Rasulullah, The Charismatic Leader

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)

Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW. read more

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

HARI FILM NASIONAL :

diilustrasikan oleh Bagus Faza Mujtaba

Keberadaan film di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sejak saat masa penjajahan. Tepatnya bermula sekitar tahun 1926. Sejarah dari dunia perfilman Indonesia terbilang cukup panjang dan berliku selain bersaing dengan film asing.  Kualitas sebuah film juga mempengaruhi minat penonton. Tahun 1980-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan bagi dunia perfilman Indonesia karena pada tahun ini banyak film tanah air yang berkualitas memenuhi beberapa bioskop lokal. Namun memasuki tahun 1990-an Indonesia mengalami sedikit kemunduran di bidang film karena banyaknya produksi film dengan konten dewasa dan industri film barat juga mulai memasuki bioskop-bioskop di tanah air. Tapi disela-sela persaingan film-film tersebut, beberapa film dengan konten petualangan anak-anak dan percintaan remaja pun muncul dan cukup membawa angin segar pada dunia perfilman. Seiring berjalannya waktu, minat penonton berubah dan membuat para sineas atau film maker berlomba membuat sebuah film dengan konten yang positif agar dapat merangkul semua kalangan. Genre keluarga, remaja, dan adaptasi dari sebuah novel menjadi andalan para sutradara. Bahkan beberapa industri film kini mulai memproduksi film dengan konsep islami sebagai sarana dakwah walaupun masih banyak rintangan dan tantangan dalam pembuatan dan promosinya. read more

Islam dan Nasionalisme

Pendahuluan

Pada akhir tahun 2016 lalu , bangsa Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi yang terjadi di beberapa kota Indonesia seperti Yogyakarta, Padang, Bandung dan sebagainya. Aksi ini bermunculan ketika video Basuki Tjahya Purnama yang sedang berpidato di Kepulauan Seribu menjadi viral di sosial media. Dalam video tersebut yang diunggah oleh saudara Buni Yani pada tanggal 6 Oktober 2016 terlihat bahwa saat berpidato calon gubernur DKI Jakarta ini menyebut kata-kata yang berpotensi menimbulkan reaksi umat Islam karena dianggap sebuah penistaan terhadap alquran. Basuki Tjahya Purnama atau biasa disapa Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tentang umat Islam dilarang mengangkat nasrani dan yahudi sebagai pemimpin, kasus tersebut diproses oleh Polri hingga akhirnya puncak aksi umat Islam terjadi pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411 yang berawal di Masjid Istiqlal kemudian mobilisasi ke Istana Negara, aksi ini diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh Indonesia . Massa aksi memberi waktu 2 minggu kepada pihak berwajib agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, batas waktu yang diberikan ternayata tidak memberi progres dari kasus penistaan sehingga aksi yang lebih besar terjadi pada 2 Desember 2016 dengan massa aksi sekitar 7 juta orang berkumpul memenuhi lapangan Monas hingga sepanjang jalan disekitarnya (news.liputan6.com, 2016). read more

Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim

Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim

Organisasi mahasiswa muslim selalu menarik perhatian untuk dibahas. Ikut bergabung di dalamnya merupakan salah satu penerapan gerakan dakwah Islam sebagaimana sesuai dengan dalil QS. As-Shaff, 61: 4 yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bagunan yang tersusun kokoh.” Artinya, sesuatu yang tersusun rapi dan sistematis akan menghasilkan hasil yang lebih baik, begitupun dalam dakwah. Sampai saat ini pula telah banyak tokoh besar negara yang lahir dari gerakan Islam, terkhusus tokoh-tokoh besar Republik Indonesia. read more

Pernikahan Bukan Hanya Sekedar Menyatukan Dua Rasa

Bukan Sekedar Menyatukan 2 Rasa, Melainkan Menyatukan 2 Rasa Untuk Visi yang Mengangkasa

