Category Archives: JS Menulis

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

Proses dan Bentuk Kebudayaan Pluralitas di Jama’ah Shalahuddin Universitas Gadjah Mada

oleh: Wisnu Al Amin

( Mahasiswa PSDK FISIPOL UGM dan Aktivis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H)

Islam merupakan agama yang pengikutnya sudah tersebar di seluruh negara-negara yang ada di dunia. Baik dalam jumlah mayoritas maupun minoritas di suatu negara. Pada masa awal, Islam lahir di Jazirah Arab. Yang berawal dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, pada hari senin, tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah (Bahri, Fadhli (eds.) 2013, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid I, halaman 131). Pada masa itu memang belum ditetapkan tahun Islam, layaknya tahun Masehi. Kendati demikian, perhitungan tahun pada masa itu di Jazirah Arab adalah berdasarkan peristiwa besar yang sedang terjadi. Nabi Muhammad Saw yang dilahirkan sebagai manusia biasa sekaligus sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala (Tuhan Semesta Alam) untuk menyebarkan Islam. Tetapi, misi utamanya adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia. read more

“M. Natsir: Sang Ulama, Pemikir, dan Politisi”

MENYELAMI BIOGRAFI MUHAMMAD NATSIR

Oleh

Juliana (Kajian Strategis, Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M)

Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Natsir?

Beliau adalah salah satu tokoh muslim yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Indonesia yang telah menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah bangsa. Namanya terkenal dan diakui baik di kancah nasional maupun internasional. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka. Di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia. (Saiful Falah, Rindu Pendidikan dan Kepemimpinan M. Natsir, 2012, hal 46). read more

“Minority Existence in The Back of Andaman Sea: Who is Responsible ?”

Raka Nur Wijayanto

-Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M-

“The United Nations has long characterized the Rohingya Muslims as one of the world’s most persecuted minorities. By way of background, anti-Rohingya and anti-Muslim sentiment has long tainted the state’s political and social spheres.

More recently, escalating violence has not only exasperated the humanitarian crises confronting the Rohingya Muslims, but it also threatens to undermine the Burmese transition from one-party military rule to democratic governance.” read more

Aplikasi Manajemen Tawazun Muslimah Dakwah

Aplikasi Manajemen Tawazun Muslimah Dakwah

Oleh Amin Septianingsih

 

 

Keseimbangan manajemen tawazun dapat dipertimbangkan dalam tiga aspek yaitu aspek thabi’I (alamiah), aspek syar’i, dan aspek da’awi. Dari aspek thabi’i manajemen tawazun bertujuan untuk mengarahkan muslimah agar hidup wajar sesuai fitrahnya, sunnatullah yang berlaku bagi dirinya. Sebagai seorang daiyah hidup alamiah sebagaimana manusia lainnya belumlah cukup. Untuk itu kapasitas alamiah kemanusiaanya haruslah memiliki nilai lebih dibandingkan manusia pada umumnya. Manajemen tawazun dalam hal ini diperlukan untuk menggugah kemanusiaan alamiah seorang daiyah agar menjadi manusia yang unggul di atas manusia pada umumnya. read more

Jati Diri UGM Sebagai Jati Diri Jamaah Shalahuddin oleh Fajar Hamid

JATI DIRI UGM SEBAGAI JATI DIRI JAMAAH SHALAHUDDIN

Oleh: Fajar Hamid

Jamaah Shalahuddin merupakan bagian dari Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu, peranannya pun harus merepresentasikan jati diri UGM. Surat Keputusan Majelis Wali Amanah (MWA) UGM Nomor 19/SK/MWA/2006 tentang Jati Diri dan Visi UGM telah menentukan lima jati diri UGM, yaitu Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Kebudayaan. Setiap jati diri yang tertuang dalam surat keputusan tersebut memiliki makna yang luar biasa. Sudah barang tentu, ketika berbicara tentang Jamaah Shalahuddin, jati diri UGM harus disesuaikan dengan kondisi Jamaah Shalahuddin saat awal berdiri sampai sekarang. read more

“Nikmat Dicintai Allah”

NIKMAT DICINTAI ALLAH

Oleh Fakhirah Inayaturrabbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Bagaimana rasanya dicintai oleh sosok yang luar biasa?

Sebut saja jika kita menjadi murid kesayangan di sekolah, paling dicintai oleh para guru. Bahkan, kepala sekolah tak segan mengabarkan perihal kita pada setiap acara sekolah, mengabarkan bahwa kita adalah murid yang paling kompeten sekaligus anak emas beliau.

