24Apr/19

Harmoni Kehidupan : Islam, Cinta, IPTEK, dan Indonesia

Oleh : Muhammad Miftah Jauhar

Rumah tidak akan berdiri kokoh jika salah satu penyangga rumah tersebut rapuh. Peradaban Islam tidak akan lahir jika komponen-komponen yang menopangnya tidak sempurna, Bahkan laptop yang digunakan untuk menulis sedikit kisah ini pun tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya jika kehilangan salah satu tombolnya. Jika merujuk kepada fenomena remaja, tentu kisah Dilan tidak akan sempurna jika tidak ada Milea. Begitulah Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini saling melengkapi, saling mendukung, dan saling berkontribusi dalam pelaksanaan kehidupan sesuai dengan perintahNya. read more

17Nov/17

Rasulullah, The Charismatic Leader

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)

Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW. read more

01Nov/17

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

30Mar/17

HARI FILM NASIONAL :

diilustrasikan oleh Bagus Faza Mujtaba

Keberadaan film di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sejak saat masa penjajahan. Tepatnya bermula sekitar tahun 1926. Sejarah dari dunia perfilman Indonesia terbilang cukup panjang dan berliku selain bersaing dengan film asing.  Kualitas sebuah film juga mempengaruhi minat penonton. Tahun 1980-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan bagi dunia perfilman Indonesia karena pada tahun ini banyak film tanah air yang berkualitas memenuhi beberapa bioskop lokal. Namun memasuki tahun 1990-an Indonesia mengalami sedikit kemunduran di bidang film karena banyaknya produksi film dengan konten dewasa dan industri film barat juga mulai memasuki bioskop-bioskop di tanah air. Tapi disela-sela persaingan film-film tersebut, beberapa film dengan konten petualangan anak-anak dan percintaan remaja pun muncul dan cukup membawa angin segar pada dunia perfilman. Seiring berjalannya waktu, minat penonton berubah dan membuat para sineas atau film maker berlomba membuat sebuah film dengan konten yang positif agar dapat merangkul semua kalangan. Genre keluarga, remaja, dan adaptasi dari sebuah novel menjadi andalan para sutradara. Bahkan beberapa industri film kini mulai memproduksi film dengan konsep islami sebagai sarana dakwah walaupun masih banyak rintangan dan tantangan dalam pembuatan dan promosinya. read more

29Mar/17

Islam dan Nasionalisme

Pendahuluan

Pada akhir tahun 2016 lalu , bangsa Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi yang terjadi di beberapa kota Indonesia seperti Yogyakarta, Padang, Bandung dan sebagainya. Aksi ini bermunculan ketika video Basuki Tjahya Purnama yang sedang berpidato di Kepulauan Seribu menjadi viral di sosial media. Dalam video tersebut yang diunggah oleh saudara Buni Yani pada tanggal 6 Oktober 2016 terlihat bahwa saat berpidato calon gubernur DKI Jakarta ini menyebut kata-kata yang berpotensi menimbulkan reaksi umat Islam karena dianggap sebuah penistaan terhadap alquran. Basuki Tjahya Purnama atau biasa disapa Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tentang umat Islam dilarang mengangkat nasrani dan yahudi sebagai pemimpin, kasus tersebut diproses oleh Polri hingga akhirnya puncak aksi umat Islam terjadi pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411 yang berawal di Masjid Istiqlal kemudian mobilisasi ke Istana Negara, aksi ini diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh Indonesia . Massa aksi memberi waktu 2 minggu kepada pihak berwajib agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, batas waktu yang diberikan ternayata tidak memberi progres dari kasus penistaan sehingga aksi yang lebih besar terjadi pada 2 Desember 2016 dengan massa aksi sekitar 7 juta orang berkumpul memenuhi lapangan Monas hingga sepanjang jalan disekitarnya (news.liputan6.com, 2016). read more