30Jun/10

Untukmu…..

ukhuwah

Sesaat ketika dulu kita bersenandung bersama, senandung dakwah

Menyanyikan firman firman Ilahiyah

Melangkah bersama selangkah demi langkah mendekat kearifan diri

Bergandeng serta menggandeng yang lain

Saat ini kita yang terpisah dalam dimensi

Jiwa yang saling menyokong

Menolong dan mengompor semangat juang

04Mei/10

Matahariku

pagi

Matahariku

Sebenarnya ku ingin kau selalu menyinari hari-hariku

Tapi aku mengerti kau juga harus pergi

Tuk memberikan kehidupan di belahan yang lain

Dan jiwa yang lain sangat mengharapkan kehadiranmu

Aku tau

Jika kau tak pergi

Maka aku tak akan pernah bisa

Memandang indahnya bintang dan tenangnya cahaya bulan

Merasakan sapuan lembut angin malam

Lalu memejamkan mata tuk menantimu esok hari

14Feb/10

Memory yang Hampir Terhapus (Sebuah Kenangan akan RDK 1430 H)

Dengarlah wahai angin, pertengkaran kecil yang penuh senyuman mempertaruhkan keberadaanmu di hari esok. Mereka tak menghiraukan lagi bisikanmu yang hanya kan menambah berat mata ini tuk melihat kenyataan dunia yang sebenarnya dan menghambat laju electron tuk melewati selubung myelin lalu merangkainya menjadi bayangan dunia damba. Mereka juga tak menggubris panggilan lembut tumpukan spons dan bantal yang mengajak mereka tuk berkunjung ke alam mimpi, menikmati keindahannya, dan menyelami sungai khayalnya. Aku kasihan melihat sangĀ  pena, tampak ia sangat kelelahan menjadi budak jemari yang terus memaksanya menari diatas lembaran-lembaran kertas putih penuh goresan kecil. Terkadang ia mengalami hentakan kuat agar darah hitamnya yang sempat terhenti kembali dapat merekam sejarah senja itu.