Catatan Shalahuddin adalah sebuah sub kategori yang fokus menampung pengalaman-pengalaman para anggota Shalahuddin yang beraneka rupa. Jangan lewatkan pengalaman-pengalaman seru mereka.

10Mar/11

Jama’ah Shalahuddin: Melawan Biasa!

js
Good is the enemy of great

Jim Collins

1976-2011, 36 tahun sudah Jama’ah Shalahuddin lahir dan berkembang serta mangambil bagian sebagai salah satu entitas dakwah, terutama dakwah kampus. Perjalanan panjang ini telah menjadikan Jama’ah Shalahuddin sebagai pionir dakwah kampus di Indonesia. Walhasil, pahit manisnya aktivitas dakwah sudah dirasakan semuanya, lengkap oleh Jama’ah Shalahuddin.

Tak dapat dipungkiri memang, sebuah lembaga, apalagi yang telah puluhan tahun berkarya, mengalami pasang dan surut. Begitu pun Jama’ah Shalahuddin. Satu masa, Jama’ah Shalahuddin mampu berkarya dan berprestasi, namun di masa yang lain ia meredup. Konflik internal, gesekan eksternal, kebekuan gerakan, bahkan upaya pembubaran pernah Jama’ah Shalahuddin alami. Tapi, cukuplah 36 tahun menjadi bukti eksistensi Jama’ah Shalahuddin hingga saat ini.
15Feb/11

Catatan Hidup Seorang Kader : It’s My Way

bali

Akhir Januari 2011, keluarga saya memperoleh kehormatan untuk menjadi tuan rumah bagi teman-teman organisasi saya – Jamaah Shalahuddin UGM, yang notabene merupakan lembaga dakwah kampus- yang berkunjung ke Bali. Mungkin orang luar akan menaikkan alis bertanya-tanya, untuk apa kader lembaga dakwah kampus pergi ke daerah yang sering dianggap sebagai sarang maksiat ini .Namun tentu saja rangkaian perjalanan kami ini tidak sama dengan perjalanan wisata yang biasa dilakukan oleh rombongan sekolah atau kantor. Memang, bisa dikatakan ini adalah agenda rihlah. Tapi kami berusaha agar apapun yang kami lakukan bisa bernilai ibadah. Jadi yang kami lakukan selama ada di pulau tempat kelahiran saya ini antara lain adalah memperbanyak silaturahim. Selain rumah saya, kami bersilaturahim ke rumah seorang rekan kami yang bertempat tinggal di kabupaten lain. Selain itu kami juga bersilaturahim ke Ustadz, serta ke dua lembaga dakwah kampus yang ada di dua Perguruan Tinggi Negeri yang ada di provinsi ini. Dari kunjungan-kunjungan tersebut, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terontar dari rekan-rekan saya. Entahlah… saya merasa rekan-rekan saya yang merupakan para aktivis dakwah kampus sudah memiliki pendapat awal tentang pulau ini, dan pedapat ini sepertinya banyak yang bersifat negatif. Jadi bisa dimengerti kenapa mereka terkesan terheran-heran ketika di tempat ini pun tetap ada penggerak-penggerak yang berusaha memperjuangkan dien ini.

18Jan/11

Kebekuan Hati dan Kelemahan Ukhuwah

ukhuwah

 

“Cahaya itu mulai menghilang

Meninggalkan semua yang dahulu dia terangi

Cahaya itu mulai kabur

Menghapus semua yang pernah ada disekitarnya

Cahaya itu mulai meredup

Menghampiri kegelapan yang mulai datang

Cahaya itu telah sirna

menyisakan kegelapan untuk para pejuang.”

Hati merupakan komponen penting dalam tubuh ini. Tentangnya, jelas sebagai penggerak tubuh untuk mengawah kepada kebaikan atau malah sebaliknya. Tubuh dikendalikan oleh segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah seluruhnya, namun apabila daging itu buruk maka buruklah semuanya.

17Jan/11

Tetaplah Satu Jalur Walau Beda Lajur

jalan-lurus

Saudaraku…
Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Kita memiliki tujuan yang sama yaitu menegakkan Islam kembali di bumi ini.

Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Pergerakan apapun kita berasal baik HTI, Tarbiyah, Wahdah Islamiyah, Salafy, Jama’ah Tabligh. Tetaplah kita berada dalam jalur yang sama karena tujuan kita sama. Lajur kita memang beda saudaraku, tapi tujuan kita satu. Visi kita sama walau dengan nama yang berbeda.

Tetaplah satu jalur walaupun berbeda lajur.
Bila HTI menyuarakan Khilafah apa bedanya dengan Tarbiyah yang menyuarakan Ustadziyatul alam. Kalau Wahdah menyuarakan Dakwah Tauhid apa bedanya dengan salafy dengan memurnikan aqidah.

15Jan/11

Saat Hujan Turun

hujan

Hujan yang akhir-akhir ini sering melanda kota-kota besar di Indonesia dan juga kota kecil di dekatnya tentunya, beragam tanggapan yang muncul di balik limpahan rahmat dari Allah SWT ini. Mungkina ada dari kita yang ngomel-ngomel kare hujannya gak reda-reda sehingga acara special yang sudah lama kita persiapkan gagal terlaksana atau mungkin kita malah bersuka cita karena akhirnya punya alasan tuk tidak datang kuliah dan melanjutkan bobok siang kita.

Beda respon saat hujan seperti ini jatuh diatas atap toko bangunan dimana sepasang pengantin baru berteduh emperannya.