Racun-Racun Hati #2

oleh : Ust. Rudi Hudzaifah, S.Pd.I dalam i-Lecture Kamis Sore

1. Lisan

Racun hati yang berasal dari lisan ada tiga, yaitu ghibah, namimah (mengadu domba), dan pujian.

Memuji seseorang merupakan hal yang seringkali kita lakukan. Namun perlu kita ketahui bahwa saat memuji seseorang hendaknya harus berhati-hati, jangan terlalu berlebihan karena hal itu dapat menjerumuskan orang lain ke dalam perasaan sombong.

Seperi saat Rasulullah SAW. mendengar seorang muslim memuji saudaranya dengan sangat berlebihan, beliau pun berkata “Celaka engkau ! engkau sedang menggorok leher saudaramu.” (HR Bukhori). read more

Sabar: Cabang Keimanan dan Penyempurna Tauhid

Oleh: Yarabisa Yanuar
Departemen Pelayanan dan Syiar

Dalam hidup ini, seringkali kita diingatkan untuk sabar. Namun, seringkali hal itu mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Secara bahasa, sabar berasal dari kata al habsu, yang berarti menahan. Secara istilah syariat sabar berarti menahan jiwa di atas ketaatan kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah, salah seorang ulama membagi sabar menjadi 3 bagian macam1, yakni:

1.Sabar di Dalam Ketaatan kepada Allah read more

Menakar Indeks Kota Islami

oleh Fakhirah Inayaturrobbani (Staf Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin 1437H)

Lagi!

Penelitian yang berusaha mengukur tingkat keislaman suatu daerah, baik itu negara maupun kota, telah dirilis dan berhasil menyentil umat Islam. Penelitian yang terbaru kali ini dilakukan oleh Maarif Institute yang mana berusaha memetakan tingkat keislaman dari 29 kota di Indonesia. Hasilnya cukup mengejutkan: Yogyakarta, Denpasar, dan Bandung mendapat tiga nilai tertinggi  sebagai kota yang paling Islami (ketiga kota mendapatkan nilai 80,64 nilai IKI) (Maarif Institute, 2016). read more

Review i-Lecture Ahad Pagi (18 Oktober 2015) | Tafsir Qur’an

i-Lecture Ahad Pagi | Tafsir Qur’an

Ust. Ridwan Hamidi

18 Oktober 2015

As Shoff-7

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”

Tafsir ibnu katsir:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Maksudnya, tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah dan menjadikan bagi-Nya segala bentuk tandingan dan sekutu, sedang ia diajak kepada tauhid dan ikhlas. read more

Review i-Lecture Ahad Pagi (27 Sep 2015) | Tafsir Qur’an

i-Lecture Ahad Pagi | Tafsir Qur’an

Ust. Ridwan Hamidi

27 September 2015

As Shoff-5

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Tafsir As Sa’di: Mengapa kalian menyakitiku -dengan ucapan dan dengan perbuatan- sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?. Pengikut nabi musa yang seharusnya mengikutinya justru melakukan pelecehan yang luar biasa kepada Nabi Musa sehingga menyakiti beliau sementara hak semua rasul adalah di hormati, dimuliakan, perintahnya dikerjakan, segera menaatinya. Menyakiti orang biasa saja sudah dosa, apalagi Nabi? Bahkan Rasul yang termasuk golongan ulul ‘azmi, termasuk puncak perbuatan dosa dan sangat tercela. read more

I-Lecture: Keutamaan-keutamaan bulan puasa (Ahad, 24 April 2015)

Review I-Lecture Jamaah Shalahuddin Ahad Pagi

Waktu                   : Ahad, 24 April 2015

Materi                  : Keutamaan-keutamaan bulan puasa.

Tidak terasa kurang dari sebulan lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan Ramdhan adalah bulan yang mulia, bulan dibukanya pintu-pintu surga. Adapun pada kali ini kita akan membahas mengenai keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan puasa itu sendiri.

