04Apr/17

Kunjungan ROHIS AL-IZZAH

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Kerohanian Islam (ROHIS) SMAN 1 PATI telah melakukan kunjungan ke Jamaah Shalahuddin pada hari Sabtu, 1 April 2017. Kunjungan yang dilakukan dalam rangka rihlah ini diikuti 19 peserta ikhwan, 17 peserta akhwat, 5 guru Agama Islam, dan 4 perwakilan dari Forum Pemuda Pelajar (FPP).
Selama berada di lingkungan Jamaah Shalahuddin, peserta melakukan kegiatan-kegiatan berikut :

1. Sambutan Jamaah Shalahuddin

2. Penyampaian profil Jamaah Shalahuddin read more

30Mar/17

HARI FILM NASIONAL :

diilustrasikan oleh Bagus Faza Mujtaba

Keberadaan film di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sejak saat masa penjajahan. Tepatnya bermula sekitar tahun 1926. Sejarah dari dunia perfilman Indonesia terbilang cukup panjang dan berliku selain bersaing dengan film asing.  Kualitas sebuah film juga mempengaruhi minat penonton. Tahun 1980-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan bagi dunia perfilman Indonesia karena pada tahun ini banyak film tanah air yang berkualitas memenuhi beberapa bioskop lokal. Namun memasuki tahun 1990-an Indonesia mengalami sedikit kemunduran di bidang film karena banyaknya produksi film dengan konten dewasa dan industri film barat juga mulai memasuki bioskop-bioskop di tanah air. Tapi disela-sela persaingan film-film tersebut, beberapa film dengan konten petualangan anak-anak dan percintaan remaja pun muncul dan cukup membawa angin segar pada dunia perfilman. Seiring berjalannya waktu, minat penonton berubah dan membuat para sineas atau film maker berlomba membuat sebuah film dengan konten yang positif agar dapat merangkul semua kalangan. Genre keluarga, remaja, dan adaptasi dari sebuah novel menjadi andalan para sutradara. Bahkan beberapa industri film kini mulai memproduksi film dengan konsep islami sebagai sarana dakwah walaupun masih banyak rintangan dan tantangan dalam pembuatan dan promosinya. read more

04Jun/16

Pawai Ramadhan Antar Kampus: Sarana Edukasi Ramadhan untuk Masyarakat Jogja

Oleh Gustanika Hera Afififah

(Komisi A FSLDK DIY / Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin)

Rabu, 3 Juni kemarin, KM Nol–ujung Jalan Malioboro–menjadi saksi diadakannya tarhib Ramadhan oleh Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarhib Ramadhan ini diawali pawai dengan starting point depan gedung DPRD DIY. Lalu berjalan ke selatan menuju KM Nol. Jalan Malioboro pun terasa semakin ramai karena banyak pejalan kaki yang turut menyaksikan pawai ini.

Pukul dua siang pawai diberangkatkan hingga KM Nol. Terik matahari tidak menyurutkan langkah pegiat dakwah kampus se-Jogja. Setelah dibuka oleh MC dan tilawah, orasi disampaikan oleh perwakilan FSLDK dan beberapa LDK. Segenap massa yang ikut turut membagikan amunisi baik selebaran kegiatan ramadhan di kampus masing-masing, jadwal imsakiyah, bunga, juga minuman kepada warga sekitar. Seketika KM Nol terlihat begitu putih oleh dresscode yang dikenakan para aktivis dakwah kampus ini. Agenda tarhib Ramadhan yang diikuti massa sejumlah 64 orang itu pun dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh FSLDK DIY yang meliputi 7 poin, yaitu: read more

