Category Archives: JS Menulis

Berbahagialah, Allegra!

Oleh: Ahmad Naufal Azizi (Departemen Kajian Strategis)

Untukmu, laki-laki jagoanku, Allegra

Sayangku, maaf karena telah merahasiakan catatan ini sejak lama. Aku memang merahasiakannya dan tidak pernah mau menceritakannya, bahkan kepada Ayahmu sendiri. Catatan ini ada dua berpasangan, satu potongan lainnya sudah kuberikan kepada kakakmu, Nukila 3 tahun yang lalu. catatan ini spesial kuberikan diulang tahunnya yang ke-21 dulu. Aku tahu, meskipun Nukila tak pernah memberitahuku, catatan itu selalu ia simpan disudut buku hariannya dan menjadi pengingat yang baik untuk mengawali setiap langkah paginya, tentu saja, untuk menjadi apa yang memang seharusnya ia menjadi. Allegra, kamu tau kenapa catatan ini istimewa dan sangat berarti bagiku? Hal itu tak lain karena catatan ini sudah kutulis sejak usia kita berbilangan yang sama seperti denganmu hari ini. Catatan yang kamu baca ini sudah kutulis sejak aku berulang tahun yang ke-21, 25 tahun yang lalu. read more

Dakwah dan Literasi

Oleh: Rifda Hanin Vidyadhara H (Departemen Pelayanan dan Syiar JS 1439 H)

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS 3: 104)

Terjemahan dari kutipan ayat Al-Quran di atas, kiranya sudah dapat menjelaskan dengan baik, betapa perlunya bagi kita untuk mengambil peran dalam kegiatan dakwah sekecil apapun itu. Karena menurut pepatah, bagaimanapun juga, tiap-tiap kita hakikatnya adalah da’i sebelum menjadi apapun di dunia ini. Bentuk dakwah yang paling sederhana –misalnya bagi mereka yang pandai berbicara, menguasai public speaking, dan memahami tentang isu-isu keagamaan adalah dengan berceramah dalam suatu kajian atau berorasi dihadapan publik. Namun, bagaimana halnya jika dakwah tidak disederhanakan ke dalam makna sesempit itu saja? Bagaimana jika dakwah tidak hanya identik dengan ceramah dan berbicara saja? Bagaimana jika ada alternatif lain selain berbicara yang sama-sama mampu menghujamkan makna kepada siapa saja yang mau memahaminya? Karena sekali lagi, bagaimanapun juga, dakwah adalah seni tentang mengajak sebanyak-banyaknya orang agar berbuat dan menebar kebaikan di muka bumi –tentu dengan apapun cara-cara yang Ia ridhoi. read more

#NoHijabDay: Sebuah Penjelasan

Oleh: Yuliyanti Hasanah (Departemen Kajian Strategis)

(Departemen Kajian Strategis JS UGM 1439 H)

Salah satu isu yang akhir-akhir ini geger di media sosial selain “Kartu Kuning Jokowi” ialah hashtag #NoHijabDay di twitter. Gerakan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Iran yang mewajibkan perempuan memakai hijab tanpa terkecuali (bahkan non muslim sekalipun). Berdasarkan artikel yang dimuat limilaties.net tentang The Personal, The Political, and The Public: Performing Hijab in Iran”, kebijakan Pemerintah Iran dalam mewajibkan hijab ini diawali ketika Revolusi 1979 dengan jatuhnya rezim monarki Pahlavi yang melarang pemakaian hijab dan terpilihnya Ayatollah Khomeini sebagai pemimpin baru yang membuat peraturan wajib hijab kembali. Pada 8 Maret 1979, sehari setelah peraturan tersebut diresmikan, ribuan perempuan turun ke Jalan Teheran menuntut Khomeini bahwa peraturan terhadap perempuan yang menolak berhijab tidak ada bedanya dengan memaksa perempuan menanggalkan hijab seperti yang dilakukan Pahlavi. read more

Rasulullah, The Charismatic Leader

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)

Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW. read more

Balada Coklat Cinta

Oleh: Izzuddin Robbani

Ketua Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin UGM 1436-1437 H

(D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi UGM, 2014)

Siang itu dikala teriknya sinar matahari berada pada kondisi terpanasnya, kami dari Jama’ah Shalahuddin UGM yang diwakili oleh Ikhwan Rivani, Yoga Sulistiya, dan Izzuddin Robbani berkunjung ke kantor Syam Organizer yang berlokasi di Manggisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul untuk menyerahkan bantuan kaum muslimin untuk kemudian disampaikan kepada rakyat Suriah. read more

X