Keutamaan berpuasa:

  1. Puasa merupakan ibadah yang balasannya tidak terbatas. Allah berhak melipat gandakan pahala puasa seseorang, karena Allah tidak memberi batasan secara langsung, karena Allah hanya mengatakan bahwa ganjaran dari ibadah adalah langsung dari Allah SWT. Selain itu bagi orang yang menjadi ahli berpuasa jua terdapat pintu khusus dalam surga yaitu Ar-rayan.
  1. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan. Seperti yang terdapat dalam hadis Rasulullah SAW:

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه read more

“Risaalah Ahl al–Sunnah wa al –Jamaa’ah : Fi Hadith al-Mawta wa Asyarat al-Sa’ah wa bayaan Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah”

Risaalah Ahl al–Sunnah wa al –Jamaa’ah : Fi Hadith al-Mawta wa Asyarat al-Sa’ah wa bayaan Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah

(Karya Hadlratus Syaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari)

Oleh

Desy Putri Ratnasari (Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M)

            K.H. M. Hasyim Asy’ari merupakan seorang tokoh ulama NU yang mempunyai pengaruh besar di masyarakat. Beliau meerupakan sosok Kyai fenomenal karena besarnya organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikannya. Nahdlatul Ulama didirikan sebagai Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah (organisasi keagamaan kemasyarakatan) untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan pengikutnya. Sebagai organisasi sosial keagamaan tentunya mempunyai landasan dan pegangan yang jelas sebagaimana tertuang dalam Qonun Asasi Jam’iyah Hadlratus Syaikh K.H Hasyim Asy’ari yaitu mengikuti Imam Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam beraqidah, mengikuti salah satu dari empat madzhab dalam beribadah, sedangkan dalam bertasawwuf mengikuti Al-Imam Al-Junaidi dan Al-Imam Al-Ghozali –semoga Allaah SWT meridhai semuanya- read more

“HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ”

HIKMAH MULTIDIMENSI ISRA MIS’RAJ

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Peristiwa yang mengiringi Isra’dan Mi’raj.

Raut muka bersih nan bercahaya itu tampak berduka. Senyum yang terukir di wajahnya tak mampu menyembunyikan hatinya yang gundah. Pria dengan cahaya kenabian itu masuk ke dalam rumah mengucap salam, di dalam putrinya menyambut sang ayah dengan mata berkaca-kaca. Di atas kepalanya masih ada sisa-sisa tanah yang ditaburkan oleh orang tak waras di jalanan. Orang itu menghadang jalannya, kemudian menaburkan tanah diatas kepala pria mulia ini. read more

I-Lecture : Tafsir Q.S Al-Ankabut ayat 1-3 (26 April 2015), Ust. Ridwan Hamidi, Lc.

Cobaan Sebagai Seleksi Keimanan

Review I-Lecture Jamaah Shalahuddin Ahad Pagi

Waktu                   : Ahad, 26 April 2015

Materi                  : Tafsir Al-qur’an,

ayat                       : Q.S Al-Ankabut ayat 1-3

(1)الٓمٓ

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ

لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
(QS: Al-‘Ankabuut Ayat: 2) read more

Etika Pendidikan Islam -K.H. Hasyim Asy’ari


Etika Pendidikan Islam
oleh Desy Putri R. (Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM)

Terjemah Kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’alim” Karya Hadlratus Syaikh K.H Muhammad Hasyim Asy’ari rahimahullahu ta’ala

  1. Hasyim Asy’ari adalah salah satu tokoh dari sekian banyak ulama’ besar di Indonesia. Biografi tentang kehidupan beliau telah banyak ditulis. Namun dari beberapa tulisan atau karya yang telah ada, terdapat satu hal yang menarik yang mungkin dapat digambarkan dengan kata sederhana, yaitu kata “pesantren”. Mengingat latar belakang beliau berasal dari keluarga santri dan hidup di pesantren sejak lahir. Beliau juga dididik dan tumbuh berkembang di lingkungan pesantren. Selain itu juga hampir seluruh kehidupan beliau dihabiskan di lingkungan pesantren. Bahkan sebagian besar waktu beliau dihabiskan untuk belajar dan mengajar di pesantren dan beliau juga banyak mengatur kegiatan yang sifatnya politik dari pesantren.

Salah satu karya beliau yang terpopuler dalam bidang pendidikan yaitu kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim. Secara umum, kitab ini menjelaskan tentang adab atau etika dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu. Dari penjelasan-penjelasan kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim menjadikan karakteristik dari pemikiran KH Hasyim Asy’ari yang mengarah pada tatanan ranah praktis dari Al Qur’an dan As sunnah. Selain itu menekankan pada nilai-nilai etika yang bernuansa sufistik, karena menurut KH Hasyim Asy’ari keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan ilmu itu sendiri hanya dapat diraih dengan orang yang berhati suci dan bersih dari sifat mazmumah serta aspek ukhrowi. read more