Category Archives: Catatan Shalahuddin

Catatan Shalahuddin adalah sebuah sub kategori yang fokus menampung pengalaman-pengalaman para anggota Shalahuddin yang beraneka rupa. Jangan lewatkan pengalaman-pengalaman seru mereka.

Kebekuan Hati dan Kelemahan Ukhuwah

ukhuwah

 

“Cahaya itu mulai menghilang

Meninggalkan semua yang dahulu dia terangi

Cahaya itu mulai kabur

Menghapus semua yang pernah ada disekitarnya

Cahaya itu mulai meredup

Menghampiri kegelapan yang mulai datang

Cahaya itu telah sirna

menyisakan kegelapan untuk para pejuang.”

Hati merupakan komponen penting dalam tubuh ini. Tentangnya, jelas sebagai penggerak tubuh untuk mengawah kepada kebaikan atau malah sebaliknya. Tubuh dikendalikan oleh segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah seluruhnya, namun apabila daging itu buruk maka buruklah semuanya.

Tetaplah Satu Jalur Walau Beda Lajur

jalan-lurus

Saudaraku…
Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Kita memiliki tujuan yang sama yaitu menegakkan Islam kembali di bumi ini.

Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Pergerakan apapun kita berasal baik HTI, Tarbiyah, Wahdah Islamiyah, Salafy, Jama’ah Tabligh. Tetaplah kita berada dalam jalur yang sama karena tujuan kita sama. Lajur kita memang beda saudaraku, tapi tujuan kita satu. Visi kita sama walau dengan nama yang berbeda.

Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Bila HTI menyuarakan Khilafah apa bedanya dengan Tarbiyah yang menyuarakan Ustadziyatul alam. Kalau Wahdah menyuarakan Dakwah Tauhid apa bedanya dengan salafy dengan memurnikan aqidah.

Saat Hujan Turun

hujan

Hujan yang akhir-akhir ini sering melanda kota-kota besar di Indonesia dan juga kota kecil di dekatnya tentunya, beragam tanggapan yang muncul di balik limpahan rahmat dari Allah SWT ini. Mungkina ada dari kita yang ngomel-ngomel kare hujannya gak reda-reda sehingga acara special yang sudah lama kita persiapkan gagal terlaksana atau mungkin kita malah bersuka cita karena akhirnya punya alasan tuk tidak datang kuliah dan melanjutkan bobok siang kita.

Beda respon saat hujan seperti ini jatuh diatas atap toko bangunan dimana sepasang pengantin baru berteduh emperannya.

Budaya Afwan

maaf

Suasana sore itu tak jauh berbeda dengan sore-sore sebelumnya. Beberapa kelompok mahasiswa asik berdiskusi di sudut-sudut bangunan berbentuk segi delapan itu. Penuh semangat mereka mengeluarkan usulan dan argumen-argumen untuk meyakinkan anggota syuro yang lain agar mengikuti apa yang dia usulakan. Pemandangan agak berbeda terlihat di salah satu sudut ruangan sebelah utara, sesosok lelaki muda duduk sendirian memainkan spidol hitam ditangan kanannya dengan raut muka agak cemas berulang kali melirik ke arah tempat parkir motor menanti kedatangan teman-temannya.

Beberapa saat kemudian, satu persatu teman yang dinanti pun datang. Memasang setting wajah tak berdosa lalu mengucapkan “Afwan telat”, dua kata ajaib yang terucap setelah salam, menganggap kata itu sudah cukup menjadi tebusan atas keterlambatannya. Beberapa sms yang baru masuk pun berisi 2 kata ajaib itu diiringi dengan keterangan waktu di belakangnya, 10 menit lah, 15 menit, bahkan ada yang tega menulis 30 menit. Mereka yang baru tiba itu duduk manis dengan masih memasang tampang tak berdosa seolah-olah tak ada kesalahan apa pun yang telah diperbuatnya. Sedangkan lelaki yang dari tadi menunggu berusaha untuk tersenyum semanis mungkin dan berusaha menghapus kekesalannya.

Tsiqoh : Akhirnya Kau Kembali

vivapalestine

Malam hari itu, kegelisahan kami memuncak. Terasa hari demi hari yang telah kami lalui seakan tidak berarti. Harapan yang selama ini dirangkai, roboh begitu saja. Rasanya seperti tulang punggung ini lepas dari tempatnya. Ketidak-pastian yang terus menerus merundung kami, membuat sebagian dari kami mengalami degradasi semangat. Dan sejak saat itulah, syaitan tengah bermain di antara hati kami. Menyelusup kedalam sanubari dan melemahkan kesolidan yang selama ini terbangun. Seakan-akan tidak ada lagi untuk percaya. Sehingga pertanyaan-pertanyaan liar mengisi penuh kepala ini. Sangkaan-sangkaan pun menguasai diri. Mungkin sepeti itulah penggambaran kondisi kamiketika keberangkatan menuju El-Arish untuk menuju Gaza dalam konvoi Viva Palestina 5 (VP5) yang sudah didepan mata, lagi-lagi harus ditunda.

