Category Archives: Kajian

Tawadhu’

padi

Allah Maha Mulia dan menghendaki agar hamba-hamba-Nya menjadi orang-orang yang mulia, bahwa luasnya kemuliaan mereka tidak merasa lebih tinggi di atas saudara-saudara mereka. Maka saat itu ia merasa bangga terhadap diri sendiri, merasa di atas yang lain, dan merendahkan kedudukan mereka. Dan Allah memberi karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan memberi petunjuk untuk beriman. Maka jika mereka enggan dan memilih kesesatan, maka Dia Maha Kuasa mengganti mereka dengan satu kaum yang mulia dengan iman mereka dan merendahkan diri terhadap saudara-saudara mereka.

Tafsir Surat Al-Baqarah 218

al-quran

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Didalam ayat ini Allah menjelaskan tentang 3 sifat yang termasuk dalam tanda-tanda kebahagiaan yang akan diperoleh seseorang. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Nashiruddin as-Sa’di bahwa tiga sifat ini yang terdapat pada ayat tersebut adalah Iman, Hijrah dan Jihad. Iman mennurut bahasa adalah Tashdiq (Pembenaran) atau dalam arti sehari-hari berarti percaya tetapi dalam bahasa Arab berarti Tashdiq (pembenaran dalam hati) bukan hanya percaya saja. Sehingga Allah mengisahkan atas apa yng diucapkan saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam. Ketika saudaranya itu mengajak nabi Yusuf untuk perjalanan dengan tujuan mencelakai Yusuf karena cemburu atas kasih sayang bapaknya terhadap yusuf ‘alaihissalam.

Tafsir Surat An Nuur 39 – 40

al-quran

Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyah. Dinamai An Nuur yang berarti Cahaya, diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Al Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi dan rahmat seluruh alam. Arti dari Surat An-Nuur ayat 39 sebagai berikut “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. Dalam ayat ini Allah mengisahkan kisah orang-orang kafir terkait dengan amal perbuat yang mereka kerjakan selama di dunia. Allah menggunakan metode amtsal yang berarti permisalan dalam menyampaikan ayat ini. Syekh Natsar Asy-Sa’di menuliskan “Hadzani matsalani”, yang artinya yaitu “ini adalah 2 permisalan (tentang orang-orang kafir)”.

Tafsir Surat Al-Ma’arij 5

al-quran

Pada ayat ke 5, Allah berfirman, “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” Kita semua mengetahui bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari salah satu dari dua keadaan, yaitu ketika manusia diberi nikmat serta diberikan hal-hal yang menyenangkan oleh Allah subhanallahuwata’ala, maka manusia memiliki kewajiban untuk bersyukur. Atau ketika manusia diberi ujian dan cobaan, maka manusia memiliki kewajiban untuk bersabar. Tidak ada kehidupan manusia yang lepas dari salah satu dari dua keadaan ini. Karena kedua keadaan ini terus silih berganti. Tidak ada di dunia ini manusia yang hidupnya selalu mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan seumur hidup dan tidak pernah mendapat kenikmatan serta kebahagiaan. Begitupun sebaliknya, tidak ada manusia yang mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya tanpa ada hal-hal yang tidak menyenangkan. Pilihannya hanya salah satu dari dua keadaan tersebut.

Tafsir Surat Al-Ma’arij 1-4

al-quran

Surat Al-Ma’arij termasuk surat ke 70 dalam Al-Quran dan berada pada juz ke 29 serta terdiri dari 44 ayat. Surat Al-Ma’arij dalam tafsir Dzadul Masir karya Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauzi dinamakan juga dengan nama Sa’ala saailun yang berarti “Seseorang yang bertanya”. Nama tersebut diambil dari kata pertama dari ayat pertama pada Surat Al-Ma’arij. Akan tetapi, nama yang lebih populer adalah Al-Ma’arij yang merupakan bentuk jamak dari kata Ma’raj dan juga bisa diartikan sebagai tangga atau tempat naik.

Ta’arudh

Sering kali ketika kita membaca atau menelaah suatu dalil berupa ayat-ayat dalam al qur’an maupun berkaitan dengan hadits-hadits shahih yang datang dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam terdapat hal-hal yang secara lahiriah terkesan memiliki makna yang bertentangan antara satu ayat dengan ayat lain dalam surat yang berbeda, antara satu ayat dengan dhahir hadits shahih yang datang dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang sebenarnya ketika kita mau memahami sedikit tentang ayat atau hadits tersebut sebenarnya tidaklah terdapat perbedaan seperti yang kita pahami. Insya Allah dalam kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit tentang ta’arudh (pertentangan).

DefinisiTa’arudh secara bahasa yakni Saling berhadapan (لتقابل ) dan saling menghalangi (التمانع). Sedangkan secara istilah makna ta’arud adalah “Saling berhadapannya dua dalil dari sisi salah satunya menyelisihi yang lain.”

Tafsir Surat Al Haaqqah 38-43

al-quran

Pada surat Al Haaqqah ayat ke 38 serta ke-39, Allah berfirman, “Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” Ada beberapa pendapat dari para ulama mengenai tafsir ayat tersebut, khususnya mengenai kalimat “apa yan{jcomments on}g kamu lihat dan yang tidak kalian lihat.” Adapun pendapat yang ada tidak saling bertentangan, sebaliknya pendapat-pendapat yang ada tersebut saling melengkapi dan dapat menyebutkan contohnya masing-masing. Pendapat yang tidak saling bertentangan dan bertolak belakang ini disebut sebagai ikhtilaf tanawu’.

Dalam tafsir karya Imam as Salaby disebutkan beberapa pendapat mengenai makna dari ayat yang telah disebutkan di atas. Pendapat-pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

Pemuda dan Hari Jum’at

shalat-jumat

Di antara hal yang sangat memprihatinkan yaitu adanya sebuah kenyataan yang kita saksikan dari segolongan pemuda yang tidak memiliki kepedulian terhadap waktu, khususnya waktu-waktu yang utama. Padahal mereka mengetahui dengan baik bahwasanya hidup itu pendek meskipun panjang. Kesenangan itu akan sirna meskipun abadi. Sehat akan digantikan oleh sakit, dan masa muda akan digantikan masa tua.

Di antara waktu-waktu utama yang sering diremehkan oleh sebagian pemuda adalah hari Jum’at yang Allah subhanahu wata’ala telah menunjukkan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepadanya dan membiarkan umat-umat terdahulu tanpa petunjuk untuk menggapainya. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang hendaknya dapat dilakukan oleh para pemuda untuk mengisi hari Jum’at:

Noda Kemaksiatan

nodamaksiat

Sebuah renungan bagi kita yang terlalu sering bermaksiat kepada Allah ‘azza wa jalla dibanding ta’at kepadaNya. Pernahkah kita berfikir ketika kita melewati tempat penimbunan sampah, kita pasti mencium bau yang tidak sedap, kemudian secara reflex kita menutup hidung dengan tangan atau sapu tangan. Jika ada dari kita yang mengatakan, “Saya tidak mencium bau yang tidak sedap itu” maka, orang yang mendengarnya akan mengatakan bahwa hidung anda sedang tidak sehat, bisa jadi mungkin terkena flu atau penyakit lainnya.

X