Hal ini baru tingkat sekolah. Bagaimana jika di tingkat universitas. Kita merupakan anak emas Rektor, yang kemana-mana tak lupa disebut namanya sebagai orang kepercayaan rektorat. Bagaimana rasanya? read more

Refleksi Jum’at Edisi II: “Ikhlas Sebagai Inti Ajaran Islam”

Refleksi Jum’at Edisi II: Ikhlas Sebagai Inti Ajaran Islam

Di antara tanda memiliki niat baik dalam melaksanakan suatu pekerjaan adalah tidak malas, panik, atau putus asa tatkala menemui kesulitan atau kendala. Orang yang baik niatnya, pada kenyataan tak gampang menyerah dan kepada Allah senantiasa berserah. Bila niat ikhlas tidak saja menentukan diterimanya suatu amal, namun juga bisa melipatgandakan pahala, tentu ikhlas adalah ajaran yang sangat penting. Bahkan Syekh Ibn Taimiyyah menyebutnya sebagai inti ajaran Islam. Dalam salah bab pada kitabnya yang berjudul al-Tuhfah al-‘Iraqiyyah fi’ al-A’mal al-Qalbiyah, Syaikh Ibn Taimiyyah menjelaskan bahwasanya ikhlas sebagai inti ajaran Islam. read more

Ekonomi Islam: Mencari Keadilan Bukan Sekadar Keuntungan Oleh: Adi Setiyo Purnomo

Ekonomi Islam: Mencari Keadilan Bukan Sekadar Keuntungan

Oleh: Adi Setiyo Purnomo

(Shariah Entrepreneurship)

 

Bismillah,

 

Tidak ada bunga, tetapi menggunakan sistem bagi hasil, dan terdapat akad sebelum bertransaksi, kalimat- kalimat yang sering kita dengar ketika berbicara ekonomi islam. Semua itu memang menjadi instrumen dalam berekonomi islam, tetapi apa sebenarnya nilai yang bisa kita petik dari pengamalan sistem ekonomi islam? Sangat penting kita mengetahui hal ini agar kita bukan bagian orang-orang yang tanpa sadar telah melakukan praktek-praktek  yang ternyata menyimpang dari konsepsi ekonomi islam J read more

Vektor Kehidupan oleh Yarabisa Yanuar (DPS)

Vektor Kehiduan

Oleh Yarabisa Yanuar

Departemen Pelayanan dan Syiar

Grafik vektor gaya menunjukan beberapa gaya yang bekerja terhadap suatu titik tertentu dan akan menghasilkan sebuah resultan gaya, yaitu jumlah dari berbagai gaya yang bekerja pada titik tadi. Vektor adalah besaran yang memiliki arah, sehingga titik tersebut akan bergerak sesuai resultan gaya yang bekerja pada arah tertentu pula.

Perhatikan bahwa sesungguhnya yang terjadi pada titik tersebut sama dengan yang terjadi pada kehidupan manusia. Jika dalam grafik vektor terdiri dari sumbu x dan sumbu y, maka vektor kehidupan juga terdiri dari 2 sumbu, yaitu sumbu x sebagai fungsi waktu, dan sumbu y sebagai besarnya usaha yang seorang muslim lakukan. Besarnya usaha terbagi menjadi usaha positif (amal sholih) dan usaha negatif (perbuatan dosa) sebagaimana sumbu y terdiri dari y positif dan y negatif, tetapi sumbu x negatif tidak digunakan karena dalam kehidupan, waktu tidak pernah bernilai negatif. read more

Etika Pendidikan Islam -K.H. Hasyim Asy’ari


Etika Pendidikan Islam
oleh Desy Putri R. (Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM)

Terjemah Kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’alim” Karya Hadlratus Syaikh K.H Muhammad Hasyim Asy’ari rahimahullahu ta’ala

  1. Hasyim Asy’ari adalah salah satu tokoh dari sekian banyak ulama’ besar di Indonesia. Biografi tentang kehidupan beliau telah banyak ditulis. Namun dari beberapa tulisan atau karya yang telah ada, terdapat satu hal yang menarik yang mungkin dapat digambarkan dengan kata sederhana, yaitu kata “pesantren”. Mengingat latar belakang beliau berasal dari keluarga santri dan hidup di pesantren sejak lahir. Beliau juga dididik dan tumbuh berkembang di lingkungan pesantren. Selain itu juga hampir seluruh kehidupan beliau dihabiskan di lingkungan pesantren. Bahkan sebagian besar waktu beliau dihabiskan untuk belajar dan mengajar di pesantren dan beliau juga banyak mengatur kegiatan yang sifatnya politik dari pesantren.

Salah satu karya beliau yang terpopuler dalam bidang pendidikan yaitu kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim. Secara umum, kitab ini menjelaskan tentang adab atau etika dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu. Dari penjelasan-penjelasan kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim menjadikan karakteristik dari pemikiran KH Hasyim Asy’ari yang mengarah pada tatanan ranah praktis dari Al Qur’an dan As sunnah. Selain itu menekankan pada nilai-nilai etika yang bernuansa sufistik, karena menurut KH Hasyim Asy’ari keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan ilmu itu sendiri hanya dapat diraih dengan orang yang berhati suci dan bersih dari sifat mazmumah serta aspek ukhrowi. read more

X