20Mei/15

Solidaritas Untuk Rohingya

Dialog Akbar Menggalang Solidaritas Untuk Rohingya

rohingya `4

Fenomena terdamparnya para pencari suaka di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali membuka ingatan masyarakat Indonesia akan kerasnya kehidupan di negara-negara yang sedang dalam keadaan berkonflik. Para pencari suaka yang kebanyakan berasal dari etnis Rohingya, salah satu etnis minoritas di Myanmar, mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pemerintahan setempat. Tidak hanya itu, etnis Rohingya juga mengalami kekerasan struktural dari etnis mayoritas Myanmar yang beragama Budha. Konflik vertikal antara pemerintahan Myanmar dengan etnis minoritas Rohingya telah eksis sejak kemerdekaan Myanmar di tahun 1948. Pemerintah Myanmar menganggap etnis Rohingya merupakan imigran ilegal yang tidak pantas bermukim di teritorial Myanmar. Dengan adanya kebijakan demikian, pemerintah Rohingya berusaha mengusir mereka secara pelan-pelan dan tidak memberikan hak-hak dasar kepada mereka. Kini, konflik tersebut tereskalasi hingga pada tahapan yang tidak terbayangkan sebelumnya, dibuktikan dengan dipilihnya sebuah opsi oleh ribuan warga Rohingya untuk mempertaruhkan nyawanya di lautan Hindia demi menemukan kehidupan yang lebih baik di negara tetangga, salah satunya Indonesia. read more

21Apr/15

“Perda Miras Dalam Sorotan”

Perda Miras Dalam Sorotan

Rilis Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

Perda Miras bukanlah sebuah isu baru. Pada tahun 2012 lalu, Kemendagri, Gamawan Fauzi, berencana untuk membatalkan Perda Miras (tentang pengawasan dan pengendalian minuman berakohol) karena dianggap bersebarangan dengan Kepres nomor 3 tahun 1997 (nasional.kompas.com, 12/1/2012). Wacana tersebut secara langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan, seperti MUI Pusat dan Daerah, Ormas Islam bahkan masyarakat.

Dukungan kuat terhadap pengadaan regulasi bahkan pelarangan Perda Miras bukan tidak beralasan. Tingginya kasus kematian dan kriminalitas akibat miras sudah jamak diketahui. Gerakan Anti Minuman Keras (Genam) yang dikomandani Fahira Idris, melansir setidaknya 18.000 orang meninggal akibat miras (sp.beritasatu.com, 17/4). Sementara itu, WHO merilis 2,5 juta orang di dunia tewas disebakan oleh minuman beralcohol (National Council on Alcoholism and Drugs Dependence.Inc, https://ncadd.org, 17/4) .

Kemendag pada akhirnya menerbitkan (SK) Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.6/M-DAG/PER/1/2015 pada Kamis (16/4) lalu, yang berisi larangan menjual minuman keras golongan A di minimarket seluruh Indonesia

21Apr/15

“Islam Memandang Pembangunan Kota”

“Islam Memandang Pembangunan Kota”
Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

         Yogyakarta adalah kota istimewa. Dan merupakan kota yang masih mempertahankan sistem kerajaan di Indonesia. Di setiap zamannya Yogyakarta telah mengalami perubahan yang sangat banyak, baik itu yang disukai maupun tidak disukai. Di mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada abad 21 ini pun mengalami banyak perubahan.

Melihat pada tahun 2014 ini, banyak perubahan suasana di Yogyakarta itu sendiri, seperti munculnya gedung – gedung hotel, gedung – gedung apartemen, mall – mall, dan lain – lain. Di kemunculan itu menuai banyak tanggapan dari masyarakat, baik yang menerima maupun yang menolak. Adapun mereka yang menerima menyambut baik dengan adanya hal tersebut. Karena mereka menganggap akan bermanfaat bagi mereka yang menerima saja. Sedangkan yang menolak mereka beranggapan bahwa akan mengganggu lingkungan mereka di karenakan banyak hal yang akan hilang dari mereka, salah satunya yakni akan berkurasnya kapasitas air.

09Feb/15

Kunjungan dari JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi) ke JS UGM

Js jalin

~Dengan Santun dan Bersahabat, Mari Mengayun Dzikir Menantang Fikir~

js

[JS NEWS] Sabtu 7 Februari 2015, Jamaah Shalahuddin UGM kedatangan tamu dari  Lembaga Dakwah Kampus JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Rombongan yang berjumlah 59 orang (29 ikhwan dan 30 akhwat) itu  sampai di masjid kampus UGM ba’da dhuhur. Agenda jaulah JMMI ITS ke JS UGM ini bertajuk Islamic Journey. Sebelum mengunjungi JS UGM, mereka juga berkunjung ke UNS. Kemudian pasca kunjungan ke JS UGM perjalanan akan dilanjutkan ke beberapa tempat di Yogyakarta, salah satunya adalah masjid Jogokaryan. read more