15Mei/15

Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Refleksi Jum’at Edisi III: ”Ukhuwah Islamiyyah”

Oleh Najmi Wahyughifary

(Kajian Strategis JS UGM 1435 H/2015 M)

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. (QS al-Hujurât [49]: 10).

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum Mukmin adalah dalam hal dîn dan kehormatan, bukan dalam nasab. Karena itu, persaudaraan dalam dîn lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan dalam nasab. Sebab, persaudaraan nasab dapat terputus dengan perbedaan dîn, sedangkan persaudaraan dîn tidak pernah terputus dengan perbedaan nasab.

Lebih jauh, Allah SWT memerintahkan kepada kaum Muslim untuk bersatu. Allah SWT berfirman: read more

14Mei/15

“Nikmat Dicintai Allah”

NIKMAT DICINTAI ALLAH

Oleh Fakhirah Inayaturrabbani (Kajian Strategis JS UGM 1436 H/2015 M)

Bagaimana rasanya dicintai oleh sosok yang luar biasa?

Sebut saja jika kita menjadi murid kesayangan di sekolah, paling dicintai oleh para guru. Bahkan, kepala sekolah tak segan mengabarkan perihal kita pada setiap acara sekolah, mengabarkan bahwa kita adalah murid yang paling kompeten sekaligus anak emas beliau.

Hal ini baru tingkat sekolah. Bagaimana jika di tingkat universitas. Kita merupakan anak emas Rektor, yang kemana-mana tak lupa disebut namanya sebagai orang kepercayaan rektorat. Bagaimana rasanya? read more

21Apr/15

“Perda Miras Dalam Sorotan”

Perda Miras Dalam Sorotan

Rilis Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

Perda Miras bukanlah sebuah isu baru. Pada tahun 2012 lalu, Kemendagri, Gamawan Fauzi, berencana untuk membatalkan Perda Miras (tentang pengawasan dan pengendalian minuman berakohol) karena dianggap bersebarangan dengan Kepres nomor 3 tahun 1997 (nasional.kompas.com, 12/1/2012). Wacana tersebut secara langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan, seperti MUI Pusat dan Daerah, Ormas Islam bahkan masyarakat.

Dukungan kuat terhadap pengadaan regulasi bahkan pelarangan Perda Miras bukan tidak beralasan. Tingginya kasus kematian dan kriminalitas akibat miras sudah jamak diketahui. Gerakan Anti Minuman Keras (Genam) yang dikomandani Fahira Idris, melansir setidaknya 18.000 orang meninggal akibat miras (sp.beritasatu.com, 17/4). Sementara itu, WHO merilis 2,5 juta orang di dunia tewas disebakan oleh minuman beralcohol (National Council on Alcoholism and Drugs Dependence.Inc, https://ncadd.org, 17/4) .

Kemendag pada akhirnya menerbitkan (SK) Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.6/M-DAG/PER/1/2015 pada Kamis (16/4) lalu, yang berisi larangan menjual minuman keras golongan A di minimarket seluruh Indonesia

21Apr/15

“Islam Memandang Pembangunan Kota”

“Islam Memandang Pembangunan Kota”
Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1436 H/2015 M

         Yogyakarta adalah kota istimewa. Dan merupakan kota yang masih mempertahankan sistem kerajaan di Indonesia. Di setiap zamannya Yogyakarta telah mengalami perubahan yang sangat banyak, baik itu yang disukai maupun tidak disukai. Di mulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada abad 21 ini pun mengalami banyak perubahan.

Melihat pada tahun 2014 ini, banyak perubahan suasana di Yogyakarta itu sendiri, seperti munculnya gedung – gedung hotel, gedung – gedung apartemen, mall – mall, dan lain – lain. Di kemunculan itu menuai banyak tanggapan dari masyarakat, baik yang menerima maupun yang menolak. Adapun mereka yang menerima menyambut baik dengan adanya hal tersebut. Karena mereka menganggap akan bermanfaat bagi mereka yang menerima saja. Sedangkan yang menolak mereka beranggapan bahwa akan mengganggu lingkungan mereka di karenakan banyak hal yang akan hilang dari mereka, salah satunya yakni akan berkurasnya kapasitas air.

16Apr/14

DAKWAH KAMPUS (Sebuah Brainstorming)

DAKWAH KAMPUS
Sebuah Brainstorming
Najmi Wahyughifary
Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin UGM 1435 H


JS Editorial

Mendengar istilah ‘ideal’ tentunya yang paling menonjol ialah situasi atau keadaan dimana sebuah instrument ataupun sistem berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan atau yang diinginkan.
Pertama memikirkan kata ‘ideal’, beberapa kata terlintas begitu saja di benak: pengkaderan yang sehat, syi’arnya kuat, manajemennya tepat, fikroh dan orientasinya selamat, rekrutmennya semangat, progresnya cepat, dan jaringannya kuat. Namun naif rasanya menyebut ini sebagai ideal. Pasalnya kadar idealisme itu relatif, tergantung pada bahasawannya. Beda persepsi, beda pula kadar idealismenya. Terlebih tulisan ini menyoal dakwah kampus pada tataran konsep, yang secara prinsipil merupakan kerangka tubuh atas pergerakan dakwah di kampus. Jelas perkara yang tak boleh main-main, bukan? Pun begitu, adalah wajib bagi seorang aktivis dakwah kampus untuk memahami konsep dakwah kampus, sehingga ada korelasi antara pemahaman dan pergerakan. read more