02Mei/17

​2 Mei dan Segala yang Tak Lagi Seru

Oleh: Ahmad Naufal Azizi
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM
2 Mei akan tetap seperti ini.

Ia datang sebentar, membeberkan wacana pendidikan yang lebih baik, boleh jadi muncul aksi di satu-dua tempat, lantas kemudian pergi -hilang tanpa ada pemaknaan berarti.
Tahun depan?

2 Mei boleh jadi datang lagi. Ya tentu dengan rutinitas sama seperti hari ini. Bahkan, ketika dunia hendak kiamat sekalipun, 2 Mei akan tetap jadi hiburan simbolik belaka. Sampai kapanpun, ketika kepentingan pendidikan masih berdasar sekat almamater dan kepentingan organisasi masing-masing, sampai saat itu pula perjuangan akan pendidikan yang lebih baik akan berakhir mengecewakan.
2 Mei akan tetap seperti ini.

read more

19Okt/15

Memupuk Ghirah dan Upaya Restorasi Akhlak

Memupuk Ghirah dan Upaya Restorasi Akhlak

Oleh : Fadhli

(Mahasiswa Jurusan Tafsir UIN Sunan Kalijaga & Staff Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 2015)

     Pergeseran paradigma pergaulan yang oleh Hamka disindir dengan international minded telah banyak mengubah cara berinteraksi masyarakat Indonesia di era modern. Tatanan pergaulan di barat sedikit banyaknya telah berperan aktif mengubahnya secara bertahap. Perlahan Umat Islam terus kehilangan ghirahnya sebagai umat yang beradab, umat yang memiliki harga diri, menjaga kehormatan diri dan keluarga beserta agamanya. Seperti yang telah dijelaskan Hamka, international minded ini terus memaksa kita bertingkah bebas, kebebasan yang keblablasan tepatnya. Orang-orang harus merelakan adik-kakak perempuannya dibawa laki-laki yang tak dikenal hingga larut malam. Orang-orang harus merelakan pinggang suami/istrinya dipegang oleh tamu-tamu setan yang bisa jadi tamu tersebut adalah teman mereka sendiri. Bahkan harus berlapang dada walau dia berdekapan dada dengan orang yang bukan mahramnya.

read more

05Okt/15

“Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Oleh Fajar Hamid -Tim Gelanggang 2012-

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam seperti salat, i’tikaf, maupun ibadah-ibadah lainnya. Secara bahasa masjid berasal dari kata يسجد – سجد (sajada-yasjudu) yang arti sujud. Dan kata المسجد termasuk pengembangan dari kata يسجد–سجد. Sebagai tempat ibadah ada etika-etika yang harus diterapkan di dalam masjid. Seperti salat tahiyatul masjid. Salat ini merupakan wujud penghormatan kepada masjid yang dilakukan sebanyak dua rakaat. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).

read more

01Jun/15

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

oleh: Wisnu Al Amin

( Mahasiswa PSDK FISIPOL UGM dan Aktivis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H)

Islam merupakan agama yang pengikutnya sudah tersebar di seluruh negara-negara yang ada di dunia. Baik dalam jumlah mayoritas maupun minoritas di suatu negara. Pada masa awal, Islam lahir di Jazirah Arab. Yang berawal dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, pada hari senin, tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah (Bahri, Fadhli (eds.) 2013, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid I, halaman 131). Pada masa itu memang belum ditetapkan tahun Islam, layaknya tahun Masehi. Kendati demikian, perhitungan tahun pada masa itu di Jazirah Arab adalah berdasarkan peristiwa besar yang sedang terjadi. Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan sebagai manusia biasa sekaligus sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala (Tuhan Semesta Alam) untuk menyebarkan Islam. Tetapi, misi utamanya adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia.

read more

27Mei/15

“M. Natsir: Sang Ulama, Pemikir, dan Politisi”

MENYELAMI BIOGRAFI MUHAMMAD NATSIR

Oleh

Juliana (Kajian Strategis, Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M)

Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Natsir?

Beliau adalah salah satu tokoh muslim yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Indonesia yang telah menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah bangsa. Namanya terkenal dan diakui baik di kancah nasional maupun internasional. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka. Di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia. (Saiful Falah, Rindu Pendidikan dan Kepemimpinan M. Natsir, 2012, hal 46).

read more

26Mei/15

“Minority Existence in The Back of Andaman Sea: Who is Responsible ?”

Raka Nur Wijayanto

-Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M-

“The United Nations has long characterized the Rohingya Muslims as one of the world’s most persecuted minorities. By way of background, anti-Rohingya and anti-Muslim sentiment has long tainted the state’s political and social spheres.

