Category Archives: Catatan Shalahuddin

Catatan Shalahuddin adalah sebuah sub kategori yang fokus menampung pengalaman-pengalaman para anggota Shalahuddin yang beraneka rupa. Jangan lewatkan pengalaman-pengalaman seru mereka.

Teruntuk Agni

Berita itu sampai kepadaku dengan cara yang kurang lebih sama dengan cara ia sampai kepada orang lain. Di siang hari yang terasa begitu panjang itu, aku memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas dan membuka media sosialku. Kubuka timeline dan aku pun melihat video-video lawakan yang tidak berhasil menaikkan mood-ku, kritikan yang senantiasa diluncurkan terhadap pemerintah, lantas kemudian tertegun sejenak. “Apa ini?” Sebuah berita yang berbeda dari biasanya. Aku pun membuka tautan tersebut dan cukup terkejut saat membaca kontennya. Berita itu mengulas mengenai kejadian menyedihkan yang telah terkubur setelah setahun lamanya. Tentang seorang gadis bernama samaran Agni, yang harus dengan mandiri memperjuangkan keadilan terhadap kasus pemerkosaan yang dialaminya. read more

Melihat Kebhinekaan dalam Jama’ah Shalahuddin

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani

Pengantar

Jama’ah Shalahuddin (JS) merupakan lembaga dakwah kampus (LDK) intra kampus tingkat universitas yang diakui secara legal oleh Universitas Gadjah Mada. Suasana multikultural terasa kental di organisasi ini, sebab anggotanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, secara sadar JS meletakkan kemajemukan menjadi modal dasar organisasi yang dicantumkan dalam pasal D. Modal Dasar Gerak Dakwah Jama’ah Shalahuddin (Jamaah Shalahuddin, 2015).

Menariknya, selain keberagaman asal suku dan budaya, dalam tubuh Jamaah Shalahuddin juga terdapat berbagai corak pemikiran Islam yang berbeda-beda dari tiap-tiap anggotanya. Hal ini dapat disebabkan, tidak sedikit anggota JS yang bergabung dengan organisasi mahasiwa baik ke-Islaman maupun umum esktra kampus UGM.  Perbedaan corak pemikiran ini dapat didasari oleh pandangan fiqih hingga implementasi syariah yang berbeda. Sehingga, mempunyai konsekuesi logis menimbulkan perbedaan pendapat dalam memandang titik penyelesaian masalah. Pada essai kali ini saya akan fokus pada keragaman corak pemikiran Islam di tubuh JS dan bagaimana JS menghadapinya. read more

Berhijab Syar’i: Sebuah Jalan Memaknai Kehidupan

Oleh: Virta Attirah Damananda
Kemuslimahan JS UGM

Saya adalah seorang muslimah. Apa makna dari pernyataan tersebut? Makna dari pernyataan tersebut adalah bahwa saya ber-istislam, alias berserah diri sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Apa maksud dari “berserah sepenuhnya”? Maksudnya adalah bahwa saya meyakini kalau hanya Allah-lah yang sejatinya berkuasa atas alam semesta ini–Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya, termasuk diri saya sendiri. Alhasil, konsekuensi dari keyakinan tersebut adalah terposisikannya diri saya sebagai seorang hamba dan Allah sebagai Tuhan. Lalu, bagaimanakah seharusnya sikap seorang hamba terhadap Tuhannya? Sikap seorang hamba yang tepat terhadap Tuhannya adalah sepatutnya ia menaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. read more

Balada Coklat Cinta

Oleh: Izzuddin Robbani

Ketua Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin UGM 1436-1437 H

(D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi UGM, 2014)

Siang itu dikala teriknya sinar matahari berada pada kondisi terpanasnya, kami dari Jama’ah Shalahuddin UGM yang diwakili oleh Ikhwan Rivani, Yoga Sulistiya, dan Izzuddin Robbani berkunjung ke kantor Syam Organizer yang berlokasi di Manggisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul untuk menyerahkan bantuan kaum muslimin untuk kemudian disampaikan kepada rakyat Suriah. read more

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

X