Category Archives: Opini

Ke(tidak)siapan Kalimantan Menyambut Warga Kosmopolitan Jakarta

Oleh : Rizky Wisuda Wardani – pembelajar yang masih belajar

Jakarta, kota metropolitan dengan begitu banyak cerita yang tersimpan didalamnya. Jakarta, tempat dimana orang-orang memikirkan pekerjaan yang terus mengejar seakan tidak boleh berhenti walau sampai di rumah. Jakarta, terkadang menjadi tujuan utama para kaum urban dalam mengadu nasib karena “katanya” kalau kerja di Jakarta pasti bisa sukses. Tapi, nanti itu hanya akan menjadi cerita bagi kaum yang sudah menikmati Jakarta, kaum-kaum yang sedari dulu sudah hidup di Jakarta dan merasakan kerasnya Ibu kota. Nanti, Jakarta bukan lagi Ibu kota yang di incar oleh para kaum urban, bukan lagi tempat para petinggi-petinggi negara, dan bukan lagi tempat yang layak untuk menjadi tempat singgah. Pemindahan Ibu kota, menjadi sebab utama orang-orang memikirkan apakah semua akan lepas dari Jakarta? Apakah berlomba-lomba ke pulau seberang untuk segera mendirikan perusahaan akan menjadi pilihan para pebisnis muda? Lalu, apakah Jakarta akan menjadi kota dan bergabung dengan Jawa Barat? Karena itu, pembahasan ini akan menarik. read more

Asap Kalimantan: Terbengkalainya kewajiban para pemimpin bumi?

Oleh : Kastrat JS x SF

Islam merupakan agama rahmatan lil-alamin yang artinya mengayomi semesta dan segala isinya (menyeluruh), tanpa kecuali. Hakikat dari seorang muslim adalah menerapkan seluruh nilai-nilai dalam islam sebagai gaya hidupnya, termasuk di dalamnya berkenaan dengan menjaga lingkungan. Perlu kita sadari bahwa bumi yang kita pijak ini adalah sebuah titipan Ilahi yang harus kita rawat. Sebagai penduduk yang tinggal di bumi sudah sewajarnya kita menjaga keberlangsungan dan kenyamanan kehidupan kita sendiri dengan merawat yang telah ada. Lebih lanjut, disinilah peran umat muslim untuk ikut berperan aktif menjaga, merawat, dan memperbaiki segala kerusakan yang ada akibat dari beberapa perbuatan manusia di Bumi. Peran umat Islam, yang dalam surah Al-Baqarah dikatakan bahwa merekalah pemimpin/khalifah di muka bumi, agaknya perlu untuk diingat kembali. Sebagai khalifah atau pemimpin di Bumi hendaknya melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin dengan menjaga Bumi dan segala isinya serta mengingatkan manusia yang satu dengan yang lainnya, baik itu pelestarian alam maupun perdamaian di dalamnya. read more

Analisis CSR: MPM Muhammadiyah dan Pembangunan Sosial Pedesaan

Oleh: Kiki Dwi Setiabudi (FISIPOL UGM 2016)

Tanggung jawab dalam persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk perusahaan. Tanggung jawab persoalan sosial pada perusahaan atau dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada konsep bahwa perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, yakni  dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dalam memberikan kebaikan dan perbaikan bagi pemberdayaan dan pembangunan masyarakat, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. read more

​2 Mei dan Segala yang Tak Lagi Seru

Oleh: Ahmad Naufal Azizi
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM
2 Mei akan tetap seperti ini.

Ia datang sebentar, membeberkan wacana pendidikan yang lebih baik, boleh jadi muncul aksi di satu-dua tempat, lantas kemudian pergi -hilang tanpa ada pemaknaan berarti.
Tahun depan?

2 Mei boleh jadi datang lagi. Ya tentu dengan rutinitas sama seperti hari ini. Bahkan, ketika dunia hendak kiamat sekalipun, 2 Mei akan tetap jadi hiburan simbolik belaka. Sampai kapanpun, ketika kepentingan pendidikan masih berdasar sekat almamater dan kepentingan organisasi masing-masing, sampai saat itu pula perjuangan akan pendidikan yang lebih baik akan berakhir mengecewakan.
2 Mei akan tetap seperti ini. read more

Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam

Dahsyat. Sebuah kata yang mewakili betapa besarnya fitnah yang dialami oleh umat akhir zaman sekarang ini. Kenikmatan yang menipu, kenikmatan yang melalaikan dan segala tipu daya yang berasal dari syaithan menyerbu manusia. Seakan-akan itu sebuah kenikmatan pada awalnya, akan tetapi akan berubah kesengsaraan di akhirnya. Itulah fitnah Duhaima’1, fitnah yang datang setelah fitnah ahlas dan fitnah sara’. Dalam buku Huru-Hara Irak, Syiria dan Mesir karya ustadz Abu Fatiah Al-Adnani dijelaskan ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai perbedaaan wujud dan kapan terjadinya fitnah tersebut. Ada pendapat ulama yang mengenai media massa yang meracuni akal pikir para pemuda Islam sekarang ini dan tidak luput juga pendapat mengenai konspirasi dibalik perang melawan terorisme global, yang memperkuat hegemoni kaum zionis internasional. Ada pendapat menarik yang membuat kita tercengang yaitu bentuk lain dalam fitnah tersebut ialah paham demokrasi yang hampir dari seluruh sendi-sendi masyarakat dipaksa untuk menganut paham tersebut. read more