-Nya

gunung

Suatu saat, ditengah perkuliahan, dosen saya tiba-tiba menghentikan penjelasannya dan beliau memberikan suatu cerita yang cukup berkesan bagi saya dan semua mahasiswa yang hadir dalam ruangan itu. Beliau bercerita, dahulu ketika masih muda pernah diajak oleh salah seorang yang cukup berpengaruh di Badan Vulkanologi Jogjakarta – nama lembaga ini saya sedikit lupa, tapi kira-kira seperti itu – pergi ke puncak Gunung Merapi. Setelah beberapa jam mendaki, akhirnya sampailah beliau dan temannya tersebut di salah satu kawah Merapi (kawah kering). Sambil melepas lelah di dekat kawah tersebut, beliau ditanya oleh temannya kira-kira bagaimana jika gunung yang sedang mereka daki itu tiba-tiba meletus. Sambil memakan bekal yang mereka bawa, dosen saya dengan santai menjawab bahwa mau bagaimana lagi jika kenyataannya begitu.

Tafsir Surat Al-Baqarah 218

al-quran

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Didalam ayat ini Allah menjelaskan tentang 3 sifat yang termasuk dalam tanda-tanda kebahagiaan yang akan diperoleh seseorang. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Nashiruddin as-Sa’di bahwa tiga sifat ini yang terdapat pada ayat tersebut adalah Iman, Hijrah dan Jihad. Iman mennurut bahasa adalah Tashdiq (Pembenaran) atau dalam arti sehari-hari berarti percaya tetapi dalam bahasa Arab berarti Tashdiq (pembenaran dalam hati) bukan hanya percaya saja. Sehingga Allah mengisahkan atas apa yng diucapkan saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam. Ketika saudaranya itu mengajak nabi Yusuf untuk perjalanan dengan tujuan mencelakai Yusuf karena cemburu atas kasih sayang bapaknya terhadap yusuf ‘alaihissalam.

Kunjungan Gamais ITB ke Jamaah Shalahuddin UGM

gamais

Jumat – Sabtu, tanggal 2 – 3 April 2010 Jamaah Shalahuddin UGM kembali menerima kunjungan istimewa dari teman-teman Gamais ITB. Kedatangan mereka dalam rangka menjalin silaturahim ke Lembaga Dakwah Kampus di Solo serta Yogyakarta, khususnya UNS serta UGM. Rombongan dari Gamais sendiri berjumlah 60 orang, dengan rincian 40 ikhwan serta 20 akhwat. Rombongan tiba di sekretariat Jamaah Shalahuddin pada hari Jumat pukul 22.00 WIB dengan memakai bis. Sebanyak 40 ikhwan Gamais bermalam di sekretariat JS mengingat kapasitas ruangan yang dimiliki relatif besar. Sedangkan untuk akhwat sendiri bermalam di pondok pesantren putri Daarus Shalihat yang relatif dekat dengan kampus UGM.

Tafsir Surat An Nuur 39 – 40

al-quran

Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyah. Dinamai An Nuur yang berarti Cahaya, diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Al Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi dan rahmat seluruh alam. Arti dari Surat An-Nuur ayat 39 sebagai berikut “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. Dalam ayat ini Allah mengisahkan kisah orang-orang kafir terkait dengan amal perbuat yang mereka kerjakan selama di dunia. Allah menggunakan metode amtsal yang berarti permisalan dalam menyampaikan ayat ini. Syekh Natsar Asy-Sa’di menuliskan “Hadzani matsalani”, yang artinya yaitu “ini adalah 2 permisalan (tentang orang-orang kafir)”.

Tafsir Surat Al-Ma’arij 5

al-quran

Pada ayat ke 5, Allah berfirman, “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” Kita semua mengetahui bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari salah satu dari dua keadaan, yaitu ketika manusia diberi nikmat serta diberikan hal-hal yang menyenangkan oleh Allah subhanallahuwata’ala, maka manusia memiliki kewajiban untuk bersyukur. Atau ketika manusia diberi ujian dan cobaan, maka manusia memiliki kewajiban untuk bersabar. Tidak ada kehidupan manusia yang lepas dari salah satu dari dua keadaan ini. Karena kedua keadaan ini terus silih berganti. Tidak ada di dunia ini manusia yang hidupnya selalu mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan seumur hidup dan tidak pernah mendapat kenikmatan serta kebahagiaan. Begitupun sebaliknya, tidak ada manusia yang mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya tanpa ada hal-hal yang tidak menyenangkan. Pilihannya hanya salah satu dari dua keadaan tersebut.

X