Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Oleh Najmi Wahyughifary

(Kajian Strategis JS UGM 1435 H/2015 M)

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. (QS al-Hujurât [49]: 10).

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum Mukmin adalah dalam hal dîn dan kehormatan, bukan dalam nasab. Karena itu, persaudaraan dalam dîn lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan dalam nasab. Sebab, persaudaraan nasab dapat terputus dengan perbedaan dîn, sedangkan persaudaraan dîn tidak pernah terputus dengan perbedaan nasab.

Lebih jauh, Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslim untuk bersatu. Allah SWT berfirman: read more

“Nikmat Dicintai Allah”

NIKMAT DICINTAI ALLAH

Oleh Fakhirah Inayaturrabbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Bagaimana rasanya dicintai oleh sosok yang luar biasa?

Sebut saja jika kita menjadi murid kesayangan di sekolah, paling dicintai oleh para guru. Bahkan, kepala sekolah tak segan mengabarkan perihal kita pada setiap acara sekolah, mengabarkan bahwa kita adalah murid yang paling kompeten sekaligus anak emas beliau.

Hal ini baru tingkat sekolah. Bagaimana jika di tingkat universitas. Kita merupakan anak emas Rektor, yang kemana-mana tak lupa disebut namanya sebagai orang kepercayaan rektorat. Bagaimana rasanya? read more

“Perda Miras Dalam Sorotan”

Perda Miras Dalam Sorotan

Rilis Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

Perda Miras bukanlah sebuah isu baru. Pada tahun 2012 lalu, Kemendagri, Gamawan Fauzi, berencana untuk membatalkan Perda Miras (tentang pengawasan dan pengendalian minuman berakohol) karena dianggap bersebarangan dengan Kepres nomor 3 tahun 1997 (nasional.kompas.com, 12/1/2012). Wacana tersebut secara langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan, seperti MUI Pusat dan Daerah, Ormas Islam bahkan masyarakat. read more

“Islam Memandang Pembangunan Kota”

“Islam Memandang Pembangunan Kota”
Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

         Yogyakarta adalah kota istimewa. Dan merupakan kota yang masih mempertahankan sistem kerajaan di Indonesia. Di setiap zamannya Yogyakarta telah mengalami perubahan yang sangat banyak, baik itu yang disukai maupun tidak disukai. Di mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada abad 21 ini pun mengalami banyak perubahan.

Melihat pada tahun 2014 ini, banyak perubahan suasana di Yogyakarta itu sendiri, seperti munculnya gedung – gedung hotel, gedung – gedung apartemen, mall – mall, dan lain – lain. Di kemunculan itu menuai banyak tanggapan dari masyarakat, baik yang menerima maupun yang menolak. Adapun mereka yang menerima menyambut baik dengan adanya hal tersebut. Karena mereka menganggap akan bermanfaat bagi mereka yang menerima saja. Sedangkan yang menolak mereka beranggapan bahwa akan mengganggu lingkungan mereka di karenakan banyak hal yang akan hilang dari mereka, salah satunya yakni akan berkurasnya kapasitas air. read more

DAKWAH KAMPUS (Sebuah Brainstorming)

DAKWAH KAMPUS
Sebuah Brainstorming
Najmi Wahyughifary
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1435 H


JS Editorial

Mendengar istilah ‘ideal’ tentunya yang paling menonjol ialah situasi atau keadaan dimana sebuah instrument ataupun sistem berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang diinginkan.
Pertama memikirkan kata ‘ideal’, beberapa kata terlintas begitu saja di benak: pengkaderan yang sehat, syi’arnya kuat, manajemennya tepat, fikroh dan orientasinya selamat, rekrutmennya semangat, progresnya cepat, dan jaringannya kuat. Namun naif rasanya menyebut ini sebagai ideal. Pasalnya kadar idealisme itu relatif, tergantung pada bahasawannya. Beda persepsi, beda pula kadar idealismenya. Terlebih tulisan ini menyoal dakwah kampus pada tataran konsep, yang secara prinsipil merupakan kerangka tubuh atas pergerakan dakwah di kampus. Jelas perkara yang tak boleh main-main, bukan? Pun begitu, adalah wajib bagi seorang aktivis dakwah kampus untuk memahami konsep dakwah kampus, sehingga ada korelasi antara pemahaman dan pergerakan. read more

Penataan Peran Wanita dalam Islam serta Dampak dari Perkembangan Pemikiran Feminisme

Penataan Peran Wanita dalam Islam serta Dampak dari Perkembangan Pemikiran Feminisme

