Memetik Analogi Biji Gandum di Rumah Pak Rangga Almahendra

Oleh  Habib Haidar Pradana Effendi [Staf Tim Gelanggang 2015]

Awal pekan ini, (25/7) Jama’ah Shalahuddin melakukan silaturahim di rumah Bapak Rangga Almahendra sang penulis novel terkenal 99 Cahaya di Langit Eropa. Silaturahim yang diikuti 19 peserta yang kesemuanya aktivis Jama’ah Shalahuddin memiliki tujuan di antaranya agar Jama’ah Shalahuddin dapat menjalin komunikasi dengan baik secara kelembagaan terhadap salah satu menantu Prof. Amien Rais tersebut. Tidak sedikit pula dari aktivis lembaga dakwah UGM meminta cerita-cerita inspiratif dan berharap mendapat wejangan yang berharga dari orang yang biasa disapa Mas Rangga itu. read more

Pawai Ramadhan Antar Kampus: Sarana Edukasi Ramadhan untuk Masyarakat Jogja

Oleh Gustanika Hera Afififah

(Komisi A FSLDK DIY / Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin)

Rabu, 3 Juni kemarin, KM Nol–ujung Jalan Malioboro–menjadi saksi diadakannya tarhib Ramadhan oleh Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarhib Ramadhan ini diawali pawai dengan starting point depan gedung DPRD DIY. Lalu berjalan ke selatan menuju KM Nol. Jalan Malioboro pun terasa semakin ramai karena banyak pejalan kaki yang turut menyaksikan pawai ini.

Pukul dua siang pawai diberangkatkan hingga KM Nol. Terik matahari tidak menyurutkan langkah pegiat dakwah kampus se-Jogja. Setelah dibuka oleh MC dan tilawah, orasi disampaikan oleh perwakilan FSLDK dan beberapa LDK. Segenap massa yang ikut turut membagikan amunisi baik selebaran kegiatan ramadhan di kampus masing-masing, jadwal imsakiyah, bunga, juga minuman kepada warga sekitar. Seketika KM Nol terlihat begitu putih oleh dresscode yang dikenakan para aktivis dakwah kampus ini. Agenda tarhib Ramadhan yang diikuti massa sejumlah 64 orang itu pun dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh FSLDK DIY yang meliputi 7 poin, yaitu: read more

Aleppo Membara: Saatnya Umat Bersatu

Oleh Khusnul Khotimah

Satu pekan telah berlalu pasca serangan udara 27 April 2016 oleh Rezim Assad dan anteknya Rusia yang menyasar wilayah Aleppo, Suriah. Alih-alih mengatakan, jika serangan ini ditujukan kepada kelompok oposisi, tetapi justru serangan ini diluncurkan kepada masyarakat sipil, yang menyasar ke pasar-pasar, apartemen dan rumah sakit anak-anak. Akibatnya sekitar 400 orang lebih mengalami luka-luka dan 200 orang lebih lainnya meninggal dunia. Bukan hanya itu, tempat tinggal, rumah sakit, pasar dan stasiun juga mengalami kerusakan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah islam salat Jumat dihentikan, karena khawatir akan menjadi sasaran serangan selanjutnya.
Sungguh ironis, di tengah-tengah kondisi yang seperti ini, justru negeri-negeri muslim baik di Timur tengah maupun di seluruh dunia, termasuk Indonesia tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan mereka. Di manakah letak ukhuwah kita? Bukankan kita umat Islam adalah satu? Seperti sabda Rasulullah SAW: read more

Ketidakadilan Penanggulangan Terorisme di Indonesia

Di Indonesia, isu terorisme merupakan salah satu isu yang senantiasa mendapat sorotan masyarakat. Di samping dampak terorisme yang merugikan banyak pihak, di sisi lain pemerintah dan media massa kerap melakukan framing yang tidak tepat berupa stigma negatif terhadap umat Islam. Stigmatisasi teroris dan umat muslim perlu dihilangkan sesegera mungkin. Menyikapi hal tersebut, Jamaah Shalahuddin bekerja sama dengan berbagai aliansi mahasiswa muslim di Yogyakarta, Kamis (5/5) kemarin  mengadakan diskusi publik bertajuk “Menyikapi Secara Adil Pembarantasan Terorisme di Indonesia. Ada lima pembicara yang mengisi diskusi publik di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. read more

Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin #1

Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin #1

Tahun ini Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin (TKJS) mengusung tema “Pembentukan Kepribadian Muslim Inklusif Sebagai Representasi Islam Rahmatan Lil’aalamiin” . Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 9-11 Oktober 2015 di Desa Tlogolele, Boyolali. Jum’at pukul 16.30 peserta TKJS 1 sudah bersiap di halaman Masjid Kampus UGM untuk berangkat menuju tempat tujuan. Peserta berangkat menggunakan truk, hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi beberapa peserta karena menjadi pengalaman pertama mereka naik truk. Sesampainya di tempat tujuan, para peserta disambut oleh hawa dingin yang tak terkira, tak salah karena memang kegiatan ini dilaksanakan di lereng Gunung Merapi. Kontrak belajar adalah kegiatan pertama dari rangkaian TKJS 1. Setelahnya, peserta dibawa ke pondok untuk kegiatan selanjutnya, yakni mentoring. read more

