12Apr/13

Ujian Keimanan

Pohon Keimanan - Jama'ah Shalahuddin UGM

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS al-Ankabut [29]: 2-3).

Orang-orang yang beriman memang tidak bisa melepaskan diri dari hal yang satu ini: ujian keimanan. Hal ini merupakan proses yang akan membuktikan keimanan seseorang. Ujian keimanan adalah keniscayaan. Ibnu Katsir menjelaskan, ujian yang diberikan itu sesuai dengan kadar keimanan seseorang. Rasulullah saw bersabda,“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian berikutnya dan berikutnya. Seseorang dicoba sesuai dengan (kadar) agamanya. Ketika ia tetap tegar, maka ditingkatkan cobaannya.”(HR At-Tirmidzi)

05Jan/12

Belajar dari Mushab Bin Umair : Sang Mujahid Gagah Berani

aurora

Siapa yang tak mengenal sosoknya diwaktu muda, penampilan sewaktu mudanya yang tampan dan rupawan, dan dibesarkan dalam keadaan yang serba kecukupan dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Tak mengherankan jikalau ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan bintang di tempat-tempat pertemuan, dialah Mushab Bin Umair.

Kisahnya menjemput Hidayah Keislaman, diawali ketika ia mendengar tentang Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang kala itu mendakwahkan dirinya sebagai Rasulullah dan mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah yang Esa. Setelah mendengar Rasulullah sering mengadakan pertemuan dengan para sahabatnya di rumah Arqam bin Abil Arqam, ia pun menyempatkan diri mengikuti majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Al Qur’an. Wahyu yang kala itu dibacakan oleh Rasulullah didengar oleh Mush’ab hingga merasuki hatinya dan menjadi jalan hidayah Allah kepadanya.

06Nov/11

Musibah dan Obat Untuk Menanggulanginya

musibah

Apabila kita melihat kejadian yang terjadi pada bangsa ini, bencana demi bencana mulai dari banjir, tsunami dan gunung meletus, ada baiknya jika kita dapat mengambil hikmah di balik itu semua, yang secara tidak langsung merupakan hasil dai ulah tangan manusia sendiri. Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

10Nov/10

Keutamaan Sepuluh Hari Bulan Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang Dianjurkan

dzulhijjah

Tak terasa minggu ini, kita telah memasuki Bulan Dzulhijjah, salah satu bulan yang di dalamnya memiliki keutamaan ibadah lebih dibandingkan bulan lainnya. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Fajr : 1-2, yang artinya:”Demi Fajar,demi malam yang sepuluh.” Menurut beberapa ulama, seperti Ibnu Katsir, Ibnu ‘Abbas, serta Mujahid Bin Zubair, menafsirkan bahwa malam yang sepuluh yang dimaksud pada surat ini adalah sepuluh malam pertama di Bulan Dzulhijjah.

28Jul/10

Membingkai Ibadah yang Berkualitas Dalam Diri Masyarakat Islami

shalat-jumat

Masyarakat adalah sekelompok individu yang hidup dan menetap secara bersama. Di dalam kesatuan sebuah masyarakat, terdapat sistem yang senantiasa berjalan atas dasar konsesnsus masing-masing “aktor”, sehingga dengan demikian diperlukan sebuah keselerasan bagi tiap-tiap individu dalam hal menjalankan peranannya masing-masing. Seperti halnya sistem yang ada ditubuh manusia, ketika terdapat salah satu organ yang tidak lagi berfungsi,  maka akan terjadi kemandegan didalam saluran tertentu. Begitu juga dengan masyarakat, apabila setiap individu tidak mampu lagi untuk menjalankan peranannya, maka sistem yang ada tadi akan rusak. Hambatan-hambatan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat bukanlah sebuah komunitas yang statis. Masyarakat memiliki dinamika dari waktu ke waktu yang pada akhirnya menyimbolkan sifat dinamis bagi setiap aktor didalamnya, dan yang perlu diingat adalah dinamika tadi juga mampu membawa masyarakat ke dalam malapetaka yang justru akan memecahbelahkan mereka.