Category Archives: JS Menulis

Budaya Afwan

maaf

Suasana sore itu tak jauh berbeda dengan sore-sore sebelumnya. Beberapa kelompok mahasiswa asik berdiskusi di sudut-sudut bangunan berbentuk segi delapan itu. Penuh semangat mereka mengeluarkan usulan dan argumen-argumen untuk meyakinkan anggota syuro yang lain agar mengikuti apa yang dia usulakan. Pemandangan agak berbeda terlihat di salah satu sudut ruangan sebelah utara, sesosok lelaki muda duduk sendirian memainkan spidol hitam ditangan kanannya dengan raut muka agak cemas berulang kali melirik ke arah tempat parkir motor menanti kedatangan teman-temannya.

Beberapa saat kemudian, satu persatu teman yang dinanti pun datang. Memasang setting wajah tak berdosa lalu mengucapkan “Afwan telat”, dua kata ajaib yang terucap setelah salam, menganggap kata itu sudah cukup menjadi tebusan atas keterlambatannya. Beberapa sms yang baru masuk pun berisi 2 kata ajaib itu diiringi dengan keterangan waktu di belakangnya, 10 menit lah, 15 menit, bahkan ada yang tega menulis 30 menit. Mereka yang baru tiba itu duduk manis dengan masih memasang tampang tak berdosa seolah-olah tak ada kesalahan apa pun yang telah diperbuatnya. Sedangkan lelaki yang dari tadi menunggu berusaha untuk tersenyum semanis mungkin dan berusaha menghapus kekesalannya.

Tsiqoh : Akhirnya Kau Kembali

vivapalestine

Malam hari itu, kegelisahan kami memuncak. Terasa hari demi hari yang telah kami lalui seakan tidak berarti. Harapan yang selama ini dirangkai, roboh begitu saja. Rasanya seperti tulang punggung ini lepas dari tempatnya. Ketidak-pastian yang terus menerus merundung kami, membuat sebagian dari kami mengalami degradasi semangat. Dan sejak saat itulah, syaitan tengah bermain di antara hati kami. Menyelusup kedalam sanubari dan melemahkan kesolidan yang selama ini terbangun. Seakan-akan tidak ada lagi untuk percaya. Sehingga pertanyaan-pertanyaan liar mengisi penuh kepala ini. Sangkaan-sangkaan pun menguasai diri. Mungkin sepeti itulah penggambaran kondisi kamiketika keberangkatan menuju El-Arish untuk menuju Gaza dalam konvoi Viva Palestina 5 (VP5) yang sudah didepan mata, lagi-lagi harus ditunda.

Diriku dan relawan dari Indonesia lainnya mungkin tidak terlalu merasakan hal sebegitu kecewa dibandingkan dengan relawan yang sudah bergabung dengan konvoi sejak konvoi mulai bergerak dari London, karena kami baru bergabung dengan konvoi ketika rombongan konvoi sampai di Syria. Akan tetapi tetap saja, rasa itu semakin tidak terkelola sehingga berdampak pada hati ini. Dan jujur ku katakan bahwa harapanku ketika itu hancur begitu saja.Speechles. Seakan pesona keindahan kota pelabuhan Lattakia di Syria tak dapat membendung emosi yang meluap-luap.

Keutamaan Sepuluh Hari Bulan Dzulhijjah dan Amalan-amalan yang Dianjurkan

dzulhijjah

Tak terasa minggu ini, kita telah memasuki Bulan Dzulhijjah, salah satu bulan yang di dalamnya memiliki keutamaan ibadah lebih dibandingkan bulan lainnya. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Fajr : 1-2, yang artinya:”Demi Fajar,demi malam yang sepuluh.” Menurut beberapa ulama, seperti Ibnu Katsir, Ibnu ‘Abbas, serta Mujahid Bin Zubair, menafsirkan bahwa malam yang sepuluh yang dimaksud pada surat ini adalah sepuluh malam pertama di Bulan Dzulhijjah.

Sebuah Kontemplasi Dakwah

dakwahkampus

Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.” (Teilhard de Chardin)

Berdakwah adalah seni. Seni mengubah diri dan menebar inspirasi. Dakwah bukan hanya hamburan retorika, bukan sekedar bualan tanpa makna, namun aplikasi dalam tindakan nyata. Maka dalam sudut pandang ini, dakwah adalah suatu kata kerja.Dakwah bermakna menyampaikan. Maka proses penyampaian menjadi beraneka ragam. Ada seorang yang tanpa perlu berucap, namun tujuan dakwahnya tercapai.

Jalan Cinta Syuhada

Sebuah Kisah Tentang Pengorbanan Cinta Seorang Istri Sholehah

Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu…

air-mata-keinsafan

Wanita itu bernama Rukaiyah… wajahnya tidak begitu cantik namun basuhan air wudhu yang selalu membasahi membuat dia tampak bersahaja. Ditambah kelembutan akhlaknya yang dipelajarinya dari kisah-kisah para Radiallahu’anha membuat perilakunya lembut tetapi tidak lemah. Alqur’an dan Hadits telah menjadi pedoman mutlak baginya semenjak Ia duduk di bangku SMA dan sering mengikuti kajian-kajian tentang Islam.

Membingkai Ibadah yang Berkualitas Dalam Diri Masyarakat Islami

shalat-jumat

Masyarakat adalah sekelompok individu yang hidup dan menetap secara bersama. Di dalam kesatuan sebuah masyarakat, terdapat sistem yang senantiasa berjalan atas dasar konsesnsus masing-masing “aktor”, sehingga dengan demikian diperlukan sebuah keselerasan bagi tiap-tiap individu dalam hal menjalankan peranannya masing-masing. Seperti halnya sistem yang ada ditubuh manusia, ketika terdapat salah satu organ yang tidak lagi berfungsi,  maka akan terjadi kemandegan didalam saluran tertentu. Begitu juga dengan masyarakat, apabila setiap individu tidak mampu lagi untuk menjalankan peranannya, maka sistem yang ada tadi akan rusak. Hambatan-hambatan tersebut merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat bukanlah sebuah komunitas yang statis. Masyarakat memiliki dinamika dari waktu ke waktu yang pada akhirnya menyimbolkan sifat dinamis bagi setiap aktor didalamnya, dan yang perlu diingat adalah dinamika tadi juga mampu membawa masyarakat ke dalam malapetaka yang justru akan memecahbelahkan mereka.

Mbak Intan

muslimah

“Maaf, Akhi(panggilan untuk lelaki)…. Tak sepantasnya antum(kamu)berbicara demikian”, ucapnya disalah satu siang saat kesibukan di organisasi mulai memuncak. Orang wara- wiri mencari sesuatu tuntuk diselesaikan, atau justru mereka mencari sesuatu untuk sekedar menutupi keluangan waktunya.

“Kaya nggak pernah ngaji aja”, begitu singkat dan cepat membuat diriku berat untuk lepas dari tempat duduk. Melekat marah tertumpu pada badan, mengumpul dan tak segera lepas.

Mengintai Pagi

pagi

Aku telah lama merindukan suasana seperti ini, menikmati dingin kabut putih yang terus memberikan kesejukan tersendiri dalam dekapan pagi. Celotehan jangkrik yang malam tadi memenuhi seisi desa sekarang sudah tak terdengar lagi. Cahaya redup bidadari malam dan rangkaian menakjubkan dari bintang bintang tergantikan oleh cahaya putih pangeran matahari.

X