Pengelompokkan dan Penugasan Kelompok TK JS 1

Jama’ah Shalahuddin telah menyelenggarakan Mabit (Malam Bina Iman & Taqwa) dan Pengarahan (Technical Meeting) Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin 1 tahun 1436 H pada Jum’at, 2 Oktober 2015-Sabtu, 3 Oktober 2015. Peserta yang hadir berjumlah 80 putra dan 50 putri. Acara dimulai dengan tadarus bersama oleh peserta Mabit yang dilanjutkan dengan Materi Konsep Diri bersama Ustadz Adriano Rusfi (Konsultan Masjid Salman ITB). Kemudian dilanjutkan dengan Pengarahan Peserta Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin 1 mengenai pengelompokkan dan penugasan. Acara ditutup dengan apel bersama peserta dan pengurus Jama’ah Shalahuddin. read more

Puncak Gunung Api Purba, menjadi Saksi Pengukuhan Great Muslimah Training

Puncak Gunung Api Purba, menjadi Saksi Pengukuhan Great Muslimah Training

[JS News] Jumat –Ahad, 18-20 September 2015, Pengembangan Sumber Daya Muslimah Jama’ah Shalahuddin UGM bekerja sama dengan Kemuslimahan FSLDK DIY telah menyelenggarakan Great Muslimah Training 1 & 2. Acara yang diikuti oleh lebih dari 40 muslimah yang tergabung dalam lembaga dakwah muslimah baik dari Lembaga Dakwah Fakultas UGM dan Lembaga Dakwah Kampus yang ada di Yogyakarta. GMT yang bertempat di Paviliun Kampus Stikes Surya Global ini merupakan agenda perdana yang dilakukan tingkat Jarmusda DIY. read more

TRAINING KEPEMIMPINAN JAMA’AH SHALAHUDDIN 1

     Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin 1 atau biasa disebut dengan TK JS 1 merupakan salah satu rangkaian alur kaderisasi Jama’ah Shalahuddin UGM. TK JS 1 ini ditujukan untuk mempersiapkan Shalahuddin Muda untuk menjadi anggota yang tangguh dan siap untuk berkontribusi. Materi pembinaan dalam TK JS 1 terdiri atas 4 materi pokok yang akan disampaikan oleh pemateri yang sudah berkompeten di bidangnya, yaitu materi mengenai Konsep Diri, Konsep Dakwah, Problematika Ummat, dan Ke-JS-an. Dengan disampaikannya ke empat materi pokok ini harapannya dapat membangun kepribadian kokoh dalam diri Shalahuddin Muda serta menumbuhkan semangat menyebarkan kebaikan dalam berbagai keadaan. Pelaksanaan TK JS 1 yakni Jum’at – Ahad, 9-11 Oktober 2015. read more

Masjid Kampus UGM Gelar Shalat Idul Adha Dua Kali

Masjid Kampus UGM Gelar Shalat Idul Adha Dua Kali

Menanggapi perbincangan yang sedang hangat saat ini mengenai perbedaan hari raya, Masjid Kampus UGM menyelenggarakan dua kali shalat Hari Raya Idul Adha  berkaitan dengan perbedaan Hari Raya Idul Adha tahun ini. Sholat Ied akan dilaksanakan Rabu (23/9) dengan khatib Dr H Sumedi MAI dan Kamis (24/9) dengan khatib Prof Dr H Rahmat Wahab MPd MA. Sedangkan di lapangan Grha Sabha Pramana UGM juga akan dilaksanakan Shalat Ied pada Rabu (23/9) dengan khatib Prof Dr H Yunahar Ilyas Lc, MA. read more

Islamophobia: Sebuah Ketakutan yang Irasional

Islamophobia: Sebuah Ketakutan yang Irasional

[JS News] Senin, 14 September 2015 kemarin, Jamaah Shalahuddin bekerjasama dengan Islam Diaries mengadakan sebuah kajian bertajuk “Islamophobia”. Acara ini mendatangkan Dr. Bilal Philips sebagai pembicara. Dr. Bilal adalah seorang mualaf asal Kanada yang memutuskan mengabdikan dirinya untuk Islam.  Bukan hanya mahasiswa, masyarakat umum pun terlihat memadati Ruang Utama Masjid Kampus UGM.

Acara ini diawali oleh sambutan Tri Agung Rohmat, dosen Jurusan Teknik Mesin UGM. Ada tiga sesi dalam kajian ini. Sesi pertama membahas mengenai definisi Islamophobia. Dr. Bilal menjelaskan bahwa Islamophobia adalah sebuah ketakutan dan kebencian yang irasional terhadap Islam. Selain itu, kesalahpahaman, kurangnya pemahaman, dan ketidaktahuan terhadap Islam membentuk terjadinya Islamophobia. Fenomena ini sudah terjadi lama, sebuah penelitian sekitar tahun 1900 menunjukkan bahwa Islamophobia itu sudah ada dan eksis di Inggris. Pada Perang Salib pun, orang non muslim mengatakan hal yang keliru mengenai Islam dengan menyebut pengikutnya sebagai the Mohammedans, yang memiliki arti memuja Muhammad. Sementara pada masa ini, Islamophobia terjadi akibat ulah media dan didukung oleh politikus sebagai pengalihan isu. read more