Faridah Nur’aini
Kepala Departemen Kemuslimahan Jama’ah Shalahuddin UGM 1435 H

JS Editorial

PENDAHULUAN
Sepanjang sejarah dunia, wanita pernah mengalami nasib yang tak memandang tempat juga zaman, yaitu wanita lebih sering dianggap objek daripada manusia. Peradaban Yunani Kuno membolehkan wanita diperjualbelikan layaknya budak, tidak memiliki hak sipil dan juga hak waris. Begitu pun wanita belum naik kelas di peradaban Romawi. Di India terkenal dengan tradisi Hindu yang bernama Sati, sebuah prosesi membakar diri bagi janda yang ditinggal mati suaminya. Peradaban Cina Kuno juga menempatkan wanita sebagai warga kelas dua. Demikian nasib wanita ditinjau dari segi peradaban. Sama halnya saat masa sebelum Islam datang, masyarakat Arab sangat berduka dengan kelahiran perempuan dan tega membunuh atau menguburkan anak perempuannya hidup-hidup.
Ketika “kabut hitam” menyelimuti wajah wanita, maka cahaya Islam datang dan bersinar meneranginya. Islam menempatkan kedudukan wanita pada proporsi yang mengakui kemanusiaan mereka. Ayat al-qur’an yang pertama kali melihat kesejajaran wanita dengan kaum pria adalah QS. Al-Lail: 3-10. Islam tidak membedakan antara pria dan wanita. Al-qur’an telah menghilangkan diskriminasi gender, tanpa menghilangkan peran kaum pria sebagai qawwamun (Pemimpin bagi kaum wanita). Disini terlihat bahwa agama islam merupakan agama yang mempunyai prinsip-prinsip keadilan gender. Di awal sejarah islam juga sudah mencatat peranan wanita yang sangat signifikan, hal ini bisa kita lihat dari sebuah hadis yang dinisbahkan kepada nabi yang berbunyi:
“Ambilah setengah pengetahuan agama dari al-Humaira (yaitu Aisyah)” read more

Paradigma Dakwah Kampus

dakwah kampus

“Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada goal dan resikonya. Jalani hidupmu dan hadapi resikonya”. Dakwah adalah salah satu pilihan hidup. Setiap orang dapat memilih untuk hidup bersamanya atau dibersamainya atau bahkan jauh darinya. Konsekuensi dari seseorang memilih jalan dakwah sudah barang tentu Allah akan memberikan syurga yang nikmatnya tiada terkira, selama apa yang dia lakukan berawal dengan niat yang baik, dengan cara yang baik pula ia lakukan. Karena dakwah itu agung, pekerjaan yang mulia. Ia adalah jalan hidup yang dipilih oleh kekasih Allah, para Rasul dan para sahabat. Akan tetapi dalam track perjalanannya, tentunya tidak semulus yang dibayangkan. Dakwah itu panjang, dakwah itu berliku dan penuh dengan onak duri. Kadang seseorang mendapat kesenangan didalamnya, tapi sering kali mendapatkan kepahitan bersamanya. Kenapa dakwah itu pahit, karena syurga itu manis. Ya.. Itulah pilihan hidup. Jalani hidupmu dan hadapi resikonya. Semua ada goalnya masing-masing kawan, dan dakwah akan bermuara kepada syurga bagi para penggiatnya. read more

Still Thinking Conventional?

ekonomi syariah

The gap between the welfare level of rural communities and the city became a vital issue to be discussed at this time. Media Indonesia said Indonesia’s economic growth is considered not yet inclusive and is unable to answer the problem of income inequality. Economic gaps still occur because the government has not seriously considered oriented towards the creation of a equitable economy. From BPS data 2010, Indonesia Gini Coeffecient edged down just 0.12 over the last five years. Gini Coeffecient of 0.331 recorded in 2010, while in 2005 at the 0.343 level. However, it also revealed that income improvements occurred only in urban, from 0.362 in 2009 to 0.352 in 2010. In contrast, income inequality in rural communities to widen even more Gini Coeffecient rose from 0.288 to 0.297. read more

Sebuah Analisis Globalisasi: “(Re)interpretasi Gerakan Islam”

globalization

Dalam KBBI, globalisasi (arus global) diartikan proses masuknya ke ruang lingkup dunia.Agaknya definisi ini masih terlalu umum dan memiliki berbagai definisi turunan, yang bisa jadi salah satu dari definisi turunan tersebut terlampau jauh dari makna induknya. Sehingga diperlukan penelusuran lebih jauh tentang terminology globalisasi ini. Sampai saat ini, asal istilah globalisasi masih menjadi bahan perdebatan. Frank (1998) menyebutkan bahwa istilah globalisasi pertama kali muncul saat terjalinnya perdagangan antara Peradaban Lembah Indus (bagian barat daya India) dengan Sumer (bagian selatan Mesopotamia) 3000 tahun sebelum masehi[1]. Zaman keemasan Islam (750-1255 M) merupakan tahap awal yang juga penting dari globalisasi ini, karena memang pada masa rentang masa itu Islamlah yang memberikan kontribusi terbesar di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya bagi dunia. read more

Kepemimpinan, Islam dan Indonesia

leader

-sebuah refleksi pemikiran dan harapan akan kejayaan Islam di negeri ini-

Fakta Sejarah

Dimulai dengan sebuah peristiwa fathul makkah sebuah ekskalasi pasukan besar-besaran pada masanya dan berujung pada penaklukan kota mekkah, tanpa ada tumpah setetes pun. Kemudian Islam semakin menyebar keluar jazirah arab, menggetarkan bangsa romawi yang gagah, menyentuh kota Andalusia yang mempesona. Islam menunjukkan bahwa sebagai sebuah ideologi yang kokoh, Islam dapat memimpin. Tidak hanya dalam sekejap mata, tapi tercatat tidak kurang dari seribu tahun dan lebih dari seperempat wilayah dunia, yang hidup makmur di bawah kepemimpinan Islam. read more