11Nov/16

Sabar: Cabang Keimanan dan Penyempurna Tauhid

Oleh: Yarabisa Yanuar
Departemen Pelayanan dan Syiar

Dalam hidup ini, seringkali kita diingatkan untuk sabar. Namun, seringkali hal itu mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Secara bahasa, sabar berasal dari kata al habsu, yang berarti menahan. Secara istilah syariat sabar berarti menahan jiwa di atas ketaatan kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah, salah seorang ulama membagi sabar menjadi 3 bagian macam1, yakni:

1.Sabar di Dalam Ketaatan kepada Allah read more

19Okt/15

Review i-Lecture Ahad Pagi (18 Oktober 2015) | Tafsir Qur’an

i-Lecture Ahad Pagi | Tafsir Qur’an

Ust. Ridwan Hamidi

18 Oktober 2015

As Shoff-7

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”

Tafsir ibnu katsir:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Maksudnya, tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah dan menjadikan bagi-Nya segala bentuk tandingan dan sekutu, sedang ia diajak kepada tauhid dan ikhlas. read more

28Sep/15

Review i-Lecture Ahad Pagi (27 Sep 2015) | Tafsir Qur’an

i-Lecture Ahad Pagi | Tafsir Qur’an

Ust. Ridwan Hamidi

27 September 2015

As Shoff-5

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Tafsir As Sa’di: Mengapa kalian menyakitiku -dengan ucapan dan dengan perbuatan- sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?. Pengikut nabi musa yang seharusnya mengikutinya justru melakukan pelecehan yang luar biasa kepada Nabi Musa sehingga menyakiti beliau sementara hak semua rasul adalah di hormati, dimuliakan, perintahnya dikerjakan, segera menaatinya. Menyakiti orang biasa saja sudah dosa, apalagi Nabi? Bahkan Rasul yang termasuk golongan ulul ‘azmi, termasuk puncak perbuatan dosa dan sangat tercela. read more

02Mei/15

I-Lecture : Tafsir Q.S Al-Ankabut ayat 1-3 (26 April 2015), Ust. Ridwan Hamidi, Lc.

Cobaan Sebagai Seleksi Keimanan

Review I-Lecture Jamaah Shalahuddin Ahad Pagi

Waktu                   : Ahad, 26 April 2015

Materi                  : Tafsir Al-qur’an,

ayat                       : Q.S Al-Ankabut ayat 1-3

(1)الٓمٓ

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ

لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
(QS: Al-‘Ankabuut Ayat: 2) read more

19Apr/15

i Lecture Ahad pagi: Tafsir Al- Mumtahanah : 10 oleh Ust. Ridwan Hamidi, Lc.

Catatan I-Lecture Ahad pagi

Ahad 19 April 2015

Ust. Ridwan Hamidi, Lc.

Tafsir Al- Mumtahanah : 10

 “Wahai orang-orang yang beriman jika datang kepada kalian wanita-wanita yang beriman, maka hendaklah kamu menguji keimanan mereka, Jika kalian mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, mak jangan kembalikan waita-wanita tersebut kepada suami-suami mereka yang kafir Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka (wanita-wanita Mu’min) dan berikanlah suami-suami mereka mahar yang telah mereka bayar, dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya, dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu meminta mahar yang telah kamu bayar, dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah  mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya diantara kamu. Dan Allah maha mngetahui lagi  maha bijaksana.” read more