Catatan Shalahuddin adalah sebuah sub kategori yang fokus menampung pengalaman-pengalaman para anggota Shalahuddin yang beraneka rupa. Jangan lewatkan pengalaman-pengalaman seru mereka.

05Jan/11

Budaya Afwan

maaf

Suasana sore itu tak jauh berbeda dengan sore-sore sebelumnya. Beberapa kelompok mahasiswa asik berdiskusi di sudut-sudut bangunan berbentuk segi delapan itu. Penuh semangat mereka mengeluarkan usulan dan argumen-argumen untuk meyakinkan anggota syuro yang lain agar mengikuti apa yang dia usulakan. Pemandangan agak berbeda terlihat di salah satu sudut ruangan sebelah utara, sesosok lelaki muda duduk sendirian memainkan spidol hitam ditangan kanannya dengan raut muka agak cemas berulang kali melirik ke arah tempat parkir motor menanti kedatangan teman-temannya.

Beberapa saat kemudian, satu persatu teman yang dinanti pun datang. Memasang setting wajah tak berdosa lalu mengucapkan “Afwan telat”, dua kata ajaib yang terucap setelah salam, menganggap kata itu sudah cukup menjadi tebusan atas keterlambatannya. Beberapa sms yang baru masuk pun berisi 2 kata ajaib itu diiringi dengan keterangan waktu di belakangnya, 10 menit lah, 15 menit, bahkan ada yang tega menulis 30 menit. Mereka yang baru tiba itu duduk manis dengan masih memasang tampang tak berdosa seolah-olah tak ada kesalahan apa pun yang telah diperbuatnya. Sedangkan lelaki yang dari tadi menunggu berusaha untuk tersenyum semanis mungkin dan berusaha menghapus kekesalannya.

04Des/10

Tsiqoh : Akhirnya Kau Kembali

vivapalestine

Malam hari itu, kegelisahan kami memuncak. Terasa hari demi hari yang telah kami lalui seakan tidak berarti. Harapan yang selama ini dirangkai, roboh begitu saja. Rasanya seperti tulang punggung ini lepas dari tempatnya. Ketidak-pastian yang terus menerus merundung kami, membuat sebagian dari kami mengalami degradasi semangat. Dan sejak saat itulah, syaitan tengah bermain di antara hati kami. Menyelusup kedalam sanubari dan melemahkan kesolidan yang selama ini terbangun. Seakan-akan tidak ada lagi untuk percaya. Sehingga pertanyaan-pertanyaan liar mengisi penuh kepala ini. Sangkaan-sangkaan pun menguasai diri. Mungkin sepeti itulah penggambaran kondisi kamiketika keberangkatan menuju El-Arish untuk menuju Gaza dalam konvoi Viva Palestina 5 (VP5) yang sudah didepan mata, lagi-lagi harus ditunda.

Diriku dan relawan dari Indonesia lainnya mungkin tidak terlalu merasakan hal sebegitu kecewa dibandingkan dengan relawan yang sudah bergabung dengan konvoi sejak konvoi mulai bergerak dari London, karena kami baru bergabung dengan konvoi ketika rombongan konvoi sampai di Syria. Akan tetapi tetap saja, rasa itu semakin tidak terkelola sehingga berdampak pada hati ini. Dan jujur ku katakan bahwa harapanku ketika itu hancur begitu saja.Speechles. Seakan pesona keindahan kota pelabuhan Lattakia di Syria tak dapat membendung emosi yang meluap-luap.

15Okt/10

Sebuah Kontemplasi Dakwah

dakwahkampus

Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.” (Teilhard de Chardin)

Berdakwah adalah seni. Seni mengubah diri dan menebar inspirasi. Dakwah bukan hanya hamburan retorika, bukan sekedar bualan tanpa makna, namun aplikasi dalam tindakan nyata. Maka dalam sudut pandang ini, dakwah adalah suatu kata kerja.Dakwah bermakna menyampaikan. Maka proses penyampaian menjadi beraneka ragam. Ada seorang yang tanpa perlu berucap, namun tujuan dakwahnya tercapai.

16Jun/10

Sinergitas Dakwah Kampus

dakwahkampus

Da’wah thulabi atau lebih spesifik dakwah kampus adalah bagian integral dari da’wah Islam secara umum. Tujuannya pun sejalan dengan tujuan da’wah Islam. Mengembalikan peran umat sebagai guru dunia dan mercusuar peradaban umat manusia sehingga Islam menjadi Rahmatan Lil-‘Alamin. Maka da’wah thulabi mampu menjadi sarana yang memberikan kontribusi signifikan dalam agenda da’wah ‘alami, yaitu sebagai lingkaran awal pembentukan masyarakat Islami.

Dalam perjalanannya, dakwah kampus membutuhkan sinersitas antar elemen-elemen penyusunnya. Sinergitas yang dibutuhkan dakwah kampus ini begitu kompleks, mulai dari sinergitas sumber daya manusia sebagai aset terbesar dakwah hingga sinergitas arah gerak elemen dakwah kampus. Sinergitas ini mutlak dibutuhkan. Tanpanya, dakwah kampus akan kehilangan arah yang nantinya akan menghilangkan eksistensi dakwah kampus itu sendiri. Setidaknya ada dua ranah sentral yang harus disinergiskan: struktural dan fungsional.

05Jun/10

FSLDKN dari Masa ke Masa

fsldk

Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak, menuju ummatam wahidah. FSLDK semula bernama Sarasehan LDK, diselenggarakan pertama kali oleh Jama’ah Shalahuddin UGM pada tanggal 14 – 15 Ramadhan 1406 atau 24 – 25 Mei 1986. Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulia itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni Jamaah Shalahuddin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI UNDIP Semarang, UNSOED Purwokerto, UNS Solo, USAKTI Jakarta, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, UNPAD Bandung, UKKI UNAIR Surabaya, BDM Al-Hikmah IKIP Malang.