More recently, escalating violence has not only exasperated the humanitarian crises confronting the Rohingya Muslims, but it also threatens to undermine the Burmese transition from one-party military rule to democratic governance.”

read more

30Apr/15

Etika Pendidikan Islam -K.H. Hasyim Asy’ari


Etika Pendidikan Islam
oleh Desy Putri R. (Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM)

Terjemah Kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’alim” Karya Hadlratus Syaikh K.H Muhammad Hasyim Asy’ari rahimahullahu ta’ala

  1. Hasyim Asy’ari adalah salah satu tokoh dari sekian banyak ulama’ besar di Indonesia. Biografi tentang kehidupan beliau telah banyak ditulis. Namun dari beberapa tulisan atau karya yang telah ada, terdapat satu hal yang menarik yang mungkin dapat digambarkan dengan kata sederhana, yaitu kata “pesantren”. Mengingat latar belakang beliau berasal dari keluarga santri dan hidup di pesantren sejak lahir. Beliau juga dididik dan tumbuh berkembang di lingkungan pesantren. Selain itu juga hampir seluruh kehidupan beliau dihabiskan di lingkungan pesantren. Bahkan sebagian besar waktu beliau dihabiskan untuk belajar dan mengajar di pesantren dan beliau juga banyak mengatur kegiatan yang sifatnya politik dari pesantren.

Salah satu karya beliau yang terpopuler dalam bidang pendidikan yaitu kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim. Secara umum, kitab ini menjelaskan tentang adab atau etika dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu. Dari penjelasan-penjelasan kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim menjadikan karakteristik dari pemikiran KH Hasyim Asy’ari yang mengarah pada tatanan ranah praktis dari Al Qur’an dan As sunnah. Selain itu menekankan pada nilai-nilai etika yang bernuansa sufistik, karena menurut KH Hasyim Asy’ari keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan ilmu itu sendiri hanya dapat diraih dengan orang yang berhati suci dan bersih dari sifat mazmumah serta aspek ukhrowi.

read more

21Apr/15

“Islam Memandang Pembangunan Kota”

“Islam Memandang Pembangunan Kota”
Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

         Yogyakarta adalah kota istimewa. Dan merupakan kota yang masih mempertahankan sistem kerajaan di Indonesia. Di setiap zamannya Yogyakarta telah mengalami perubahan yang sangat banyak, baik itu yang disukai maupun tidak disukai. Di mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada abad 21 ini pun mengalami banyak perubahan.

Melihat pada tahun 2014 ini, banyak perubahan suasana di Yogyakarta itu sendiri, seperti munculnya gedung – gedung hotel, gedung – gedung apartemen, mall – mall, dan lain – lain. Di kemunculan itu menuai banyak tanggapan dari masyarakat, baik yang menerima maupun yang menolak. Adapun mereka yang menerima menyambut baik dengan adanya hal tersebut. Karena mereka menganggap akan bermanfaat bagi mereka yang menerima saja. Sedangkan yang menolak mereka beranggapan bahwa akan mengganggu lingkungan mereka di karenakan banyak hal yang akan hilang dari mereka, salah satunya yakni akan berkurasnya kapasitas air.

18Apr/15

Islamisasi Ilmu: Sebuah Tantangan Sekularisasi Ilmu di Dunia Barat

Islamisasi Ilmu: Sebuah Tantangan Sekularisasi Ilmu di Dunia Barat

Oleh: Najmi Wahyughifary -Departemen Kajian Strategis JS UGM-

            Pendahuluan

            Permasalahan peradaban selalu berkaitan erat dengan permasalahan bangunan filsafat dan ilmu yang mendasari sebuah peradaban. Filsafat Barat telah melalui fase-fase poros pemikiran yang silih berganti baik berpaham kosmosentris, antroposentris, teosentris sampai kembali lagi ke antroposentris. Filsuf-filsuf Barat mengklaim Renaissance sebagai kelahiran kembali pemikiran filsafat Yunani Kuno dengan berbagai macam tokohnya baik Plato dan Aristoteles serta lainnya. Filsafat Barat mengalami sebuah gejolak besar yang disebut sebagai revolusi ilmiah (scientific revolution) yang ditandai dengan adanya zaman Renaissance dan Aufklarung. Renaissance yang terjadi pada abad ke-16 dimaknai sebagai kelahiran kembali peradaban Yunani-Romawi. Pelopor-pelopornya disebut “humanis”

14Apr/13

Ikhtisar Kajian Ahad Sore Maskam UGM 14 April 2013

maskamugm

1. Hadist ke-83

Shahih Abu Daud (5905), At Tirmidzi (3486), dan An Nasa’i

‘Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah SAW bersbda: “Barang siapa yang mengucapkan, yakni ketika keluar dari rumahnya : Bismillah, tawakkaltu ‘alallah wala haula wala quwwata illabillah – artinya : Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah, maka kepada orang itu dikatakanlah : “Engkau telah diberi petunjuk, telah pula dicukupi keperluanmu, dan telah diberi penjagaan. Syaitan pun menyingkirlah dari orang tersebut.”