24Apr/19

Harmoni Kehidupan : Islam, Cinta, IPTEK, dan Indonesia

Oleh : Muhammad Miftah Jauhar

Rumah tidak akan berdiri kokoh jika salah satu penyangga rumah tersebut rapuh. Peradaban Islam tidak akan lahir jika komponen-komponen yang menopangnya tidak sempurna, Bahkan laptop yang digunakan untuk menulis sedikit kisah ini pun tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya jika kehilangan salah satu tombolnya. Jika merujuk kepada fenomena remaja, tentu kisah Dilan tidak akan sempurna jika tidak ada Milea. Begitulah Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini saling melengkapi, saling mendukung, dan saling berkontribusi dalam pelaksanaan kehidupan sesuai dengan perintahNya. read more

20Mar/19

RILIS Tragedi Penembakan di Christchurch

RILIS

Tragedi Penembakan di Christchurch

 Oleh:

JAMA’AH SHALAHUDDIN 

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kronologi Singkat

Setiap muslim laksana satu tubuh, luka pada suatu bagian akan dirasakan oleh yang lainnya. Telah terjadi tragedi kelam yang dideklarasikan sebagai kejadian luar biasa oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Adern. Penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Masjid An Noor dan Masjid Linwood, terjadi pada siang hari Jumat (15/3). Penembakan terjadi sekitar pukul 13:40 waktu setempat, dimana umat muslim berkumpul pasca pelaksanaan ibadah shalat Jum’at. Dalam insiden tersebut dikabarkan bahwa 49 korban tewas dan terdapat dua WNI yang terkena tembakan. read more

09Feb/19

Dari Penggembalaan Kambing Menuju Kepemimpinan Umat

Oleh: Setia Budi Sumandra

A. Pendahuluan

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing.” Lalu para sahabat beliau bertanya: “Demikian juga engkau?” Beliau menjawab: “Ya, aku dahulu menggembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qiraath.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Rasulullah SAW dan para Rasul yang lain merupakan pemimpin-pemimpin umat yang sudah terbukti berhasil memimpin umatnya dengan seni kepemimpinan yang sampai saat ini tetap menyisakan pengaruh dan keagungan nama mereka. Di balik kepemimpinan gemilang mereka, tentunya terdapat proses untuk mencapai seni kepemimpinan yang luar biasa tersebut. Proses ini dibekali oleh Allah dengan pekerjaan mulia yang zaman saat ini banyak ditinggalkan manusia milenial karena dianggap ndeso. Pekerjaan tersebut adalah menggembala kambing. read more

09Feb/19

Kurma dalam Perspektif Qur’an, Hadits, dan Sains

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

Pendahuluan

“Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Kurma memiliki nama latin phoenix dactylifera, merupakan buah jadul (6.000-4.000 SM) yang sampai zaman modern ini masih laris dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada orang yang pulang dari berhaji tetapi tidak membawa oleh-oleh buah kurma. Bahkan saya juga belum pernah mendengar pada tiap bulan Ramadhan, bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak pernah memakan buah kurma dari awal sampai akhir Ramadhan. Teman-teman saya yang non-muslim pun banyak yang mengkonsumsi kurma ketika bulan Ramadhan. Begitulah buah kurma, jadul tetapi tetap mantul dan dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 4 pada awal pembukaan artikel ini. Artinya, kalau ada orang yang tidak bisa mengambil pelajaran yang mengantarkan dirinya kepada kebesaran Allah dari buah kurma, maka ada yang salah dalam proses berfikir dari orang tersebut. read more

09Feb/19

Gemah Ripah Loh Jinawi: Potensi di Balik Bayang-Bayang Kapitalisasi di Indonesia

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

A. Pendahuluan

“Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan” (Q.S An-Naml: 48)

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Dulu, waktu kita di sekolah dasar, guru-guru di sekolah sering memberitahu bahwa Indonesia adalah negara yang istimewa. Ia bagai Zamrud Khatulistiwa yang terletak strategis di persimpangan benua Asia dan Australia. Indonesia adalah negara agraris dan maritim sekaligus. Tidak kalah dengan itu, budaya gotong royong masyarakat Indonesia juga mampu menghadirkan keamanan dan ketentraman tersendiri bagi negeri yang terkenal dengan keindahan alamnya ini. Maka tidak heran, jika dahulu dalam bahasa Jawa, Indonesia dikenal sebagai negeri gemah ripah loh jinawi (tentram dan makmur serta subur tanahnya). Akan tetapi, jika kita melihatnya ke dalam konteks hari ini, untuk siapakah ketenteraman dan kemakmuran tersebut? read more