Category Archives: GMMQ

Indonesia (Tidak Lagi) Negara Agraris

Opini tanggapan terpilih “Konflik Agraria: Apa Kabar Nusantara?” dari BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an (GMMQ)
oleh: Dewi Aisyah (dengan sedikit pengubahan bahasa)

Indonesia telah dikenal sebagai negara agraris sejak zaman dahulu. Bahkan negara-negara barat saling berebut untuk menjajah dan menguasai tanah kita. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah predikat tersebut masih layak disandang oleh Indonesia. Sesuatu yang sangat ironis ketika negara agraris justru mengimpor beras dari negara lain. Hal ini menyebabkan harga beras menjadi tinggi, sehingga daya beli masyarakat Indonesia menurun. Dari lebih kurang dua juta kilometer luas daratan Indonesia, lahan pertanian tidak mencapai setengahnya. Petani-petani pun terus menerus berkurang jumlahnya. Bahkan jarang sekali kita temui petani muda di lahan pertanian. Pekerjaan menjadi petani dianggap rendah dan tak mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi mereka. read more

Menilik Kondisi Sektor Pertanian di Negeri Agraris

Opini tanggapan terpilih “Konflik Agraria: Apa Kabar Nusantara?” dari BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an (GMMQ)
oleh: Aegisia Sukmawati (dengan sedikit pengubahan bahasa)

Sejak ekspedisi bangsa Eropa ke Nusantara di tahun 1500-an untuk mencari rempah-rempah, Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi negara yang menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya disebabkan lokasinya yang strategis, tetapi Indonesia juga diketahui memiliki potensi sumber daya alam, tanah, dan iklim yang optimal untuk bercocok tanam. Tak heran jika Indonesia dijuluki sebagai negeri agraris yang identik dengan hasil bumi yang berlimpah, terutama pada sektor pertanian, dan idealnya para petani hidup sejahtera. Namun, apakah hal tersebut adalah fakta atau sekedar utopia? masih relevankah status agraris diberikan dengan kondisi saat ini? Sejumlah pemaparan data beserta argumen akan disajikan. Pembaca akan diajak untuk berfikir, mengapresiasi dan mengevaluasi secara bijak berdasarkan perspektif Islam. read more

Menjaga Ayat Cinta-Nya

Oleh: Sri Mawar Aprilyanti & Juli Fathonah (staf BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an)

“Shodaqallahul adhim…”

Alhamdulillah pekan ini Aku dan Rara telah menyetorkan hafalan kepada kak Anin. Kegiatan pekanan yang selalu kami tunggu-tunggu di tengah kesibukan yang kian padat, namun kebutuhan ruhiyah harus tetap perlu diisi. Ibarat sebuah wadah, untuk mengisi kembali setelah terpakai perlu dibersihkan terlebih dahulu. Begitu pula dengan hati. Dengan hati yang dibersihkan, jiwa akan terasa baru untuk menyemai segala aktivitas. read more

Negara Agraris Kita Apa Kabar?

Oleh: Rohmatul Ummah (Kepala Departemen Kemuslimahan JS 1439 H)

Aku tertegun. Sebenarnya aku tidak dapat mendefinisikan apa yang ada, tapi setidaknya seperti itulah kira-kira rasanya… takjub, kagum, namun di sisi lain ada rasa sedih yang terselip, ada rasa duka yang terasa jadi luka. Kamu tau apa? Sudah tahu dari judulnya, bukan? Ya, ini tentang negara kita. Negaraku… negaramu… negara kita. Indonesia.

The number of farmers age 25 to 34 grew 2.2 percent between 2007 and 2012, according to the 2014 USDA census, a period when other groups of farmers — save the oldest — shrunk by double digits. In some states, such as California, Nebraska and South Dakota, the number of beginning farmers has grown by 20 percent or more. read more

Konflik Agraria dalam Perspektif Qur’an: Bagian Pengantar

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

Di atas sebidang tanah yang cukup luas, hiduplah sekawanan angsa yang sangat banyak. Angsa-angsa itu sudah menempati tanah tersebut selama ratusan tahun. Pada sekawanan angsa tersebut, terdapat beberapa angsa yang besar-besar. Akan tetapi, mereka adalah sekawanan ‘pencuri’. Hingga pada suatu hari, sekelompok pencuri tersebut melakukan aksinya. Pada saat akan melaksanakan aksinya, timbullah pertanyaan. Pertanyaannya adalah mana yang lebih baik, mencuri telur-telur sekawanan angsa tersebut atau mencuri tanah yang ditempati oleh sekawanan angsa tersebut? read more

X