Category Archives: JS Menulis

Mengintai Pagi

pagi

Aku telah lama merindukan suasana seperti ini, menikmati dingin kabut putih yang terus memberikan kesejukan tersendiri dalam dekapan pagi. Celotehan jangkrik yang malam tadi memenuhi seisi desa sekarang sudah tak terdengar lagi. Cahaya redup bidadari malam dan rangkaian menakjubkan dari bintang bintang tergantikan oleh cahaya putih pangeran matahari.

Masalah adalah Tantangan untuk Maju

maju

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

Masalah adalah Tantangan untuk Maju

Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Sinergitas Dakwah Kampus

dakwahkampus

Da’wah thulabi atau lebih spesifik dakwah kampus adalah bagian integral dari da’wah Islam secara umum. Tujuannya pun sejalan dengan tujuan da’wah Islam. Mengembalikan peran umat sebagai guru dunia dan mercusuar peradaban umat manusia sehingga Islam menjadi Rahmatan Lil-‘Alamin. Maka da’wah thulabi mampu menjadi sarana yang memberikan kontribusi signifikan dalam agenda da’wah ‘alami, yaitu sebagai lingkaran awal pembentukan masyarakat Islami.

Dalam perjalanannya, dakwah kampus membutuhkan sinersitas antar elemen-elemen penyusunnya. Sinergitas yang dibutuhkan dakwah kampus ini begitu kompleks, mulai dari sinergitas sumber daya manusia sebagai aset terbesar dakwah hingga sinergitas arah gerak elemen dakwah kampus. Sinergitas ini mutlak dibutuhkan. Tanpanya, dakwah kampus akan kehilangan arah yang nantinya akan menghilangkan eksistensi dakwah kampus itu sendiri. Setidaknya ada dua ranah sentral yang harus disinergiskan: struktural dan fungsional.

FSLDKN dari Masa ke Masa

fsldk

Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak, menuju ummatam wahidah. FSLDK semula bernama Sarasehan LDK, diselenggarakan pertama kali oleh Jama’ah Shalahuddin UGM pada tanggal 14 – 15 Ramadhan 1406 atau 24 – 25 Mei 1986. Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulia itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni Jamaah Shalahuddin UGM, Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta, LAI UNDIP Semarang, UNSOED Purwokerto, UNS Solo, USAKTI Jakarta, UI Jakarta, BKI Bogor, UIKA Bogor, Karisma Salman ITB Bandung, UNPAD Bandung, UKKI UNAIR Surabaya, BDM Al-Hikmah IKIP Malang.

Matahariku

pagi

Matahariku

Sebenarnya ku ingin kau selalu menyinari hari-hariku

Tapi aku mengerti kau juga harus pergi

Tuk memberikan kehidupan di belahan yang lain

Dan jiwa yang lain sangat mengharapkan kehadiranmu

Aku tau

Jika kau tak pergi

Maka aku tak akan pernah bisa

Memandang indahnya bintang dan tenangnya cahaya bulan

Merasakan sapuan lembut angin malam

Lalu memejamkan mata tuk menantimu esok hari

Atas Kursi Rotan

rotan

Selepas isyak segera ku kembali ke kontrakan. Jalan- jalan sempit sepanjang gang, redup dengan temaram lampu kuning Kota Semarang. Tak ubah Semarang di zaman Belanda, penjajah yang merontakan rakyat kita. Masjid Ar Rahman berjarak 600 meteran dari kontrakan. Kontrakan mahasiswa tua, betapa tidak hampir semua yang tinggal di sana adalah yang menunggu dengan tenang ujian pendadaran. Begitu juga denganku, rencana bulan mei ujian pendadaran akan datang. Semoga keinginan ini segera terwujud, dan dapat kembali ke dunia sesungguhnya.

Agenda hidupku tidak pernah berucap, bahwa aku akan menjadi mahasiswa IAIN seperti saat ini. Apalagi IAIN Walisongo, terlebih Jurusan Tarbiyah. Melihat sejarah yang telah ku lewati masa lalu. Keonaran dalam tingkah laku semasa remaja SMA membuat ngiris untuk mengingatnya. Meski masih dimaklumi namun kadang membikin hati menangis pedih bak teriris. Masa kelam penuh penyesalan kini.

Dan Gunung Bertasbih Kepada-Nya

gunung

Suatu saat, ditengah perkuliahan, dosen saya tiba-tiba menghentikan penjelasannya dan beliau memberikan suatu cerita yang cukup berkesan bagi saya dan semua mahasiswa yang hadir dalam ruangan itu. Beliau bercerita, dahulu ketika masih muda pernah diajak oleh salah seorang yang cukup berpengaruh di Badan Vulkanologi Jogjakarta – nama lembaga ini saya sedikit lupa, tapi kira-kira seperti itu – pergi ke puncak Gunung Merapi. Setelah beberapa jam mendaki, akhirnya sampailah beliau dan temannya tersebut di salah satu kawah Merapi (kawah kering). Sambil melepas lelah di dekat kawah tersebut, beliau ditanya oleh temannya kira-kira bagaimana jika gunung yang sedang mereka daki itu tiba-tiba meletus. Sambil memakan bekal yang mereka bawa, dosen saya dengan santai menjawab bahwa mau bagaimana lagi jika kenyataannya begitu.

Time

waktu

06.30, Pagi yang cerah,

Agak berat memang membuka mata di pagi ini, meskipun tadi sempet terbangun tuk shalat shubuh tapi badan ini kembali tergeletak tak berdaya setelahnya.

Aku bingung ingin melakukan apa saja pagi ini. Padahal kemarin begitu banyak agenda yang harus aku ingin selesaikan seakan-akan ingin menambah waktu yang hanya 24 jam menjadi 30 atau bahkan 50 jam sehari.

Tafsir Surat Al Haaqqah 38-43

al-quran

Pada surat Al Haaqqah ayat ke 38 serta ke-39, Allah berfirman, “Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.” Ada beberapa pendapat dari para ulama mengenai tafsir ayat tersebut, khususnya mengenai kalimat “apa yan{jcomments on}g kamu lihat dan yang tidak kalian lihat.” Adapun pendapat yang ada tidak saling bertentangan, sebaliknya pendapat-pendapat yang ada tersebut saling melengkapi dan dapat menyebutkan contohnya masing-masing. Pendapat yang tidak saling bertentangan dan bertolak belakang ini disebut sebagai ikhtilaf tanawu’.

Dalam tafsir karya Imam as Salaby disebutkan beberapa pendapat mengenai makna dari ayat yang telah disebutkan di atas. Pendapat-pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

X