Perjalanan kehidupan di muka bumi adalah perjalanan tentang mimpi, cinta dan kasih sayang antar manusia ,alam dan Tuhan. Cinta adalah sebuah ciptaan karya Tuhan yang tidak nampak oleh mata namun memiliki peran dan pengaruh yang besar dalam kehidupan realita. Berawal dari sebuah indahnya kasih sayang maka akan memunculkan inspirasi dan motivasi karya dalam diri seseorang. Perjalanan tapakan kaki seorang insan di atas bumi Allah tidak akan pernah mampu untuk lepas dari kehidupan sosial untuk saling berbagi. read more

Silaturahmi dan Diskusi Bersama Ibu Aliyah baswedan

Press Rilis Silaturahmi dan Diskusi Bersama Ibu Aliyah Baswedan oleh Amin Septianigsih dan Hijjabul Muslimah (Departemen Kemuslimahan Jama’ah Shalahuddin 2016).

Alhamdulillahirrobbil’alamin atas kemudahan Allah SWT pada Hari Senin, 28 November 2016 telah terlaksana agenda silaturahim dan diskusi yang diikuti oleh 12 muslimah Jama’ah Shalahuddin bersama Ibu Aliyah Rasyid Baswedan yang merupakan Ibunda dari tokoh inspirasi Nasional dalam dunia pendidikan, Anis Baswedan. Agenda silaturahim dan diskusi dilaksanakan di rumah beliau yang beralamatkan di Gang Grompol Nomor 18 Jalan Kaliurang KM 5, Sleman. Agenda silaturahim dan diskusi yang diusung oleh Departemen Kemuslimahan Jama’ah Shalahuddin dan BKK ini berlangsung selama lebih dari 2 jam dengan nuansa tema diskusi “ Mempersiapkan Diri Menyongsong Peran Muslimah Strategis.” read more

Training With Alumni: “From Dream to Habit”

Training With Alumni: “From Dream to Habit”

Oleh : Riyanto

Biro Khusus Kaderisasi Jama’ah Shalahuddin 1437 H

Jama’ah Shalahuddin sebagai Unit Kerohanian Islam Universitas Gadjah Mada mendorong seluruh anggota untuk selalu berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Tidak hanya berprestasi, anggota juga dituntut untuk memiliki masa depan yang jelas. Hal ini sebagai perwujudan dari visi Jama’ah Shalahuddin, yaitu sebagai kontributor bagi terwujudnya intelektual muslim serta sebagai lembaga kemahasiswaan terbaik. read more

Memetik Analogi Biji Gandum di Rumah Pak Rangga Almahendra

Oleh  Habib Haidar Pradana Effendi [Staf Tim Gelanggang 2015]

Awal pekan ini, (25/7) Jama’ah Shalahuddin melakukan silaturahim di rumah Bapak Rangga Almahendra sang penulis novel terkenal 99 Cahaya di Langit Eropa. Silaturahim yang diikuti 19 peserta yang kesemuanya aktivis Jama’ah Shalahuddin memiliki tujuan di antaranya agar Jama’ah Shalahuddin dapat menjalin komunikasi dengan baik secara kelembagaan terhadap salah satu menantu Prof. Amien Rais tersebut. Tidak sedikit pula dari aktivis lembaga dakwah UGM meminta cerita-cerita inspiratif dan berharap mendapat wejangan yang berharga dari orang yang biasa disapa Mas Rangga itu. read more

Menautkan Hati di Senja yang Redup

Oleh Ima Kusumawati, Manajer Dosha 1437 H

Waktu menunjukkan pukul 06.30. Seseorang telah berpakaian rapi menuntun motor menuju halaman rumah. Dari belakang diikuti sesosok gadis kecil yang menggunakan jilbab putih, berbaju putih, dan memakai rok panjang warna merah. Sang ibu melambaikan tangan tanda melepaskan suami dan anaknya untuk beraktivitas pagi ini. Suasana pagi yang masih sedikit berkabut menambah kesejukan kampung ini. Para petani sudah berinteraksi dengan lumpur di sawah. Bapak/Ibu guru sudah berdiri di depan gerbang sekolah menyambut anak-anak didiknya. Di pasar sudah ramai para pedagang dan pembeli saling menawar untuk mendapatkan barang yang ingin dibeli. Suasana ini saya rasakan di kampung saya. Setiap pagi hingga menjelang senja tiba, semua orang tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. read more