05Okt/15

“Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Masjid Imajinatif”, Salah Satu Perwajahan Gelanggang Mahasiswa UGM

Oleh Fajar Hamid -Tim Gelanggang 2012-

Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam seperti salat, i’tikaf, maupun ibadah-ibadah lainnya. Secara bahasa masjid berasal dari kata يسجد – سجد (sajada-yasjudu) yang arti sujud. Dan kata المسجد termasuk pengembangan dari kata يسجد–سجد. Sebagai tempat ibadah ada etika-etika yang harus diterapkan di dalam masjid. Seperti salat tahiyatul masjid. Salat ini merupakan wujud penghormatan kepada masjid yang dilakukan sebanyak dua rakaat. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714). read more

11Sep/15

“Does Homosexual good or bad ?”

Does Homosexual good or bad? Accepted or unaccepted?

-Fakhirah I. (Staff of Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 2015)-

The disclosure of homosexuality reaches the peak as the US prime court legalized same sex marriage in all US federation state. However, if we trace the history, we will find that being homosexual is still criticized in many cultures around the world. Moreover, a number of countries still reluctantly accept homosexuality as a normal behavior, including Indonesia. However, since secularism and liberalism comes to the body of our society, it changes our mind and behavior, and the impact is lots of deviant movements dare to show their teeth, such as LGBT. read more

01Jun/15

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

oleh: Wisnu Al Amin

( Mahasiswa PSDK FISIPOL UGM dan Aktivis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H)

Islam merupakan agama yang pengikutnya sudah tersebar di seluruh negara-negara yang ada di dunia. Baik dalam jumlah mayoritas maupun minoritas di suatu negara. Pada masa awal, Islam lahir di Jazirah Arab. Yang berawal dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, pada hari senin, tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah (Bahri, Fadhli (eds.) 2013, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid I, halaman 131). Pada masa itu memang belum ditetapkan tahun Islam, layaknya tahun Masehi. Kendati demikian, perhitungan tahun pada masa itu di Jazirah Arab adalah berdasarkan peristiwa besar yang sedang terjadi. Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan sebagai manusia biasa sekaligus sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala (Tuhan Semesta Alam) untuk menyebarkan Islam. Tetapi, misi utamanya adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia. read more

27Mei/15

“M. Natsir: Sang Ulama, Pemikir, dan Politisi”

MENYELAMI BIOGRAFI MUHAMMAD NATSIR

Oleh

Juliana (Kajian Strategis, Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M)

Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Natsir?

Beliau adalah salah satu tokoh muslim yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Indonesia yang telah menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah bangsa. Namanya terkenal dan diakui baik di kancah nasional maupun internasional. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka. Di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia. (Saiful Falah, Rindu Pendidikan dan Kepemimpinan M. Natsir, 2012, hal 46). read more

26Mei/15

“Minority Existence in The Back of Andaman Sea: Who is Responsible ?”

Raka Nur Wijayanto

-Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M-

“The United Nations has long characterized the Rohingya Muslims as one of the world’s most persecuted minorities. By way of background, anti-Rohingya and anti-Muslim sentiment has long tainted the state’s political and social spheres.

More recently, escalating violence has not only exasperated the humanitarian crises confronting the Rohingya Muslims, but it also threatens to undermine the Burmese transition from one-party military rule to democratic governance.” read more

25Mei/15

Aplikasi Manajemen Tawazun Muslimah Dakwah

Aplikasi Manajemen Tawazun Muslimah Dakwah

Oleh Amin Septianingsih

 

 

Keseimbangan manajemen tawazun dapat dipertimbangkan dalam tiga aspek yaitu aspek thabi’I (alamiah), aspek syar’i, dan aspek da’awi. Dari aspek thabi’i manajemen tawazun bertujuan untuk mengarahkan muslimah agar hidup wajar sesuai fitrahnya, sunnatullah yang berlaku bagi dirinya. Sebagai seorang daiyah hidup alamiah sebagaimana manusia lainnya belumlah cukup. Untuk itu kapasitas alamiah kemanusiaanya haruslah memiliki nilai lebih dibandingkan manusia pada umumnya. Manajemen tawazun dalam hal ini diperlukan untuk menggugah kemanusiaan alamiah seorang daiyah agar menjadi manusia yang unggul di atas manusia pada umumnya. read more

15Mei/15

Jati Diri UGM Sebagai Jati Diri Jamaah Shalahuddin oleh Fajar Hamid

JATI DIRI UGM SEBAGAI JATI DIRI JAMAAH SHALAHUDDIN

Oleh: Fajar Hamid

Jamaah Shalahuddin merupakan bagian dari Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu, peranannya pun harus merepresentasikan jati diri UGM. Surat Keputusan Majelis Wali Amanah (MWA) UGM Nomor 19/SK/MWA/2006 tentang Jati Diri dan Visi UGM telah menentukan lima jati diri UGM, yaitu Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Kebudayaan. Setiap jati diri yang tertuang dalam surat keputusan tersebut memiliki makna yang luar biasa. Sudah barang tentu, ketika berbicara tentang Jamaah Shalahuddin, jati diri UGM harus disesuaikan dengan kondisi Jamaah Shalahuddin saat awal berdiri sampai sekarang. read more

14Mei/15

“Nikmat Dicintai Allah”

NIKMAT DICINTAI ALLAH

Oleh Fakhirah Inayaturrabbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Bagaimana rasanya dicintai oleh sosok yang luar biasa?

Sebut saja jika kita menjadi murid kesayangan di sekolah, paling dicintai oleh para guru. Bahkan, kepala sekolah tak segan mengabarkan perihal kita pada setiap acara sekolah, mengabarkan bahwa kita adalah murid yang paling kompeten sekaligus anak emas beliau.

Hal ini baru tingkat sekolah. Bagaimana jika di tingkat universitas. Kita merupakan anak emas Rektor, yang kemana-mana tak lupa disebut namanya sebagai orang kepercayaan rektorat. Bagaimana rasanya? read more

08Mei/15

Refleksi Jum’at Edisi II: “Ikhlas Sebagai Inti Ajaran Islam”

Refleksi Jum’at Edisi II: Ikhlas Sebagai Inti Ajaran Islam

Di antara tanda memiliki niat baik dalam melaksanakan suatu pekerjaan adalah tidak malas, panik, atau putus asa tatkala menemui kesulitan atau kendala. Orang yang baik niatnya, pada kenyataan tak gampang menyerah dan kepada Allah senantiasa berserah. Bila niat ikhlas tidak saja menentukan diterimanya suatu amal, namun juga bisa melipatgandakan pahala, tentu ikhlas adalah ajaran yang sangat penting. Bahkan Syekh Ibn Taimiyyah menyebutnya sebagai inti ajaran Islam. Dalam salah bab pada kitabnya yang berjudul al-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fi’ al-A’mal al-Qalbiyah, Syaikh Ibn Taimiyyah menjelaskan bahwasanya ikhlas sebagai inti ajaran Islam. read more