Diriku dan relawan dari Indonesia lainnya mungkin tidak terlalu merasakan hal sebegitu kecewa dibandingkan dengan relawan yang sudah bergabung dengan konvoi sejak konvoi mulai bergerak dari London, karena kami baru bergabung dengan konvoi ketika rombongan konvoi sampai di Syria. Akan tetapi tetap saja, rasa itu semakin tidak terkelola sehingga berdampak pada hati ini. Dan jujur ku katakan bahwa harapanku ketika itu hancur begitu saja.Speechles. Seakan pesona keindahan kota pelabuhan Lattakia di Syria tak dapat membendung emosi yang meluap-luap.

Sebuah Kontemplasi Dakwah

dakwahkampus

Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.” (Teilhard de Chardin)

Berdakwah adalah seni. Seni mengubah diri dan menebar inspirasi. Dakwah bukan hanya hamburan retorika, bukan sekedar bualan tanpa makna, namun aplikasi dalam tindakan nyata. Maka dalam sudut pandang ini, dakwah adalah suatu kata kerja.Dakwah bermakna menyampaikan. Maka proses penyampaian menjadi beraneka ragam. Ada seorang yang tanpa perlu berucap, namun tujuan dakwahnya tercapai.

Sinergitas Dakwah Kampus

dakwahkampus

Da’wah thulabi atau lebih spesifik dakwah kampus adalah bagian integral dari da’wah Islam secara umum. Tujuannya pun sejalan dengan tujuan da’wah Islam. Mengembalikan peran umat sebagai guru dunia dan mercusuar peradaban umat manusia sehingga Islam menjadi Rahmatan Lil-‘Alamin. Maka da’wah thulabi mampu menjadi sarana yang memberikan kontribusi signifikan dalam agenda da’wah ‘alami, yaitu sebagai lingkaran awal pembentukan masyarakat Islami.

Dalam perjalanannya, dakwah kampus membutuhkan sinersitas antar elemen-elemen penyusunnya. Sinergitas yang dibutuhkan dakwah kampus ini begitu kompleks, mulai dari sinergitas sumber daya manusia sebagai aset terbesar dakwah hingga sinergitas arah gerak elemen dakwah kampus. Sinergitas ini mutlak dibutuhkan. Tanpanya, dakwah kampus akan kehilangan arah yang nantinya akan menghilangkan eksistensi dakwah kampus itu sendiri. Setidaknya ada dua ranah sentral yang harus disinergiskan: struktural dan fungsional.

FSLDKN dari Masa ke Masa

fsldk

Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak, menuju ummatam wahidah. FSLDK semula bernama Sarasehan LDK, diselenggarakan pertama kali oleh Jama’ah Shalahuddin UGM pada tanggal 14 – 15 Ramadhan 1406 atau 24 – 25 Mei 1986. Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulia itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni Jamaah Shalahuddin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI UNDIP Semarang, UNSOED Purwokerto, UNS Solo, USAKTI Jakarta, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, UNPAD Bandung, UKKI UNAIR Surabaya, BDM Al-Hikmah IKIP Malang.

Atas Kursi Rotan

rotan

Selepas isyak segera ku kembali ke kontrakan. Jalan- jalan sempit sepanjang gang, redup dengan temaram lampu kuning Kota Semarang. Tak ubah Semarang di zaman Belanda, penjajah yang merontakan rakyat kita. Masjid Ar Rahman berjarak 600 meteran dari kontrakan. Kontrakan mahasiswa tua, betapa tidak hampir semua yang tinggal di sana adalah yang menunggu dengan tenang ujian pendadaran. Begitu juga denganku, rencana bulan mei ujian pendadaran akan datang. Semoga keinginan ini segera terwujud, dan dapat kembali ke dunia sesungguhnya.

Agenda hidupku tidak pernah berucap, bahwa aku akan menjadi mahasiswa IAIN seperti saat ini. Apalagi IAIN Walisongo, terlebih Jurusan Tarbiyah. Melihat sejarah yang telah ku lewati masa lalu. Keonaran dalam tingkah laku semasa remaja SMA membuat ngiris untuk mengingatnya. Meski masih dimaklumi namun kadang membikin hati menangis pedih bak teriris. Masa kelam penuh penyesalan kini.

Time

waktu

06.30, Pagi yang cerah,

Agak berat memang membuka mata di pagi ini, meskipun tadi sempet terbangun tuk shalat shubuh tapi badan ini kembali tergeletak tak berdaya setelahnya.

Aku bingung ingin melakukan apa saja pagi ini. Padahal kemarin begitu banyak agenda yang harus aku ingin selesaikan seakan-akan ingin menambah waktu yang hanya 24 jam menjadi 30 atau bahkan 50 jam sehari.

X