Category Archives: JS Menulis

Dakwah dan Literasi

Oleh: Rifda Hanin Vidyadhara H (Departemen Pelayanan dan Syiar JS 1439 H)

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS 3: 104)

Terjemahan dari kutipan ayat Al-Quran di atas, kiranya sudah dapat menjelaskan dengan baik, betapa perlunya bagi kita untuk mengambil peran dalam kegiatan dakwah sekecil apapun itu. Karena menurut pepatah, bagaimanapun juga, tiap-tiap kita hakikatnya adalah da’i sebelum menjadi apapun di dunia ini. Bentuk dakwah yang paling sederhana –misalnya bagi mereka yang pandai berbicara, menguasai public speaking, dan memahami tentang isu-isu keagamaan adalah dengan berceramah dalam suatu kajian atau berorasi dihadapan publik. Namun, bagaimana halnya jika dakwah tidak disederhanakan ke dalam makna sesempit itu saja? Bagaimana jika dakwah tidak hanya identik dengan ceramah dan berbicara saja? Bagaimana jika ada alternatif lain selain berbicara yang sama-sama mampu menghujamkan makna kepada siapa saja yang mau memahaminya? Karena sekali lagi, bagaimanapun juga, dakwah adalah seni tentang mengajak sebanyak-banyaknya orang agar berbuat dan menebar kebaikan di muka bumi –tentu dengan apapun cara-cara yang Ia ridhoi. read more

#NoHijabDay: Sebuah Penjelasan

Oleh: Yuliyanti Hasanah (Departemen Kajian Strategis)

(Departemen Kajian Strategis JS UGM 1439 H)

Salah satu isu yang akhir-akhir ini geger di media sosial selain “Kartu Kuning Jokowi” ialah hashtag #NoHijabDay di twitter. Gerakan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Iran yang mewajibkan perempuan memakai hijab tanpa terkecuali (bahkan non muslim sekalipun). Berdasarkan artikel yang dimuat limilaties.net tentang The Personal, The Political, and The Public: Performing Hijab in Iran”, kebijakan Pemerintah Iran dalam mewajibkan hijab ini diawali ketika Revolusi 1979 dengan jatuhnya rezim monarki Pahlavi yang melarang pemakaian hijab dan terpilihnya Ayatollah Khomeini sebagai pemimpin baru yang membuat peraturan wajib hijab kembali. Pada 8 Maret 1979, sehari setelah peraturan tersebut diresmikan, ribuan perempuan turun ke Jalan Teheran menuntut Khomeini bahwa peraturan terhadap perempuan yang menolak berhijab tidak ada bedanya dengan memaksa perempuan menanggalkan hijab seperti yang dilakukan Pahlavi. read more

Rasulullah, The Charismatic Leader

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)

Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW. read more

Balada Coklat Cinta

Oleh: Izzuddin Robbani

Ketua Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin UGM 1436-1437 H

(D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi UGM, 2014)

Siang itu dikala teriknya sinar matahari berada pada kondisi terpanasnya, kami dari Jama’ah Shalahuddin UGM yang diwakili oleh Ikhwan Rivani, Yoga Sulistiya, dan Izzuddin Robbani berkunjung ke kantor Syam Organizer yang berlokasi di Manggisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul untuk menyerahkan bantuan kaum muslimin untuk kemudian disampaikan kepada rakyat Suriah. read more

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

​2 Mei dan Segala yang Tak Lagi Seru

Oleh: Ahmad Naufal Azizi
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM
2 Mei akan tetap seperti ini.

Ia datang sebentar, membeberkan wacana pendidikan yang lebih baik, boleh jadi muncul aksi di satu-dua tempat, lantas kemudian pergi -hilang tanpa ada pemaknaan berarti.
Tahun depan?

2 Mei boleh jadi datang lagi. Ya tentu dengan rutinitas sama seperti hari ini. Bahkan, ketika dunia hendak kiamat sekalipun, 2 Mei akan tetap jadi hiburan simbolik belaka. Sampai kapanpun, ketika kepentingan pendidikan masih berdasar sekat almamater dan kepentingan organisasi masing-masing, sampai saat itu pula perjuangan akan pendidikan yang lebih baik akan berakhir mengecewakan.
2 Mei akan tetap seperti ini. read more

HARI FILM NASIONAL :

diilustrasikan oleh Bagus Faza Mujtaba

Keberadaan film di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sejak saat masa penjajahan. Tepatnya bermula sekitar tahun 1926. Sejarah dari dunia perfilman Indonesia terbilang cukup panjang dan berliku selain bersaing dengan film asing.  Kualitas sebuah film juga mempengaruhi minat penonton. Tahun 1980-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan bagi dunia perfilman Indonesia karena pada tahun ini banyak film tanah air yang berkualitas memenuhi beberapa bioskop lokal. Namun memasuki tahun 1990-an Indonesia mengalami sedikit kemunduran di bidang film karena banyaknya produksi film dengan konten dewasa dan industri film barat juga mulai memasuki bioskop-bioskop di tanah air. Tapi disela-sela persaingan film-film tersebut, beberapa film dengan konten petualangan anak-anak dan percintaan remaja pun muncul dan cukup membawa angin segar pada dunia perfilman. Seiring berjalannya waktu, minat penonton berubah dan membuat para sineas atau film maker berlomba membuat sebuah film dengan konten yang positif agar dapat merangkul semua kalangan. Genre keluarga, remaja, dan adaptasi dari sebuah novel menjadi andalan para sutradara. Bahkan beberapa industri film kini mulai memproduksi film dengan konsep islami sebagai sarana dakwah walaupun masih banyak rintangan dan tantangan dalam pembuatan dan promosinya. read more

Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam

Dahsyat. Sebuah kata yang mewakili betapa besarnya fitnah yang dialami oleh umat akhir zaman sekarang ini. Kenikmatan yang menipu, kenikmatan yang melalaikan dan segala tipu daya yang berasal dari syaithan menyerbu manusia. Seakan-akan itu sebuah kenikmatan pada awalnya, akan tetapi akan berubah kesengsaraan di akhirnya. Itulah fitnah Duhaima’1, fitnah yang datang setelah fitnah ahlas dan fitnah sara’. Dalam buku Huru-Hara Irak, Syiria dan Mesir karya ustadz Abu Fatiah Al-Adnani dijelaskan ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai perbedaaan wujud dan kapan terjadinya fitnah tersebut. Ada pendapat ulama yang mengenai media massa yang meracuni akal pikir para pemuda Islam sekarang ini dan tidak luput juga pendapat mengenai konspirasi dibalik perang melawan terorisme global, yang memperkuat hegemoni kaum zionis internasional. Ada pendapat menarik yang membuat kita tercengang yaitu bentuk lain dalam fitnah tersebut ialah paham demokrasi yang hampir dari seluruh sendi-sendi masyarakat dipaksa untuk menganut paham tersebut. read more

Islam dan Nasionalisme

Pendahuluan

Pada akhir tahun 2016 lalu , bangsa Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi yang terjadi di beberapa kota Indonesia seperti Yogyakarta, Padang, Bandung dan sebagainya. Aksi ini bermunculan ketika video Basuki Tjahya Purnama yang sedang berpidato di Kepulauan Seribu menjadi viral di sosial media. Dalam video tersebut yang diunggah oleh saudara Buni Yani pada tanggal 6 Oktober 2016 terlihat bahwa saat berpidato calon gubernur DKI Jakarta ini menyebut kata-kata yang berpotensi menimbulkan reaksi umat Islam karena dianggap sebuah penistaan terhadap alquran. Basuki Tjahya Purnama atau biasa disapa Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tentang umat Islam dilarang mengangkat nasrani dan yahudi sebagai pemimpin, kasus tersebut diproses oleh Polri hingga akhirnya puncak aksi umat Islam terjadi pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411 yang berawal di Masjid Istiqlal kemudian mobilisasi ke Istana Negara, aksi ini diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh Indonesia . Massa aksi memberi waktu 2 minggu kepada pihak berwajib agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, batas waktu yang diberikan ternayata tidak memberi progres dari kasus penistaan sehingga aksi yang lebih besar terjadi pada 2 Desember 2016 dengan massa aksi sekitar 7 juta orang berkumpul memenuhi lapangan Monas hingga sepanjang jalan disekitarnya (news.liputan6.com, 2016). read more

Sabar: Cabang Keimanan dan Penyempurna Tauhid

Oleh: Yarabisa Yanuar
Departemen Pelayanan dan Syiar

Dalam hidup ini, seringkali kita diingatkan untuk sabar. Namun, seringkali hal itu mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan. Secara bahasa, sabar berasal dari kata al habsu, yang berarti menahan. Secara istilah syariat sabar berarti menahan jiwa di atas ketaatan kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah, salah seorang ulama membagi sabar menjadi 3 bagian macam1, yakni:

1.Sabar di Dalam Ketaatan kepada Allah read more

X